<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Industri Arsip - MAJALAH JAKARTA</title>
	<atom:link href="https://majalahjakarta.id/tag/industri/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://majalahjakarta.id/tag/industri/</link>
	<description>Portal Berita Jakarta dan Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 17 Nov 2025 03:16:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.3</generator>

<image>
	<url>https://majalahjakarta.id/go/wp-content/uploads/2025/08/MJ-100x100.jpg</url>
	<title>Industri Arsip - MAJALAH JAKARTA</title>
	<link>https://majalahjakarta.id/tag/industri/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Jejak Emisi dari Limbah Cair Industri Sawit</title>
		<link>https://majalahjakarta.id/jejak-emisi-dari-limbah-cair-industri-sawit/</link>
					<comments>https://majalahjakarta.id/jejak-emisi-dari-limbah-cair-industri-sawit/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Nov 2025 03:16:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Emisi]]></category>
		<category><![CDATA[Industri]]></category>
		<category><![CDATA[Kelapa Sawit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://majalahjakarta.id/?p=88892</guid>

					<description><![CDATA[<p>Selain penghasil devisa negara, sawit juga menghasilkan emisi yang tinggi dari pembabatan hutan dan limbah cair dari industrinya</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahjakarta.id/jejak-emisi-dari-limbah-cair-industri-sawit/">Jejak Emisi dari Limbah Cair Industri Sawit</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahjakarta.id">MAJALAH JAKARTA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://majalahjakarta.id"><strong>MAJALAH JAKARTA</strong></a> &#8211; Selain penghasil devisa negara, sawit juga menghasilkan emisi yang tinggi dari pembabatan hutan dan limbah cair dari industrinya. Selama ini, sisa proses pengolahan tandan buah segar jarang pernah menjadi sorotan. Padahal, limbah ini juga turut menjadi penyumbang emisi dan berpotensi hingga 28 kali lebih besar.</p>
<p>Kasus pencemaran limbah dari industri sawit sering kali terjadi, hingga berdampak pada pencemaran sungai, air sumur warga hingga kematian ikan di sungai. Hal ini tidak lepas dari pengolahan yang tidak sesuai prosedur.</p>
<p>Salah satunya, pengolahan sistem kolam terbuka. Hal ini masih terjadi di sebagian besar pabrik kelapa sawit. Sistem ini dinilai tidak efisien karena proses penguraian limbah berlangsung tanpa kendali.</p>
<p>Hal itu tercantum dalam penelitian Ledis Heru Saryono Putro (2021) yang menyebutkan limbah cair sawit secara signifikan menghasilkan kombinasi emisi seperti metana (CH₄) dan karbon dioksida (CO₂). Angka per harinya mencapai, masing-masing 261,93 gram per meter persegi dan 595,99 g/m₂. Dalam satu tahun, emisi tersebut setara dengan penyerapan 1,3 juta pohon.</p>
<p>Meski secara angka lebih rendah dua kali lipat dengan emisi CO₂, tapi kontribusi pemanasan globalnya lebih besar dan didominasi metana. “Metana menyumbang sekitar 92,48% dari total gas rumah kaca yang dihasilkan POME,” tulis riset ini.</p>
<p>Metana memiliki potensi pemanasan global 28 kali lebih besar dibandingkan karbon dioksida (CO₂) dan menyumbang 12% dari total emisi gas rumah kaca di Amerika yang berasal dari aktivitas manusia.</p>
<p>Pengolahan limbah cair yang ditampung di kolam terbuka menjadi titik awal persoalan, sebab proses ini melepaskan metana (CH₄) dalam jumlah besar ke atmosfer. Risiko itu terjadi saat memasuki fase penguraian.</p>
<p>Pada kolam-kolam terbuka, reaksi biologis berlangsung tanpa henti, menciptakan ruang bagi pelepasan gas rumah kaca yang selama bertahun-tahun luput dari perhatian publik maupun pengambil kebijakan. Pada fase tersebut, penguraian limbah yang memicu keluarnya emisi dalam jumlah signifikan.</p>
<p>Berbagai riset ilmiah menunjukkan bahwa sistem pengolahan limbah terbuka (open ponds) pada pabrik sawit menjadi salah satu penyumbang utama emisi metana di Asia Tenggara. Proses anaerobik terjadi pelepasan gas metana secara terus-menerus ke atmosfer tanpa ada sistem penangkapan yang efektif.</p>
<h3>Pilihan menjadi energi terbarukan</h3>
<p>Berdasarkan laporan Energy Generation from Palm Oil Mill Effluent (POME): The Environmental Impact Perspective(AIDIC, 2019), POME memiliki potensi sebagai sumber energi jika dilakukan dengan sistem kolam tertutup. Riset yang dilakukan di Malaysia ini, menyebutkan meski berpotensi tapi memiliki dampak emisi gas rumah kaca.</p>
<p>Limbah ini dapat menghasilkan biogas melalui pengolahan biologis yang diubah menjadi listrik. Namun, sekitar 80% POME di Malaysia masih menggunakan sistem kolam terbuka. Teknologi pengolahan ini akan memberi dampak yang berbeda terhadap emisi gas rumah kaca.</p>
<p>“Perhitungan CO2-eq untuk POME yang menerapkan sistem tertutup sangat penting untuk mengoptimalkan pengurangan emisi. Meskipun sistem tertutup tidak 100% efisien, setidaknya penggunaan yang lebih luas dapat membantu mencegah masalah pemanasan global menjadi lebih parah,” tulis riset tersebut.</p>
<p>Pada pengolahan sistem tertutup, meski membutuhkan modal awal lebih besar tapi energi yang dihasilkan bisa langsung menggantikan listrik jaringan atau bahan bakar fosil di dalam pabrik. Dengan kata lain, investasi yang tepat tidak hanya menurunkan jejak karbon, tetapi juga mengubah POME menjadi sumber energi terbarukan yang mengurangi biaya operasional.</p>
<p>Putro itu juga membuat model hitungan sumber daya yang bisa dimanfaatkan. Pabrik dengan kapasitas 30 ton Tandan Buah Segar (TBS) per jam, potensi konversinya bisa mencapai 1,045 MWe, atau sekitar 8.600 MWh listrik per tahun.</p>
<p>Dia mengatakan strategi paling efektif untuk menekan emisi sekaligus meningkatkan efisiensi energi adalah dengan menerapkan teknologi penangkapan metana (methane capture). Langkah ini tidak hanya mengurangi jejak karbon industri, juga membuka peluang ekonomi dari energi hijau dan kredit karbon (Certified Emission Reduction).</p>
<p>“Metana dari POME merupakan gas rumah kaca yang kuat sekaligus sumber energi terbarukan yang sangat potensial. Namun tingkat pemanfaatannya hanya sekitar 5% pabrik sawit yang mengonversinya menjadi energi,” tulis Putro dalam laporannya.</p>
<p>Bicara pengolahan limbah cair kelapa sawit tak melulu emisi gas rumah kaca yang ditimbulkan, juga dampak pencemaran di sekitarnya. Banyak peristiwa terjadi, di Kalimantan Barat, misalnya terjadi pencemaran air sungai akibat operasional pabrik sawit.</p>
<p>Contoh lain, dari tak terpenuhinya standar pengolahan limbah sawit tampak di Desa Rowo Rejo, Kabupaten Pringsewu, Lampung, yang dilaporkan dalam Legal Empowerment: Jurnal Pengabdian Hukum (Dauri dkk., 2025). Limbah cair dari usaha memanfaatkan tandan sawit untuk budidaya jamur telah mencemari air sumur warga setempat. Akibatnya, masyarakat harus membeli air bersih karena sumber air bawah tanah mereka tak lagi layak konsumsi.</p>
<p>“Tidak hanya menimbulkan masalah kesehatan, tetapi juga menekan ekonomi keluarga karena warga harus membeli air bersih untuk kebutuhan harian,” tulis laporan itu.</p>
<p>Sumber: mongabay.co.id</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahjakarta.id/jejak-emisi-dari-limbah-cair-industri-sawit/">Jejak Emisi dari Limbah Cair Industri Sawit</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahjakarta.id">MAJALAH JAKARTA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahjakarta.id/jejak-emisi-dari-limbah-cair-industri-sawit/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://i3.wp.com/images-tm.tempo.co/all/2023/05/19/831658/831658_1200.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Revolusi 5G, Dampaknya pada Industri dan Kehidupan Sehari-hari</title>
		<link>https://majalahjakarta.id/revolusi-5g-dampaknya-pada-industri-dan-kehidupan-sehari-hari/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Jul 2024 04:24:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tekno]]></category>
		<category><![CDATA[5G]]></category>
		<category><![CDATA[Industri]]></category>
		<category><![CDATA[Internet 5G]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=72391</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebuah studi oleh Accenture menemukan bahwa 5G dapat menghemat industri kesehatan global hingga $1 triliun per tahun</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahjakarta.id/revolusi-5g-dampaknya-pada-industri-dan-kehidupan-sehari-hari/">Revolusi 5G, Dampaknya pada Industri dan Kehidupan Sehari-hari</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahjakarta.id">MAJALAH JAKARTA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Sebuah studi oleh Accenture menemukan bahwa 5G dapat menghemat industri kesehatan global hingga $1 triliun per tahun</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211;  Teknologi 5G telah menjadi topik hangat selama beberapa tahun terakhir, dan dengan alasan yang bagus.</p>
<p>Jaringan generasi baru ini menjanjikan kecepatan internet yang jauh lebih cepat, latensi yang lebih rendah, dan konektivitas yang lebih andal.</p>
<p>Hal ini memiliki potensi untuk merevolusi berbagai aspek kehidupan dan bisnis kita.</p>
<h3>Dampak pada Industri</h3>
<p>Di sektor industri, 5G akan memungkinkan Industri 4.0, di mana mesin dan perangkat akan dapat berkomunikasi satu sama lain secara real time.</p>
<p>Hal ini akan meningkatkan efisiensi dan produktivitas, serta memungkinkan pengembangan produk dan layanan baru yang inovatif.</p>
<p>Menurut McKinsey &amp; Company, 5G dapat meningkatkan produktivitas manufaktur global hingga 4%. Dalam sektor kesehatan, 5G dapat memungkinkan operasi jarak jauh yang lebih banyak, yang dapat meningkatkan akses ke perawatan kesehatan di daerah pedesaan.</p>
<p>Sebuah studi oleh Accenture menemukan bahwa 5G dapat menghemat industri kesehatan global hingga $1 triliun per tahun.</p>
<p>Di sektor transportasi, 5G dapat memungkinkan pengembangan kendaraan self-driving dan meningkatkan manajemen lalu lintas.</p>
<p>Gartner memprediksi bahwa 1 miliar mobil akan terhubung ke internet pada tahun 2027, dan sebagian besar akan menggunakan 5G.</p>
<h3>Dampak pada Kehidupan Sehari-hari</h3>
<p>5G juga akan berdampak besar pada kehidupan sehari-hari kita.</p>
<p>Kita akan dapat mengunduh film dan file besar dalam hitungan detik, melakukan streaming video HD tanpa buffering, dan bermain game online tanpa lag.</p>
<p>5G juga akan memungkinkan pengembangan aplikasi dan layanan baru yang inovatif.</p>
<p>Pasar VR dan AR global diperkirakan akan mencapai $209 miliar pada tahun 2025, menurut Goldman Sachs.</p>
<p>Dalam pendidikan, 5G dapat digunakan untuk memberikan pengalaman belajar jarak jauh yang lebih berkualitas tinggi dan interaktif.</p>
<p>Pasar edtech global diperkirakan akan mencapai $404 miliar pada tahun 2025, menurut HolonIQ.</p>
<p>Dalam layanan kesehatan, 5G dapat digunakan untuk memberikan layanan telemedicine yang lebih baik, sehingga memungkinkan pasien untuk berkonsultasi dengan dokter dari jarak jauh.</p>
<p>Pasar telemedicine global diperkirakan akan mencapai $130 miliar pada tahun 2025, menurut Global Market Insights.</p>
<h3>Tantangan dan Kekhawatiran</h3>
<p>Meskipun 5G memiliki banyak potensi manfaat, ada juga beberapa tantangan dan kekhawatiran yang perlu dipertimbangkan.</p>
<p>Salah satu tantangannya adalah biaya membangun infrastruktur 5G. Bank Dunia memperkirakan biaya global untuk membangun infrastruktur 5G mencapai $15 triliun antara tahun 2020 dan 2030.</p>
<p>Tantangan lainnya adalah memastikan bahwa semua orang memiliki akses ke jaringan 5G, termasuk di daerah pedesaan.</p>
<p>Union Internationale des Télécommunications memperkirakan bahwa 2,6 miliar orang masih belum memiliki akses ke internet pada tahun 2023. Selain itu, ada kekhawatiran tentang potensi dampak kesehatan dari radiasi 5G.</p>
<p>Namun, Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan bahwa &#8220;tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa paparan gelombang radio dari menara seluler atau perangkat nirkabel berbahaya bagi kesehatan.&#8221;</p>
<p>5G adalah teknologi yang kuat dengan potensi untuk merevolusi berbagai aspek kehidupan dan bisnis kita.</p>
<p>Meskipun ada beberapa tantangan dan kekhawatiran yang perlu dipertimbangkan, manfaat 5G kemungkinan besar akan jauh lebih besar daripada risikonya.</p>
<p>5G adalah masa depan internet, dan ini akan berdampak besar pada cara kita hidup dan bekerja di tahun-tahun mendatang.</p>
<p>5G dapat mencapai kecepatan hingga 20 gigabit per detik (Gbps), yang 20 kali lebih cepat dari 4G. Latensi 5G memiliki latensi 1 milidetik, yang 100 kali lebih rendah dari 4G.</p>
<p>Kapasitas 5G dapat mendukung hingga 1 juta perangkat per kilometer persegi, yang 100 kali lebih banyak dari 4G.</p>
<p><em>Sissy Carolline Nelwan</em><br />
<em>Mahasiswa Manajemen Informatika</em></p>
<p>Artikel <a href="https://majalahjakarta.id/revolusi-5g-dampaknya-pada-industri-dan-kehidupan-sehari-hari/">Revolusi 5G, Dampaknya pada Industri dan Kehidupan Sehari-hari</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahjakarta.id">MAJALAH JAKARTA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i3.wp.com/encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn%3AANd9GcRhlfw71T1_Lwg3jxfswC6KOQE1dpUgcYLQcw&#038;s&#038;ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Pemerintah Pacu Kualitas SDM Industri Kerajinan dan Batik Lewat Pemberdayaan IKM</title>
		<link>https://majalahjakarta.id/pemerintah-pacu-kualitas-sdm-industri-kerajinan-dan-batik-lewat-pemberdayaan-ikm/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 May 2024 02:02:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Batik]]></category>
		<category><![CDATA[IKM]]></category>
		<category><![CDATA[Industri]]></category>
		<category><![CDATA[Kerajinan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=68779</guid>

					<description><![CDATA[<p>Upaya strategis yang dilaksanakan antara lain meningkatkan kompetensi para pengrajin</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahjakarta.id/pemerintah-pacu-kualitas-sdm-industri-kerajinan-dan-batik-lewat-pemberdayaan-ikm/">Pemerintah Pacu Kualitas SDM Industri Kerajinan dan Batik Lewat Pemberdayaan IKM</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahjakarta.id">MAJALAH JAKARTA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><b>DEPOKPOS </b></a>&#8211; Kementerian Perindustrian terus mendorong pengembangan industri kerajinan dan batik nasional agar semakin produktif dan inovatif sehingga bisa berdaya saing hingga kancah global. Upaya strategis yang dilaksanakan antara lain meningkatkan kompetensi para pengrajin di sektor tersebut, apalagi industri batik dan kerajinan termasuk sektor padat karya.</p>
<p>“Pemerintah bertekad untuk mengakselerasi perekonomian daerah dan nasional. Oleh karena itu, pemberdayaan sektor industri kecil dan menengah merupakan salah satu jalannya dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas,” kata Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI), Andi Rizaldi dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (15/5).</p>
<p>Andi mengemukakan, industri kerajinan dan batikmerupakan salah satu sektor yang terbukti tangguh dan telah teruji memiliki resiliensi maupun kemampuan beradaptasi yang tinggi terhadap kondisi krisis. Kelebihan dari sektor kerajinan dan batik ini dibandingkan dengan sektor lainnya adalah tingkat sebaran industri yang merata di seluruh wilayah Indonesia.</p>
<p>“Di samping itu didukung dengan potensi sumber daya yang melimpah, serta ditopang dari para pekerjanya yang cukup banyak,” ujarnya. Kemenperin mencatat, jumlah tenaga kerja di sektor industri kerajinan dan batik mencapai 1,52 juta orang dengan jumlah unit usaha lebih dari 47.700 yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.</p>
<p>“Sehingga untuk memacu pengembangan di sektor ini diperlukan kolaborasi dengan berbagai pihak, agar kapasitas sumber daya manusia (SDM) di bidang kerajinan dan batik ini bisa meningkat secara signifikan,” tutur Andi.</p>
<p>Sinergi itu direalisasikan oleh BBSPJIKBdengan menggandeng berbagai pihak,seperti instansi pusat atau daerahmaupun BUMN dan pihak swasta, untuk meningkatkan kualitas SDM industri di bidang kerajinan dan batik.“Diharapkan dari kolaborasi ini, dapat tercipta IKM tangguh dan produktif yang masif dan merata di seluruh daerah Indonesia,” terang Kepala Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik(BBSPJIKB) Budi Setiawan.</p>
<p>Salah satu pemerintah daerah di luar Jawa yang berkomitmen untuk dapat mengembangkan industri kerajinan dan batik adalah Pemerintah Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Beberapa waktu lalu, Penjabat (Pj) Bupati Seruyan, Djainuddin Noor didampingi pengurus Dekranasda berkunjung ke BBSPJIKB Yogyakarta. Djainuddin mengungkapkan, banyak potensi sumber daya alam di Kabupaten Seruyan yang dapat dijadikan bahan baku industri kerajinan, seperti purun, eceng gondok, dan rotan yang perlu diolah dan dikembangkan sehinggamenjadi produk yangmemiliki nilai tambah tinggi.</p>
<p>Pada April 2024,terdapat 13 pihak yang menjalin kerjasama dengan BBSPJIKB untuk mengembangkan SDM industri kerajinan dan batik di wilayahnya. Beberapa pihak tersebut di antaranya adalah Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara, Petrochina International Jabung Ltd, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit,serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Prov. Kalimantan Timur.</p>
<p>Selanjutnya, Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian Kota Surakarta, Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bangka,Dinas Perindustrian dan Perdagangan D.I. Yogyakarta, Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Kota Bontang,Disperindag Kabupaten Sleman, Pemerintah Kelurahan Bokoharjo, Pemerintah Kelurahan Tirtomartani, MI Husnayain Sleman,serta Paguyuban Batik Mukti Manunggal.</p>
<p>Budi menjelaskan, kerja sama tersebut mencakup pelatihan untuk SDM industri di bidang pewarnaan dan perancangan motif batik, ecoprint, tenun, anyaman dengan serat alam non-tekstil (SANT) yang berorientasi ekspor hingga pelatihan terkait sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).</p>
<p>“Kami juga berkolaborasi dengan pihak internal Kemenperin,seperti Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) untuk terus mendorong kompetensi para pembatik di Sleman dan Kota Yogyakarta dengan berbagai skema yang tersedia,” paparnya.</p>
<p>Melalui kerja sama tersebut, sepanjang April 2024, telah dilatih sebanyak 420 orang dari berbagai daerah di Indonesia yang bahkan sebagiannya adalah pelatihan berbasis SKKNI, sehingga para peserta yang lulus akan mendapatkan predikat kompeten dengan diperolehnya sertifikat profesi di bidang batik dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).</p>
<p>“Kami menargetkan untuk memberikan pelatihan secara intensif kepada lebih dari 662 orang. Harapannya, dengan membangun SDM industri, akan lebih mudah untuk meningkatkan kapasitas industri kerajinan dan batik dalam negeri agar bisa lebih tangguh dan mampu bersaing dengan produk luar negeri,” pungkas Budi.</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahjakarta.id/pemerintah-pacu-kualitas-sdm-industri-kerajinan-dan-batik-lewat-pemberdayaan-ikm/">Pemerintah Pacu Kualitas SDM Industri Kerajinan dan Batik Lewat Pemberdayaan IKM</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahjakarta.id">MAJALAH JAKARTA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i3.wp.com/surabayapagi.com/po-content/uploads/Industri_Kerajinan_dan_Batik_Foto.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
	</channel>
</rss>
