<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sampah Depok &#8211; MAJALAH JAKARTA</title>
	<atom:link href="https://majalahjakarta.id/tag/sampah-depok/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://majalahjakarta.id</link>
	<description>Portal Berita Jakarta dan Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Aug 2024 01:12:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.2</generator>

<image>
	<url>https://majalahjakarta.id/go/wp-content/uploads/2025/08/MJ-100x100.jpg</url>
	<title>Sampah Depok &#8211; MAJALAH JAKARTA</title>
	<link>https://majalahjakarta.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pemkot Depok Bentuk Tim Khusus Percepat Penanganan Sampah</title>
		<link>https://majalahjakarta.id/pemkot-depok-bentuk-tim-khusus-percepat-penanganan-sampah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Aug 2024 01:12:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah Depok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=74459</guid>

					<description><![CDATA[Satgas Penanganan Persampahan Tingkat Kota Depok yang melibatkan semua Perangkat Daerah]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK</strong> </a>&#8211; Percepat penanganan sampah, Pemerintah Kota (Depok) melakukan rapat koordinasi (rakor) Penanganan Persampahan di Ruang Edelweis, Lantai 5 Balai Kota Depok, Selasa (27/08/24).</p>
<p>Dalam rapat tersebut, dibentuk Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Persampahan Tingkat Kota Depok yang melibatkan semua Perangkat Daerah (PD) di lingkungan Pemkot Depok, baik di hulu ataupun di hilir. Yang diketuai oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Pengembangan Daerah (Bappeda) Kota Depok, Dadang Wihana.</p>
<p>Selain PD, Pemkot Depok juga akan melibatkan seluruh stakeholder lainnya, termasuk masyarakat.</p>
<p>&#8220;Tentunya agar sampah yang diproduksi oleh warga dapat dikelola di tingkat RW dengan arahan dari kelurahan dan kecamatan,&#8221; tutur Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Depok, Nina Suzana, usai rakor.</p>
<p>Nantinya satgas ini, lanjut Nina, akan mengumpulkan data yang berkaitan dengan masalah persampahan. Kemudian, satgas juga akan memetakan masalah dan mencarikan solusi atas permasalahan yang berbeda-beda di tiap wilayahnya.</p>
<p>&#8220;Jadi masing-masing kelurahan atau RW tidak harus sama penyelesaiannya. Intinya sampah yang dihasilkan masyarakat bisa dikelola dan bernilai,&#8221; terangnya.</p>
<p>&#8220;Sehingga sampah yang disetor ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung sudah berkurang, tinggal residunya saja,&#8221; kata Nina Suzana.</p>
<p>Setiap PD sudah dibagi menjadi penanggung jawab di tiap kecamatan.</p>
<p>&#8220;Di samping menjadi kepala dinas, tetapi juga punya tanggung jawab terkait penamganan sampah,&#8221; ujar Nina Suzana.</p>
<p>Dirinya menambahkan, selain penanganan sampah di hilir, penanganan sampah di hulu juga harus dilakukan secara simultan. Jika ini bisa dilakukan dengan baik akan mengurangi beban TPA Cipayung.</p>
<p>&#8220;Kita berharap kalau di hulunya penanganan kita lakukan, di hilirnya beban TPA kita akan berkurang,&#8221; ucap dia.</p>
<p>Nina Suzana menambahkan, satgas juga akan melakukan penertiban TPA-TPA liar. Sebab, terindikasi ada sampah dari Depok dan luar Depok yang dibuang di TPA liar.</p>
<p>&#8220;Di TPA liar ada indikasi sampah dari Depok dan luar Depok, ini yang kita tertibkan. Kita hanya menerima sampah dari Depok,&#8221; jelas dia</p>
<p>&#8220;Termasuk juga di TPA Cipayung ada indikasi armada-armada yang dari luar Depok. Ini yang mau kita tertibkan,&#8221; tutup Nina Suzana.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i1.wp.com/mediaindonesia.com/cdn-cgi/image/width=800,quality=80,format=webp/https://asset.mediaindonesia.com/news/2023/07/7cbbf85e5d201cebc0d0d57fa1ac01ad.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Tak Kuat Bau Menyengat, Warga Tutup Paksa TPA Liar di Cinere</title>
		<link>https://majalahjakarta.id/tak-kuat-bau-menyengat-warga-tutup-paksa-tpa-liar-di-cinere/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Aug 2024 06:58:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Cinere]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah Depok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=74235</guid>

					<description><![CDATA[Sejumlah warga menggelar aksi demonstrasi dan penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) liar di wilayah Cinere, Kota Depok]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK</strong> </a>&#8211; Sejumlah warga menggelar aksi demonstrasi dan penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) liar di wilayah Cinere, Kota Depok, Jawa Barat pada Sabtu (24/8/2024).</p>
<p>Warga terlihat mendatangi lokasi TPA liar yang tak jauh dari Samsat Cinere dengan mengenakan seragam merah-putih.</p>
<p>Tak hanya itu, mereka juga telah menyiapkan alat berat jenis excavator untuk menutup akses menuju TPA liar tersebut.</p>
<p>Saat dilakukan penutupan, sempat terjadi cekcok hingga saling dorong antara warga dan pengelola TPA liar hingga membuat suasana mencekam.</p>
<p>Pihak kepolisian pun mencoba menengarai kedua belah pihak sebelum terjadi bentrokan yang fatal.</p>
<p>Meski sempat ricuh, penutupan TPA liar tetap dilanjutkan dengan membangun portal besi untuk menghalangi truk pengangkut sampah melintas.</p>
<p><img decoding="async" class="size-full aligncenter" src="https://assets.promediateknologi.id/crop/0x0:0x0/750x500/webp/photo/2023/03/10/7a65c583-9ec8-478b-ba3c-0d6331744186-464990511.jpg" /></p>
<p>Ketua RT 05/RW 05 Kelurahan Limo, Dodi Arianto menjelaskan, keberadaan TPA liar di lingkungannya telah lama meresahkan warga.</p>
<p>Pasalnya, asap pembakaran sampah di TPA liar tersebut membuat udara tercemar bahkan menyebabkan penyakit.</p>
<p>“Warga menolak keberadaan teh TPA liar karena polusi dan bau sampah,” kata Dodi di lokasi.</p>
<p>Dodi menjelaskan, keberadaan TPA liar di Limo sudah berlangsung sejak tahun 2009 dan beberapa kali Pemerintah Kota (Pemkot) Depok.</p>
<p>“Jadi memang sudah beberapa kali ditutup tapi jebol lagi, akhirnya ini warga mencoba menutup sendiri,” ungkapnya.</p>
<p>Dodi berharap, Pemkot Depok tegas melakukan penutupan TPA liar di Limo karena sudah lama menimbulkan polusi dan gangguan penyakit.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>TPA Cipayung Sudah Overload, Pemkot Depok Baru Mau Bangun TPST</title>
		<link>https://majalahjakarta.id/tpa-cipayung-sudah-overload-pemkot-depok-baru-mau-bangun-tpst/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 May 2024 03:08:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah Depok]]></category>
		<category><![CDATA[TPA Cipayung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=68733</guid>

					<description><![CDATA[TPA Cipayung, Kota Depok, sudah mengalami kelebihan kapasitas sampah dalam beberapa tahun ke belakang]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung, Kota Depok, sudah mengalami kelebihan kapasitas sampah dalam beberapa tahun ke belakang.</p>
<p>Pasalnya, 1.000 hingga 1.500 ton sampah berbagai jenis dibuang ke TPA Cipayung setiap harinya.</p>
<p>Kasubag Tata Usaha (TU) TPA Cipayung Yuyun Andiyana menjelaskan, kondisi kelebihan kapasitas tersebut sudah terjadi dalam beberapa tahun kebelakang.</p>
<p>Bahkan, tiga kolam tampung di TPA Cipayung sudah menjadi satu karena tertimbun gunungan sampah yang kian hari meninggi.</p>
<p>“Over capacity itu sudah beberapa tahun ya, saya tidak bisa menyebutkan pasti jumlahnya,” kata Yuyun, Selasa (14/5/2024).</p>
<p>Akibat TPA Cipayung yang kelebihan kapasitas, petugas harus bekerja lembur untuk menata gunungan sampah agar tidak Longsor.</p>
<p>Yuyun menambahkan, ketinggian gunungan sampah di TPA Cipayung mencapai 20 hingga 30 meter.</p>
<p>“Sampahnya juga kalau teman-teman tahu itu sudah luber kemana-mana, karena sampah dengan beratnya sendiri dia akan turun, apa lagi kalau kondisi hujan hanyut terbawa air secara perlahan,” pungkasnya.</p>
<h3>Pemkot Depok Baru Mau Bangun TPST</h3>
<p>Pemerintah Kota (Pemkot) Depok segera membangun Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) di area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung.</p>
<p>Pembangunan TPST ini dilakukan untuk mengurangi volume sampah di TPA Cipayung yang sudah melebihi kapasitas dalam beberapa tahun kebelakang.</p>
<p>Wali Kota Depok, Mohammad Idris menjelaskan, TPST tersebut nantinya akan dilengkapi dengan mesin canggih bernama refuse derived fuel (RDF).</p>
<p>Sistem pengolahan sampah berbasis RDF ini akan mengubah sampah organik menjadi bahan bakar.</p>
<p>“Kemarin kita berhasil membebaskan lahan 2 hektar, 1 hektar nanti untuk mesin RDF,” kata Idris di Tapos pada Senin (14/5/2024) malam.</p>
<p>Jika mesin ini sudah beroperasi, diklaim bisa mengolah sampah organik hingga 300 sampai 350 ton perhari.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i2.wp.com/awsimages.detik.net.id/visual/2023/05/31/seorang-pegiat-lingkungan-memegang-spanduk-saat-aksi-damai-di-tpa-cipayung-depok-provinsi-jawa-barat-indonesia-pada-31-mei-202_169.jpeg?w=800&#038;q=90&#038;ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
	</channel>
</rss>
