<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>MUI DKI Arsip - MAJALAH JAKARTA</title>
	<atom:link href="https://majalahjakarta.id/tag/mui-dki/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://majalahjakarta.id/tag/mui-dki/</link>
	<description>Portal Berita Jakarta dan Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 10 Dec 2025 09:38:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://majalahjakarta.id/go/wp-content/uploads/2025/08/MJ-100x100.jpg</url>
	<title>MUI DKI Arsip - MAJALAH JAKARTA</title>
	<link>https://majalahjakarta.id/tag/mui-dki/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>MUI DKI Jakarta Dirikan Pusat Layanan Kesehatan dan Pemberdayaan Keluarga</title>
		<link>https://majalahjakarta.id/mui-dki-jakarta-dirikan-pusat-layanan-kesehatan-dan-pemberdayaan-keluarga-2/</link>
					<comments>https://majalahjakarta.id/mui-dki-jakarta-dirikan-pusat-layanan-kesehatan-dan-pemberdayaan-keluarga-2/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Dec 2025 09:27:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[MUI]]></category>
		<category><![CDATA[MUI DKI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://majalahjakarta.id/?p=89941</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA &#8211; Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi DKI Jakarta melalui Bidang Perempuan, Remaja, dan Keluarga (PRK–MUI) meluncurkan program strategis berupa...</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahjakarta.id/mui-dki-jakarta-dirikan-pusat-layanan-kesehatan-dan-pemberdayaan-keluarga-2/">MUI DKI Jakarta Dirikan Pusat Layanan Kesehatan dan Pemberdayaan Keluarga</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahjakarta.id">MAJALAH JAKARTA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://majalahjakarta.id"><strong>JAKARTA</strong></a> &#8211; Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi DKI Jakarta melalui Bidang Perempuan, Remaja, dan Keluarga (PRK–MUI) meluncurkan program strategis berupa pendirian Pusat Layanan Kesehatan dan Pemberdayaan Keluarga MUI DKI Jakarta bekerja sama dengan Klinik Utama Asshomadiyah Health Care.</p>
<p>Peluncuran ditandai dengan penandatanganan MoU pada 9 Desember 2025, berbarengan dengan Rapat Paripurna MUI DKI Jakarta. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kompleksitas persoalan sosial, ekonomi, kesehatan, dan perlindungan keluarga yang terus meningkat di wilayah DKI Jakarta.</p>
<p>Ketua Bidang PRK MUI DKI Jakarta, Hj. Nuraini Syaifullah, mengatakan bahwa sebagai organisasi kemasyarakatan keagamaan yang menaungi para ulama, zu’ama, dan cendekiawan dari berbagai ormas Islam, MUI DKI Jakarta terus berkomitmen memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.</p>
<p>“Melalui PRK–MUI, isu perempuan, remaja, dan keluarga menjadi salah satu fokus utama, mengingat meningkatnya problem seperti kekerasan dalam rumah tangga, kriminalitas remaja, penyalahgunaan narkoba, trafficking, hingga masalah kesehatan mental dan fisik,” ujarnya.</p>
<p>Ia menambahkan, berbagai data terbaru menunjukkan urgensi penanganan terpadu. Tingkat kriminalitas di Jakarta meningkat hingga 32 persen pada 2023, sementara kasus narkoba serta kekerasan terhadap perempuan dan anak juga menunjukkan tren naik. Pada aspek kesehatan, prevalensi penyakit kronis seperti stroke, hipertensi, dan tingginya kasus obesitas menjadikan intervensi kesehatan masyarakat semakin mendesak.</p>
<p>“Menjawab tantangan ini, PRK–MUI DKI Jakarta menetapkan pendirian pusat layanan baru yang diharapkan menjadi mitra strategis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memperkuat kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.</p>
<p>Sebagai langkah awal, PRK–MUI akan menggelar soft launching pendirian pusat layanan tersebut yang dirangkaikan dengan kegiatan Tes IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat). Tes ini ditujukan bagi perempuan usia di atas 35 tahun sebagai upaya deteksi dini kanker leher rahim, salah satu penyakit yang masih menjadi ancaman serius bagi perempuan di Indonesia.</p>
<p>“Kegiatan ini memiliki dua tujuan utama, yaitu memperkenalkan pusat layanan secara resmi serta memberikan fasilitas pemeriksaan kesehatan gratis kepada masyarakat, khususnya kaum perempuan,” paparnya.</p>
<p>Acara soft launching ditargetkan dihadiri para pemangku kebijakan seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Mental Spiritual, serta perwakilan MUI tingkat kota/kabupaten. Sementara kegiatan Tes IVA menargetkan 100 peserta dari lima wilayah kota serta Kabupaten Kepulauan Seribu.</p>
<p>Sejumlah lembaga menjadi mitra pelaksana, antara lain Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Wali Kota Jakarta Utara, Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, Baznas Bazis Jakarta Utara, Asshomadiyah Health Care, serta BPJS Kesehatan DKI Jakarta.</p>
<p>Rencananya, acara akan dilaksanakan pada Senin (22/12/2025) bertempat di Ruang Bahari Lantai 14, Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Balai Yos Sudarso, Jakarta Utara.</p>
<p>Dengan pendirian pusat layanan ini, PRK–MUI berharap dapat memperkuat ketahanan keluarga, meningkatkan kesehatan masyarakat, serta berkolaborasi dengan pemerintah dalam mewujudkan Jakarta yang lebih maju dan sejahtera.*</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahjakarta.id/mui-dki-jakarta-dirikan-pusat-layanan-kesehatan-dan-pemberdayaan-keluarga-2/">MUI DKI Jakarta Dirikan Pusat Layanan Kesehatan dan Pemberdayaan Keluarga</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahjakarta.id">MAJALAH JAKARTA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahjakarta.id/mui-dki-jakarta-dirikan-pusat-layanan-kesehatan-dan-pemberdayaan-keluarga-2/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://majalahjakarta.id/go/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251210-WA0008.jpg" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Terpilih Secara Aklamasi oleh 13 Formatur: Kyai Didi Supandi Melanjutkan Kepemimpinan MUI Jakarta Timur 5 Tahun ke Depan</title>
		<link>https://majalahjakarta.id/terpilih-secara-aklamasi-oleh-13-formatur-kyai-didi-supandi-melanjutkan-kepemimpinan-mui-jakarta-timur-5-tahun-ke-depan/</link>
					<comments>https://majalahjakarta.id/terpilih-secara-aklamasi-oleh-13-formatur-kyai-didi-supandi-melanjutkan-kepemimpinan-mui-jakarta-timur-5-tahun-ke-depan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Nov 2025 07:47:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[MUI]]></category>
		<category><![CDATA[MUI DKI]]></category>
		<category><![CDATA[MUI Jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://majalahjakarta.id/?p=89510</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA &#8211; Musyawarah Daerah (MUSDA) VI Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Administrasi Jakarta Timur menetapkan kembali Assoc. Prof. Dr. Didi...</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahjakarta.id/terpilih-secara-aklamasi-oleh-13-formatur-kyai-didi-supandi-melanjutkan-kepemimpinan-mui-jakarta-timur-5-tahun-ke-depan/">Terpilih Secara Aklamasi oleh 13 Formatur: Kyai Didi Supandi Melanjutkan Kepemimpinan MUI Jakarta Timur 5 Tahun ke Depan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahjakarta.id">MAJALAH JAKARTA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://majalahjakarta.com"><strong>JAKARTA</strong></a> &#8211; Musyawarah Daerah (MUSDA) VI Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Administrasi Jakarta Timur menetapkan kembali Assoc. Prof. Dr. Didi Supandi, M.Ag., sebagai Ketua MUI Jakarta Timur untuk periode 2025–2030. Penetapan ini lahir dari sidang formatur yang berlangsung penuh kebersamaan, di mana seluruh 13 anggota formatur secara bulat menyampaikan dukungan aklamasi kepada beliau.</p>
<p>Pelaksanaan MUSDA VI digelar di dua lokasi. Pembukaan resmi dilakukan di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, tempat Wali Kota Munjirin memulai rangkaian acara dengan sambutan dan pembukaan resmi. Setelah itu, kegiatan berlanjut di Putri Duyung Ancol, yang menjadi pusat penyelenggaraan Sidang Komisi dan Sidang Formatur.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-post-89510 wp-image-89512" src="https://majalahjakarta.id/go/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251130-WA0007_copy_640x360.jpg" alt="" width="640" height="360" srcset="https://majalahjakarta.id/go/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251130-WA0007_copy_640x360.jpg 640w, https://majalahjakarta.id/go/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251130-WA0007_copy_640x360-400x225.jpg 400w, https://majalahjakarta.id/go/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251130-WA0007_copy_640x360-250x140.jpg 250w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></p>
<p>Acara pembukaan turut dihadiri berbagai tokoh penting, mulai dari Dewan Pertimbangan MUI, pimpinan FKUB, pengurus MUI DKI Jakarta, Kapolres Metro Jakarta Timur, pimpinan DMI, Kemenag Jakarta Timur, hingga para kiai, tokoh masyarakat, dan pimpinan ormas Islam. Kehadiran mereka mencerminkan dukungan kolektif terhadap upaya memperkuat peran ulama dalam kehidupan masyarakat.</p>
<p>Sidang Formatur yang berlangsung pada 29–30 November 2025 dipimpin KH. Syamsul Ma’arif dari MUI Provinsi DKI Jakarta. Seluruh proses berjalan tertib dan mengedepankan adab musyawarah. Para formatur menyampaikan pandangan dan catatan strategis untuk pengembangan MUI Jakarta Timur lima tahun ke depan, yang kemudian dihimpun dalam Notulensi Sidang Formatur ke-13.</p>
<p>Dalam pandangan mayoritas formatur, MUI Jakarta Timur membutuhkan sosok pemimpin yang berkeadaban, berwawasan kebangsaan, memiliki kapasitas keilmuan, serta kemampuan manajerial yang kuat. Rekam jejak Assoc. Prof. Dr. Didi Supandi selama memimpin MUI Jakarta Timur dinilai selaras dengan seluruh kriteria tersebut, sehingga dukungan aklamasi mengalir dengan sendirinya melalui prinsip musyawarah mufakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-post-89510 wp-image-89514" src="https://majalahjakarta.id/go/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251130-WA0006_copy_640x360.jpg" alt="" width="640" height="360" srcset="https://majalahjakarta.id/go/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251130-WA0006_copy_640x360.jpg 640w, https://majalahjakarta.id/go/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251130-WA0006_copy_640x360-400x225.jpg 400w, https://majalahjakarta.id/go/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251130-WA0006_copy_640x360-250x140.jpg 250w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></p>
<p>Komposisi Formatur MUSDA VI MUI Kota Jakarta Timur:</p>
<p>1. Ahmad Solahudin – Unsur Dewan Pertimbangan (Perwakilan Wali Kota Jakarta Timur)</p>
<p>2. Dr. KH. Didi Supandi, Lc., M.A. – Ketua Umum Demisioner</p>
<p>3. KH. Arif Fauzan, S.E., M.M. – Sekretaris Umum Demisioner</p>
<p>4. Ust. Irfanullah, M.B.A. – Bendahara Umum Demisioner</p>
<p>5. KH. Anwar Islami – Ketua MUI Kecamatan</p>
<p>6. KH. Akmal Sidik – Ketua MUI Kecamatan</p>
<p>7. KH. Hasan Bisri – Ketua MUI Kecamatan</p>
<p>8. KH. Abdul Rozak – MUI Kecamatan</p>
<p>9. Hj. Siti Raudhoh Hasbiallah – Tokoh Ormas Islam/Pontren</p>
<p>10. KH. Ahmad Wahyuddin – Tokoh Ormas Islam/Pontren</p>
<p>11. Husni Mubarak Amir – Unsur NU</p>
<p>12. SM Hasyir – Unsur Muhammadiyah</p>
<p>13. Ustadzah Atifah Hasan – Tokoh Ormas Islam/Pontren</p>
<p>Susunan formatur ini mencerminkan representasi yang lengkap dari unsur internal MUI, kecamatan, serta tokoh-tokoh ormas Islam seperti NU dan Muhammadiyah. Karena itulah keputusan aklamasi memiliki legitimasi yang kuat dan mencerminkan suara kelembagaan secara menyeluruh.</p>
<p>Melalui MUSDA VI, para formatur menitipkan harapan agar MUI Jakarta Timur dapat memperkuat peran ulama sebagai pembimbing umat, membangun sinergi yang lebih erat dengan pemerintah, pesantren, dan ormas Islam, serta menjaga marwah lembaga melalui pelayanan keagamaan yang semakin baik. Mereka juga berharap program kerja MUI ke depan lebih responsif terhadap dinamika sosial dan mampu menjadi pusat penguatan nilai-nilai Islam yang moderat, teduh, inklusif, dan berkemajuan.</p>
<p>Terpilihnya kembali Assoc. Prof. Dr. Didi Supandi, M.Ag., diharapkan dapat menjadi momentum untuk melanjutkan langkah-langkah strategis dalam memperkuat kelembagaan serta memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan umat Islam di Jakarta Timur.</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahjakarta.id/terpilih-secara-aklamasi-oleh-13-formatur-kyai-didi-supandi-melanjutkan-kepemimpinan-mui-jakarta-timur-5-tahun-ke-depan/">Terpilih Secara Aklamasi oleh 13 Formatur: Kyai Didi Supandi Melanjutkan Kepemimpinan MUI Jakarta Timur 5 Tahun ke Depan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahjakarta.id">MAJALAH JAKARTA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahjakarta.id/terpilih-secara-aklamasi-oleh-13-formatur-kyai-didi-supandi-melanjutkan-kepemimpinan-mui-jakarta-timur-5-tahun-ke-depan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://majalahjakarta.id/go/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251130-WA0008_copy_640x360.jpg" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>MUI Jakarta Bekali Ormas dan Generasi Muda Cara Buat Konten Menarik dan Disukai</title>
		<link>https://majalahjakarta.id/mui-jakarta-bekali-ormas-dan-generasi-muda-cara-buat-konten-menarik-dan-disukai/</link>
					<comments>https://majalahjakarta.id/mui-jakarta-bekali-ormas-dan-generasi-muda-cara-buat-konten-menarik-dan-disukai/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Nov 2025 03:55:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[DKI Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[MUI]]></category>
		<category><![CDATA[MUI DKI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://majalahjakarta.id/?p=89121</guid>

					<description><![CDATA[<p>MUI DKI Jakarta melalui bidang infokom menyelenggarakan Workshop Konten Kreator: Sejarah Perkembangan Islam di Jakarta dengan tema Create &#038; Captivate</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahjakarta.id/mui-jakarta-bekali-ormas-dan-generasi-muda-cara-buat-konten-menarik-dan-disukai/">MUI Jakarta Bekali Ormas dan Generasi Muda Cara Buat Konten Menarik dan Disukai</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahjakarta.id">MAJALAH JAKARTA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://majalahjakarta.id"><strong>JAKARTA</strong></a> &#8211; Dalam rangka meningkatkan literasi sejarah sekaligus memperkuat peran generasi muda dalam dakwah digital, MUI DKI Jakarta melalui bidang infokom menyelenggarakan Workshop Konten Kreator: Sejarah Perkembangan Islam di Jakarta dengan tema Create &amp; Captivate Membuat Konten Menarik dan Disukai, di Sunlake Hotel, Jakarta, Kamis (20/11/25).</p>
<p>Workshop ini dirancang untuk mendorong generasi muda menelusuri sejarah perkembangan islam di Jakarta dalam format digital yang kreatif seperti video pendek, reels, hingga narasi dengan hook yang memikat.</p>
<p>Acara ini menghadirkan tiga narasumber yaitu, peneliti sejarah ulama betawi, KH. Rahmad Zailani Kiki, Ketua Komisi Infokom MUI DKI Jakarta, Raihan Febriansyah dan Konten kreator, Historycal Traveller sekaligus praktisi digital Rizky Ramadhani. Dengan peserta, mahasiswa, ormas dan pendakwah di Jakarta.</p>
<p>Peserta mendapat materi wawasan sejarah sekaligus keterampilan produksi konten yang menarik dan disukai serta relevan dengan perkembangan era digital.</p>
<p>Selain penguatan pengetahuan sejarah, peserta juga mendapatkan pelatihan mulai dari storytelling digital, teknik riset konten, produksi konten video, hingga strategi agar konten edukatif tetap menarik bagi audiens muda.</p>
<p>Para narasumber menekankan pentingnya akurasi dan tanggung jawab dalam menyampaikan informasi sejarah, terutama di era banjir informasi dan maraknya misinformasi.</p>
<p>Wakil Ketua Umum MUI DKI Jakarta, KH. Yusuf Aman, MA yang membuka kegiatan mengatakan dengan workshop konten digital ini membuktikan bahwa MUI bukan hanya soal fatwa. Tapi juga menangani dampak globalisasi, termasuk era digital.</p>
<p>“Generasi muda harus kuat fisik, kuat nalar, dan kuat menjaga diri untuk tetap menjadi teladan dan dapat dipercaya. Pemuda tidak hanya piawai membuat konten, tapi juga penggerak utama membentuk opini,” ucapnya.</p>
<p>Ditambahkannya bahwa islam tidak mengikuti zaman, tapi tidak pernah ketinggalan zaman. Islam hadir memelihara zaman.</p>
<p>“Peran konten kreator yang menghasilkan pengetahuan, berkualitas, sekaligus menghibur dapat menjadi sedeqah. Dengan memahami peran dan tantangan dunia konten kreator, kita bisa lebih apresiatif dan mendukungnya dalam menciptakan konten yang lebih baik.” pungkas kiyai Yusuf aman yang juga merupakan Ketua FKUB DKI Jakarta itu.</p>
<p>Ketua Bidang Infokom MUI DKI Jakarta, Dr. M. Faiz Rafdhi M. Kom, mengatakan sudah saatnya konten digital dipenuhi dengan konten edukatif dan bernilai. MUI harus memasuki dunia maya agar bisa mendominasi mesin pencarian dengan data dan konten yang bermutu dan bermanfaat. Tidak hanya sekedar viral tapi juga tetap bernilai dan dapat dipertanggung jawabkan.</p>
<p>“Generasi muda adalah garda terdepan dakwah digital. Dengan pemahaman sejarah yang kuat, konten mereka tidak hanya viral, tetapi juga bernilai,” ujarnya dalam sambutannya.</p>
<p>Acara ini diharapkan dapat mendorong lahirnya kreator konten muda yang memahami akar sejarah Islam di Jakarta. Menghidupkan kembali semangat dakwah yang informatif, kreatif, dan santun. Menjadikan media sosial sebagai ruang edukasi yang inspiratif dan menyejukkan serta menguatkan kolaborasi antara komunitas sejarah, ormas Islam, dan kreator digital.</p>
<p>Dengan terselenggaranya workshop ini, penyelenggara berharap kiprah ormas dan generasi muda Jakarta semakin banyak yang berkarya, bercerita, dan menyebarkan pesan kebaikan melalui konten kreatif yang bermutu.*</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahjakarta.id/mui-jakarta-bekali-ormas-dan-generasi-muda-cara-buat-konten-menarik-dan-disukai/">MUI Jakarta Bekali Ormas dan Generasi Muda Cara Buat Konten Menarik dan Disukai</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahjakarta.id">MAJALAH JAKARTA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahjakarta.id/mui-jakarta-bekali-ormas-dan-generasi-muda-cara-buat-konten-menarik-dan-disukai/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://majalahjakarta.id/go/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251121-WA0010_copy_640x480.jpg" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Luncurkan Program Duta Halal, MUI DKI Perkuat Peran Edukasi dan Bangun Ekosistem Halal di Ibu Kota</title>
		<link>https://majalahjakarta.id/luncurkan-program-duta-halal-mui-dki-perkuat-peran-edukasi-dan-bangun-ekosistem-halal-di-ibu-kota/</link>
					<comments>https://majalahjakarta.id/luncurkan-program-duta-halal-mui-dki-perkuat-peran-edukasi-dan-bangun-ekosistem-halal-di-ibu-kota/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Aug 2025 03:26:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Halal]]></category>
		<category><![CDATA[Halal]]></category>
		<category><![CDATA[industri halal]]></category>
		<category><![CDATA[MUI]]></category>
		<category><![CDATA[MUI DKI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://majalahjakarta.id/?p=88086</guid>

					<description><![CDATA[<p>Program ini diharapkan dapat mendorong Jakarta menjadi provinsi percontohan dalam penguatan industri halal dan perlindungan konsumen muslim</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahjakarta.id/luncurkan-program-duta-halal-mui-dki-perkuat-peran-edukasi-dan-bangun-ekosistem-halal-di-ibu-kota/">Luncurkan Program Duta Halal, MUI DKI Perkuat Peran Edukasi dan Bangun Ekosistem Halal di Ibu Kota</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahjakarta.id">MAJALAH JAKARTA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Program ini diharapkan dapat mendorong Jakarta menjadi provinsi percontohan dalam penguatan industri halal dan perlindungan konsumen muslim</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://majalahjakarta.id/"><strong>JAKARTA</strong></a> &#8211; Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi DKI Jakarta secara resmi meluncurkan program Duta Halal MUI DKI Jakarta, sebagai salah satu langkah strategis dalam memperkuat peran dakwah halal dan membangun ekosistem halal yang berkelanjutan di wilayah DKI Jakarta.</p>
<p>Acara launching yang digelar di Jakarta Utara ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Umum MUI Provinsi DKI Jakarta, KH. Auzai Mahfudz, dan dihadiri oleh berbagai tokoh penting dari jajaran MUI serta LPPOM MUI Provinsi DKI Jakarta.</p>
<p>Turut hadir dalam kegiatan ini, Ketua Umum MUI Kota Jakarta Utara KH. Ibnu Abidin, Wakil Ketua MUI Kota Jakarta Utara KH. Sodikin Marzuki, serta jajaran Pimpinan LPPOM MUI DKI Jakarta: Drg. Deden Edi Soetrisna, KH. Dr. Abi Ikwanuddin (Wakil Direktur LPPOM sekaligus Bendahara Umum MUI Provinsi DKI Jakarta), dan KH. Abdul Muin, M.Pd.</p>
<p>Sebanyak 70 pengurus MUI Kota dan Kecamatan se-Jakarta Utara turut hadir dalam kegiatan ini sebagai bagian dari penguatan sinergi kelembagaan untuk mendorong kesadaran dan kepatuhan terhadap Jaminan Produk Halal di tengah masyarakat.</p>
<h3>Mewujudkan Dakwah Halal yang Masif dan Terstruktur</h3>
<p>Dalam sambutannya, KH. Auzai Mahfudz menegaskan bahwa salah satu tugas utama MUI adalah menyampaikan dakwah tentang halal kepada masyarakat. Program Duta Halal ini diharapkan menjadi bentuk nyata dari pelaksanaan tugas dakwah tersebut, sehingga peran MUI akan semakin dirasakan langsung oleh masyarakat luas, terutama dalam hal pembinaan dan edukasi halal.</p>
<p>Sementara itu, Drg. Deden Edi Soetrisna menegaskan bahwa kehadiran Duta Halal merupakan langkah konkret dalam memperluas jangkauan edukasi halal di masyarakat, baik kepada konsumen maupun para pelaku usaha.</p>
<p>“Program Duta Halal ini kami rancang untuk mendorong sosialisasi halal yang lebih luas dan masif. Ini juga merupakan bagian dari upaya bersama kita dalam membangun ekosistem halal khususnya di Jakarta, agar masyarakat dan pelaku usaha semakin memahami pentingnya jaminan produk halal sesuai amanat Undang-Undang No. 33 Tahun 2014,” ungkap Deden.</p>
<p>Ia juga menambahkan bahwa LPPOM MUI, sebagai lembaga pelopor sertifikasi halal di Indonesia, akan terus menjaga amanah dan kepercayaan masyarakat melalui layanan yang profesional dan berintegritas, serta berkomitmen melindungi umat dari produk yang tidak halal.</p>
<h4>Langkah Awal Menuju Kota Halal</h4>
<p>Program Duta Halal MUI DKI Jakarta ini akan menyasar berbagai sektor, mulai dari makanan dan minuman, jasa logistik, pengolahan daging, hingga UMKM. Para Duta Halal akan menjadi mitra strategis dalam mendampingi pelaku usaha agar lebih siap memenuhi kewajiban sertifikasi halal.</p>
<p>Dengan kolaborasi lintas struktur MUI, program ini diharapkan dapat mendorong Jakarta menjadi provinsi percontohan dalam penguatan industri halal dan perlindungan konsumen muslim.</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahjakarta.id/luncurkan-program-duta-halal-mui-dki-perkuat-peran-edukasi-dan-bangun-ekosistem-halal-di-ibu-kota/">Luncurkan Program Duta Halal, MUI DKI Perkuat Peran Edukasi dan Bangun Ekosistem Halal di Ibu Kota</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahjakarta.id">MAJALAH JAKARTA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahjakarta.id/luncurkan-program-duta-halal-mui-dki-perkuat-peran-edukasi-dan-bangun-ekosistem-halal-di-ibu-kota/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://i2.wp.com/majalahbogor.com/go/wp-content/uploads/2025/08/Gambar-WhatsApp-2025-08-07-pukul-10.15.42_415d9fa3-FILEminimizer.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>MUI DKI Jakarta Soroti Perundungan di Lembaga Pendidikan</title>
		<link>https://majalahjakarta.id/mui-dki-jakarta-soroti-perundungan-di-lembaga-pendidikan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Aug 2024 06:07:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[JABOTABEK]]></category>
		<category><![CDATA[MUI DKI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=73771</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta menggelar Diskusi Dakwah Terintegrasi dengan tema &#8220;Anti Bullying di Lingkungan Pondok Pesantren&#8221;...</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahjakarta.id/mui-dki-jakarta-soroti-perundungan-di-lembaga-pendidikan/">MUI DKI Jakarta Soroti Perundungan di Lembaga Pendidikan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahjakarta.id">MAJALAH JAKARTA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><b>JAKARTA </b></a>– Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta menggelar Diskusi Dakwah Terintegrasi dengan tema &#8220;Anti Bullying di Lingkungan Pondok Pesantren&#8221; yang berlangsung di Aula Buya Hamka YPI Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.</p>
<p>Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang mendalam kepada para pengelola lembaga pendidikan Islam, khususnya pesantren, mengenai permasalahan bullying baik dari aspek teoritis maupun psikologis, serta pentingnya perhatian serius terhadap isu ini.</p>
<p>Sekretaris MUI DKI Jakarta, KH Auza&#8217;i Mahfuzh, dalam sambutannya menekankan bahwa fenomena bullying memang terjadi di lingkungan pesantren dan perlu mendapatkan perhatian khusus.</p>
<p>“Kita harus mengakui bahwa bullying itu ada di lingkungan pesantren. Kita harus mengakui cara didik orang tua kita di pesantren ada sedikit yang perlu kita koreksi, meskipun itu bukan berarti hal yang jelek. Tetapi sudah tidak sesuai dengan zaman,” ujarnya. (15/8/24)</p>
<p>Kiai Auza&#8217;i juga menyatakan bahwa pesantren harus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman agar tetap relevan, terutama dalam metode pendidikan para santri. Menurutnya, pendekatan klasik yang cenderung keras perlu diubah menjadi pendekatan yang lebih humanis.</p>
<p>&#8220;Pesantren merupakan benteng terakhir budaya Islam dan benteng persatuan bangsa Indonesia,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Kiai Auza&#8217;i menjelaskan kedudukan bullying dalam agama Islam, menegaskan bahwa Islam secara tegas melarang tindakan pembulian. Ia menyebut bullying sebagai perbuatan jahiliah, mengutip sebuah kisah dari masa Nabi Muhammad Saw. yang melibatkan sahabat Abu Dzar Al-Ghifari dan Bilal bin Rabah.</p>
<p>“Dalam suatu perselisihan pendapat di sebuah majelis yang tidak dihadiri Rasulullah Saw., Abu Dzar menghina Bilal dengan sebutan Ibnu As-Sauda (anak budak berkulit hitam). Hal itu sampai ke telinga Rasulullah Saw. dan beliau mengatakan kepada Abu Dzar, &#8216;sesungguhnya di dalam dirimu masih ada sifat jahiliah&#8217;. Akhirnya, Abu Dzar meminta maaf dan bahkan meminta agar Bilal menginjak pipinya,” tutur Kiai Auza&#8217;i.</p>
<p>Maka dari itu, Sekretaris MUI DKI Jakarta, KH Auza&#8217;i Mahfuzh, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini menjadi bahan introspeksi dan pembelajaran bagi para pendidik, guna meningkatkan pengawasan serta pembinaan terhadap anak didik.</p>
<p>&#8220;Mudah-mudahan ini bisa menjadi introspeksi kita untuk membuat anak didik menjadi lebih baik,&#8221; ujar Kiai Auza&#8217;i.</p>
<p>Dalam acara tersebut, perwakilan UNICEF Indonesia, Muhammad Zubaidi, menambahkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menambah wawasan terkait kondisi psikologis anak-anak korban bullying. Hal ini diharapkan membantu pengelola lembaga pendidikan dalam menangani masalah bullying secara lebih efektif dan tepat.</p>
<p>&#8220;Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa generasi penerus kita menjadi generasi yang siap dan kuat untuk menggenggam amanah bangsa ke depan,&#8221; jelas Zubaidi.</p>
<p>Ia juga menegaskan komitmen UNICEF untuk melanjutkan kerjasama dengan MUI DKI Jakarta dalam hal edukasi terkait anak. &#8220;Kami UNICEF Indonesia siap memberikan edukasi, dan mudah-mudahan ke depan bisa terus bekerjasama,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Perwakilan Kanwil Kemenag DKI Jakarta, Saiful Amri, dalam paparannya menjelaskan bahwa bullying merupakan masalah yang ada di berbagai lembaga pendidikan, termasuk di sekolah, madrasah, dan pesantren.</p>
<p>Ia mencatat bahwa kasus bullying di pesantren mengalami peningkatan selama masa pandemi COVID-19, di mana pembatasan penjengukan membuat anak-anak kurang terpantau oleh orang tua mereka.</p>
<p>&#8220;Hampir semua pesantren membatasi penjengukan karena COVID-19. Sehingga, anak tidak terkontrol oleh orang tua dan tidak bisa bercerita kepada mereka,&#8221; jelas Saiful.</p>
<p>Ia menyoroti satu kasus tragis di mana bullying di pesantren berujung pada tindakan bunuh diri. Menurutnya, kejadian seperti itu tidak boleh terulang lagi. Oleh karena itu, Saiful mengapresiasi inisiatif MUI DKI Jakarta yang menggandeng UNICEF Indonesia dalam kegiatan ini.</p>
<p>&#8220;Apa yang digagas oleh MUI untuk mencegah bullying di pesantren mesti kita sambut secara positif. Semoga dari acara ini, bisa menjadi kontribusi dan referensi untuk mengatasi bullying di pesantren,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Kepala Biro Dikmental DKI Jakarta, Aceng Zaini, juga menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. Ia menyatakan bahwa pihaknya siap mendukung program edukasi serupa di berbagai segmen pendidikan seperti sekolah, madrasah, pesantren, dan majelis ta&#8217;lim.</p>
<p>&#8220;Bullying banyak terjadi di pesantren yang tidak terekspos,&#8221; ungkap Aceng, sembari mengajak pengelola pesantren untuk terus meningkatkan manajemen serta pengawasan terhadap santri.</p>
<p>&#8220;Manajemen harus betul-betul diperhatikan, dan pengurus pesantren harus selalu hadir saat santri masuk,&#8221; tegas Aceng.</p>
<p>Kegiatan ini diakhiri dengan diskusi bertema Anti Bullying menurut agama Islam oleh KH Muhammad Faiz Syukron Makmun, serta perspektif psikologi oleh Ketua Komite PRA dan Kesehatan Mental, Hena Rustiana, dengan moderator KH Rakhmad Zailani Kiki.</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahjakarta.id/mui-dki-jakarta-soroti-perundungan-di-lembaga-pendidikan/">MUI DKI Jakarta Soroti Perundungan di Lembaga Pendidikan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahjakarta.id">MAJALAH JAKARTA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i2.wp.com/res.cloudinary.com/do6bpzgvl/images/v1723802485/Screenshot_20240816-164446_copy_720x492/Screenshot_20240816-164446_copy_720x492.jpg?_i=AA&#038;ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
	</channel>
</rss>
