<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>UBN Arsip - MAJALAH JAKARTA</title>
	<atom:link href="https://majalahjakarta.id/tag/ubn/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://majalahjakarta.id/tag/ubn/</link>
	<description>Portal Berita Jakarta dan Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 Mar 2026 22:30:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://majalahjakarta.id/go/wp-content/uploads/2025/08/MJ-100x100.jpg</url>
	<title>UBN Arsip - MAJALAH JAKARTA</title>
	<link>https://majalahjakarta.id/tag/ubn/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Idulfitri Usai, Silaturahim Ikut Selesai?</title>
		<link>https://majalahjakarta.id/idulfitri-usai-silaturahim-ikut-selesai/</link>
					<comments>https://majalahjakarta.id/idulfitri-usai-silaturahim-ikut-selesai/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Mar 2026 22:30:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Oase]]></category>
		<category><![CDATA[Bachtiar Natsir]]></category>
		<category><![CDATA[UBN]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://majalahjakarta.id/?p=92717</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: KH Bachtiar Nasir Mari kita jujur pada diri sendiri, mengapa semangat takwa dan silaturahim sering hanya terasa hangat saat...</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahjakarta.id/idulfitri-usai-silaturahim-ikut-selesai/">Idulfitri Usai, Silaturahim Ikut Selesai?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahjakarta.id">MAJALAH JAKARTA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Oleh: KH Bachtiar Nasir</strong></em></p>
<p>Mari kita jujur pada diri sendiri, mengapa semangat takwa dan silaturahim sering hanya terasa hangat saat Ramadan dan Syawal? Setelah itu, perlahan memudar, bahkan hilang tanpa terasa. Padahal, takwa bukan ibadah musiman, dan silaturahim bukan tradisi tahunan.</p>
<p>Takwa adalah bukti cinta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ia seharusnya hidup dalam setiap keputusan, ucapan, dan sikap kita. Allah berfirman:</p>
<p>يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ</p>
<p>“<em>Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya</em>.” (QS Ali Imran: 102)</p>
<p>Jika takwa benar-benar tertanam, ia akan melahirkan akhlak yang konsisten, termasuk dalam menjaga hubungan dengan sesama manusia.</p>
<p>Begitu pula dengan silaturahim. Ia bukan sekadar ritual maaf-maafan saat Idulfitri atau ajang kumpul keluarga setahun sekali. Silaturahim adalah komitmen jangka panjang untuk tetap terhubung, peduli, dan hadir dalam kehidupan orang-orang terdekat kita, bahkan ketika tidak ada momen besar.</p>
<p>Al-Qur’an menegaskan bahwa menjaga hubungan keluarga adalah bagian dari ketakwaan:</p>
<p>وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ</p>
<p>“<em>Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan peliharalah hubungan kekeluargaan</em>…” (QS An-Nisa: 1)</p>
<p>Bahkan, Allah memperingatkan keras bagi mereka yang merusak hubungan tersebut.</p>
<p>فَهَلْ عَسَيْتُمْ إِن تَوَلَّيْتُمْ أَن تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ وَتُقَطِّعُوا أَرْحَامَكُمْ</p>
<p>“<em>Maka apakah sekiranya kamu berkuasa, kamu akan berbuat kerusakan di bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan?</em>” (QS Muhammad: 22)</p>
<p>Ironisnya, banyak orang begitu hangat saat Syawal, tetapi kembali dingin setelahnya. Grup WhatsApp keluarga kembali sepi, pesan tak lagi dibalas, dan kabar kerabat sering terlewat. Silaturahim akhirnya hanya menjadi formalitas, bukan kebutuhan ruhani.</p>
<p>Padahal, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan janji yang sangat nyata.</p>
<p>مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ</p>
<p>“<em>Barang siapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahim</em>.” (HR Bukhari dan Muslim)*</p>
<p>Artinya, silaturahim bukan hanya bernilai pahala, tetapi juga menghadirkan keberkahan nyata dalam hidup.</p>
<p>Lebih dalam lagi, dalam hadis qudsi Allah berfirman:</p>
<p>أَنَا الرَّحْمَنُ، وَهِيَ الرَّحِمُ، شَقَقْتُ لَهَا اسْمًا مِنِ اسْمِي، فَمَنْ وَصَلَهَا وَصَلْتُهُ، وَمَنْ قَطَعَهَا بَتَتُّهُ</p>
<p>“<em>Aku adalah Ar-Rahman, dan rahim (kekerabatan) Aku ciptakan dari nama-Ku. Barang siapa menyambungnya, Aku akan menyambungnya. Barang siapa memutuskannya, Aku akan memutusnya</em>.” (HR Bukhari)*</p>
<p>Namun tantangan terbesar justru muncul ketika hubungan tidak berjalan baik. Tidak semua keluarga hangat, tidak semua kerabat membalas kebaikan. Di sinilah kualitas iman diuji.</p>
<p>Rasulullah menegaskan:</p>
<p>لَيْسَ الْوَاصِلُ بِالْمُكَافِئِ، وَلَكِنَّ الْوَاصِلَ الَّذِي إِذَا قُطِعَتْ رَحِمُهُ وَصَلَهَا</p>
<p>“<em>Bukanlah orang yang menyambung silaturahim itu yang sekadar membalas, tetapi yang tetap menyambung ketika diputuskan</em>.” (HR Bukhari)*</p>
<p>Bahkan ketika kita diperlakukan buruk, Rasulullah tetap memberi kabar gembira:</p>
<p>لَئِنْ كُنْتَ كَمَا قُلْتَ فَكَأَنَّمَا تُسِفُّهُمُ الْمَلَّ</p>
<p>“<em>Jika engkau seperti yang engkau katakan, maka seakan-akan engkau menaburkan abu panas ke wajah mereka</em>…” *(HR Muslim)*</p>
<p>Ini menunjukkan bahwa menjaga silaturahim bukan soal perasaan, tetapi pilihan iman.</p>
<p>Kisah Abu Bakar Ash-Shiddiq juga menjadi pelajaran besar. Meski disakiti oleh kerabatnya, ia tetap memaafkan dan membantu. Sikap ini sejalan dengan firman Allah:</p>
<p>وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا أَلَا تُحِبُّونَ أَن يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ</p>
<p>“<em>Hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Tidakkah kamu ingin Allah mengampunimu</em>?” (QS An-Nur: 22)</p>
<h3>Konsistensi</h3>
<p>Hari ini, menjaga silaturahim sebenarnya tidak sulit. Tidak harus dengan pertemuan besar. Cukup dengan pesan singkat, telepon, atau sekadar menanyakan kabar.</p>
<p>Yang sulit bukan caranya, tetapi konsistensinya.</p>
<p>Karena itu, jangan jadikan silaturahim sebagai agenda musiman. Jadikan ia sebagai bagian dari hidup. Jangan menunggu momen, tapi ciptakan momen.</p>
<p>Jika kita ingin hidup lebih berkah, hati lebih tenang, dan hubungan lebih hangat, maka rawatlah silaturahim. Bahkan ketika tidak ada alasan dunia untuk melakukannya.</p>
<p>Sebab pada akhirnya, yang dinilai bukan seberapa sering kita bertemu, tetapi seberapa tulus kita menjaga hubungan karena Allah. _Wallahu a’lam bish shawab_.**</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahjakarta.id/idulfitri-usai-silaturahim-ikut-selesai/">Idulfitri Usai, Silaturahim Ikut Selesai?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahjakarta.id">MAJALAH JAKARTA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahjakarta.id/idulfitri-usai-silaturahim-ikut-selesai/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://i1.wp.com/static.republika.co.id/uploads/images/inpicture_slide/ustadz-bachtiar-nasir-_121019211040-512.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Idulfitri di Tengah Ujian, UBN: Inilah Waktu Bangkit, Bukan Sekadar Merayakan</title>
		<link>https://majalahjakarta.id/idulfitri-di-tengah-ujian-ubn-inilah-waktu-bangkit-bukan-sekadar-merayakan/</link>
					<comments>https://majalahjakarta.id/idulfitri-di-tengah-ujian-ubn-inilah-waktu-bangkit-bukan-sekadar-merayakan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Mar 2026 02:40:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[UBN]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://majalahjakarta.id/?p=92694</guid>

					<description><![CDATA[<p>ACEH TAMIANG — Ulama nasional, Ustaz Bachtiar Nasir (UBN) mengambil langkah berbeda pada Idulfitri 1447 Hijriah. Di saat banyak khatib...</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahjakarta.id/idulfitri-di-tengah-ujian-ubn-inilah-waktu-bangkit-bukan-sekadar-merayakan/">Idulfitri di Tengah Ujian, UBN: Inilah Waktu Bangkit, Bukan Sekadar Merayakan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahjakarta.id">MAJALAH JAKARTA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>ACEH TAMIANG</strong> — Ulama nasional, Ustaz Bachtiar Nasir (UBN) mengambil langkah berbeda pada Idulfitri 1447 Hijriah. Di saat banyak khatib memilih menyampaikan khutbah di masjid besar atau kota utama, UBN justru hadir di wilayah terdampak banjir bandang di Aceh Tamiang.</p>
<p>Pimpinan Perkumpulan AQL yang juga Ketua Umum DPP Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI) itu dijadwalkan menjadi khatib Shalat Idulfitri di depan Pendopo Bupati Aceh Tamiang, Sabtu (21/3/2026) pukul 07.00 WIB.</p>
<p>Shalat Idulfitri tersebut rencananya akan dihadiri Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi, Wakil Bupati Ismail, serta masyarakat setempat.</p>
<p>UBN menyebut keputusannya dilandasi pemaknaan Idulfitri yang lebih substansial. Berikut petikan wawancara Ustaz Bachtiar Nasir, Kamis (19/3/2026).</p>
<p>*Apa yang menggerakkan hati Ustaz untuk memilih Aceh Tamiang sebagai lokasi khutbah Idulfitri?*</p>
<p>Saya justru merasa, Idulfitri itu harus kembali kepada makna asalnya: kembali kepada fitrah, kembali kepada kemanusiaan, dan kembali kepada saudara kita yang paling membutuhkan.</p>
<p>Kalau biasanya kita berkumpul di masjid-masjid besar, hari ini saya ingin berada di ‘masjid yang sebenarnya’, yaitu bangunan dan hati orang-orang yang sedang diuji.</p>
<p>Aceh Tamiang bukan sekadar lokasi bencana. Ini adalah tempat di mana kita bisa menyaksikan iman bekerja dalam kondisi paling nyata, dan kemanusiaan diuji sekaligus dimurnikan.<br />
Rasulullah ﷺ tidak memilih tempat yang paling nyaman untuk hadir. Beliau memilih tempat di mana kehadirannya paling dibutuhkan.</p>
<p>Saya datang bukan hanya untuk menyampaikan khutbah, tetapi juga untuk berbagi ilmu, menghadirkan pencerahan, dan menguatkan harapan. Karena seringkali, di tengah reruntuhan, justru lahir fondasi peradaban yang baru.</p>
<p>*Bagaimana Ustaz melihat makna “kemenangan” di tengah masyarakat yang sedang diuji bencana?*</p>
<p>Kita sering memahami kemenangan sebagai sesuatu yang lahir dari kelapangan. Namun Al-Qur’an mengajarkan bahwa kemenangan sejati justru sering lahir dari ujian.</p>
<p>Di tengah bencana seperti di Aceh Tamiang, kita menyaksikan kemenangan yang lebih dalam, bukan kemenangan fisik, tetapi kemenangan iman dan kemanusiaan.</p>
<p>Ketika seseorang kehilangan harta atau rumah, tetapi tetap sabar dan berprasangka baik kepada Allah, itulah kemenangan yang sesungguhnya.</p>
<p>Kemenangan bukan berarti tidak diuji, tetapi ketika kita tidak runtuh oleh ujian. Dan saya yakin, dari kesabaran dan doa-doa itu, Allah sedang menyiapkan kemenangan yang lebih besar di masa depan.</p>
<p>*Apakah ada pesan khusus yang ingin disampaikan dengan hadir langsung di lokasi bencana?*</p>
<p>Kehadiran langsung ini adalah bagian dari ajaran Islam yang sangat mendasar. Bahwa iman harus terwujud dalam kepedulian nyata, bukan hanya kata-kata.</p>
<p>Islam bukan sekadar agama nasihat, tetapi agama kehadiran. Kita tidak cukup hanya mendoakan dari jauh. Kita harus hadir, melihat, merasakan, dan membersamai mereka.</p>
<p>Saya ingin menegaskan bahwa mereka tidak sendiri. Kehadiran ini juga menjadi upaya untuk menghadirkan harapan dan energi ruhani. Karena seringkali, yang paling dibutuhkan bukan hanya bantuan materi, tetapi juga keyakinan bahwa mereka bisa bangkit.</p>
<p>*Apa tema besar khutbah Idulfitri yang akan disampaikan?*</p>
<p>Tema besar khutbah saya adalah ‘Dari Ujian Menuju Pemulihan: Idul Fitri Sebagai Titik Kebangkitan’.</p>
<p>Idulfitri bukan sekadar perayaan, tetapi titik balik kehidupan. Ramadhan adalah proses penyucian jiwa, maka Idulfitri seharusnya melahirkan manusia baru.</p>
<p>Saya ingin mengajak masyarakat bertanya, apakah kita benar-benar kembali suci, atau hanya kembali biasa?</p>
<p>Di Aceh Tamiang, ini menjadi sangat relevan. Idulfitri harus menjadi momentum memperbaiki hati, perilaku, dan cara kita memperlakukan sesama serta lingkungan.</p>
<p>Ini bukan hanya ajakan untuk merenung, tetapi seruan untuk bangkit. Bahwa dari ujian ini, kita tidak hanya pulih, tetapi menjadi umat yang lebih kuat.</p>
<p>*Bagaimana Ustaz melihat kaitan antara spiritualitas masyarakat Aceh dengan ketangguhan mereka untuk bangkit?*</p>
<p>Aceh adalah tanah yang dibentuk oleh iman, perjuangan, dan ujian yang berulang. Dari masa kesultanan hingga peristiwa besar seperti tsunami 2004, kita melihat bagaimana masyarakatnya mampu bangkit.</p>
<p>Karakter orang Aceh terbentuk oleh iman yang kuat, daya juang tinggi, dan kemampuan bertahan dalam ujian.</p>
<p>Aceh Tamiang sendiri memiliki keunikan karena keberagaman masyarakatnya. Aceh Tamiang adalah wilayah perbatasan dengan Sumatera Utara. Dihuni oleh masyarakat yang sangat beragam, seperti Aceh, Melayu, Batak, dan lainnya.</p>
<p>Di situ justru lahir kekuatan sosial yang besar, solidaritas lintas latar belakang. Dalam kondisi bencana, sekat-sekat itu hilang, yang muncul adalah kemanusiaan. Saya melihat dengan iman, pengalaman, dan kebersamaan ini, Aceh Tamiang tidak hanya akan pulih, tetapi berpotensi menjadi contoh kebangkitan masyarakat yang lebih kuat dan lebih bersatu.**</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahjakarta.id/idulfitri-di-tengah-ujian-ubn-inilah-waktu-bangkit-bukan-sekadar-merayakan/">Idulfitri di Tengah Ujian, UBN: Inilah Waktu Bangkit, Bukan Sekadar Merayakan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahjakarta.id">MAJALAH JAKARTA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahjakarta.id/idulfitri-di-tengah-ujian-ubn-inilah-waktu-bangkit-bukan-sekadar-merayakan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://i2.wp.com/nasionalnews.id/wp-content/uploads/2026/03/0f96b375-374b-4c1b-b12d-1faca3a830e2.jpg" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>UBN Pilih Khutbah Idulfitri di Wilayah Bencana Aceh Tamiang</title>
		<link>https://majalahjakarta.id/ubn-pilih-khutbah-idulfitri-di-wilayah-bencana-aceh-tamiang/</link>
					<comments>https://majalahjakarta.id/ubn-pilih-khutbah-idulfitri-di-wilayah-bencana-aceh-tamiang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Mar 2026 02:32:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[UBN]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://majalahjakarta.id/?p=92691</guid>

					<description><![CDATA[<p>ACEH TAMIANG &#8211; Ustaz Bachtiar Nasir (UBN) mengambil langkah berbeda pada Idulfitri 1447 Hijriah. Di saat banyak khatib memilih menyampaikan...</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahjakarta.id/ubn-pilih-khutbah-idulfitri-di-wilayah-bencana-aceh-tamiang/">UBN Pilih Khutbah Idulfitri di Wilayah Bencana Aceh Tamiang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahjakarta.id">MAJALAH JAKARTA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>ACEH TAMIANG</strong> &#8211; Ustaz Bachtiar Nasir (UBN) mengambil langkah berbeda pada Idulfitri 1447 Hijriah. Di saat banyak khatib memilih menyampaikan khutbah di masjid besar atau kota utama, UBN justru hadir di wilayah terdampak banjir bandang di Aceh Tamiang.</p>
<p>Ketua Umum DPP Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI) itu dijadwalkan menjadi khatib Shalat Idulfitri di depan Pendopo Bupati Aceh Tamiang, Sabtu (21/3/2026) pukul 07.00 WIB.</p>
<p>Shalat Idulfitri tersebut rencananya akan dihadiri Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi, Wakil Bupati Ismail, serta masyarakat setempat.</p>
<p>UBN menyebut keputusannya dilandasi pemaknaan Idulfitri yang lebih substansial.</p>
<p>“Idulfitri harus kembali kepada makna asalnya: fitrah, kemanusiaan, dan kepedulian kepada saudara yang paling membutuhkan,” ujarnya, Kamis (19/3/2026).</p>
<p>Ia menegaskan, kehadirannya di lokasi bencana merupakan bentuk dakwah yang tidak berhenti di mimbar. “Saya ingin berada di ‘masjid yang sebenarnya’, yaitu hati dan kehidupan orang-orang yang sedang diuji,” katanya.</p>
<p>Menurut UBN, Aceh Tamiang bukan sekadar lokasi bencana, melainkan ruang pembelajaran tentang iman dan kemanusiaan. “Di sini kita melihat iman bekerja secara nyata, sekaligus bagaimana kemanusiaan diuji dan dimurnikan,” ucapnya.</p>
<p>Ia juga menilai bencana merupakan bagian dari sunnatullah yang menyimpan hikmah. “Bencana bukan hanya musibah, tetapi juga ayat dan pelajaran bagi kita semua,” tegasnya.</p>
<p>Dalam khutbahnya, UBN akan mengangkat tema “Dari Ujian Menuju Pemulihan: Idulfitri sebagai Titik Kebangkitan”. “Kemenangan bukan berarti tanpa ujian, tetapi ketika kita tidak runtuh oleh ujian,” katanya.</p>
<p>UBN menekankan pentingnya kehadiran langsung di tengah masyarakat terdampak.</p>
<p>“Kita tidak cukup hanya mendoakan dari jauh. Kita harus hadir, melihat, merasakan, dan membersamai mereka,” ujarnya.</p>
<p>Ia juga optimistis Aceh Tamiang mampu bangkit, mengacu pada sejarah panjang ketangguhan masyarakatnya.</p>
<p>“Dengan iman yang hidup dan pengalaman menghadapi ujian, Aceh Tamiang berpotensi menjadi contoh kebangkitan,” pungkasnya.</p>
<p>Sebagai informasi, UBN melalui Laznas AQL Peduli telah beberapa kali menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban banjir di Aceh. Total bantuan yang digelontorkan untuk wilayah Sumatera dan Aceh disebut mencapai Rp10 miliar.**</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahjakarta.id/ubn-pilih-khutbah-idulfitri-di-wilayah-bencana-aceh-tamiang/">UBN Pilih Khutbah Idulfitri di Wilayah Bencana Aceh Tamiang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahjakarta.id">MAJALAH JAKARTA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahjakarta.id/ubn-pilih-khutbah-idulfitri-di-wilayah-bencana-aceh-tamiang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://i2.wp.com/nasionalnews.id/wp-content/uploads/2026/03/0f96b375-374b-4c1b-b12d-1faca3a830e2.jpg" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>UBN: Hari Anti-Islamofobia Penting, Tapi Belum Punya Taring Hukum</title>
		<link>https://majalahjakarta.id/ubn-hari-anti-islamofobia-penting-tapi-belum-punya-taring-hukum/</link>
					<comments>https://majalahjakarta.id/ubn-hari-anti-islamofobia-penting-tapi-belum-punya-taring-hukum/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Mar 2026 10:23:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[UBN]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://majalahjakarta.id/?p=92606</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA &#8211; Penetapan Hari Internasional Memerangi Islamofobia oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa setiap tanggal 15 Maret dinilai sebagai langkah simbolik yang penting,...</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahjakarta.id/ubn-hari-anti-islamofobia-penting-tapi-belum-punya-taring-hukum/">UBN: Hari Anti-Islamofobia Penting, Tapi Belum Punya Taring Hukum</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahjakarta.id">MAJALAH JAKARTA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong> &#8211; Penetapan Hari Internasional Memerangi Islamofobia oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa setiap tanggal 15 Maret dinilai sebagai langkah simbolik yang penting, tetapi belum memiliki kekuatan hukum yang dapat memaksa negara menghentikan diskriminasi terhadap umat Muslim.</p>
<p>Ulama dan tokoh dakwah Indonesia, Ustaz Bachtiar Nasir (UBN), menjelaskan bahwa secara struktural resolusi yang melahirkan hari peringatan tersebut berasal dari Majelis Umum PBB, yang dalam hukum internasional tidak bersifat mengikat.</p>
<p>“Resolusi Majelis Umum membentuk norma dan konsensus moral, tetapi tidak menciptakan kewajiban hukum yang bisa dipaksakan kepada negara,” ujarnya.</p>
<p>Karena itu, kata dia, sebuah negara dapat mendukung resolusi tersebut secara simbolik tanpa harus mengubah kebijakan domestiknya.</p>
<p>Menurut UBN, keterbatasan tersebut terlihat dari masih banyaknya laporan diskriminasi terhadap komunitas Muslim di berbagai wilayah dunia, termasuk di India, Palestina, maupun terhadap Muslim Uighur di China.</p>
<p>Situasi ini menunjukkan bahwa pengakuan normatif di tingkat internasional tidak otomatis diterjemahkan menjadi perlindungan nyata di tingkat kebijakan nasional.</p>
<p>“Sistem internasional sangat dipengaruhi prinsip kedaulatan negara dan dinamika geopolitik, sehingga isu hak asasi manusia sering berada di bawah bayang-bayang kepentingan politik,” kata UBN.</p>
<p>Meski demikian, UBN menilai tidak sepenuhnya tepat jika Hari Anti-Islamofobia disebut sekadar “obat penenang diplomatik”.</p>
<p>Dalam sejarah hubungan internasional, banyak norma global yang awalnya hanya bersifat simbolik sebelum berkembang menjadi kerangka hukum yang lebih kuat.</p>
<p>“Hari peringatan internasional sering berfungsi membangun kesadaran global, memberi legitimasi bagi advokasi masyarakat sipil, dan menciptakan tekanan moral terhadap negara,&#8221; ujar Ketua Umum Jalinan Alumni Timur Tengah (JATTI) itu.</p>
<p>Menanggapi pertanyaan tentang apakah perilaku kelompok ekstrem menjadi “bahan bakar” bagi narasi Islamofobia, UBN mengakui bahwa tindakan kekerasan oleh kelompok tertentu sering dijadikan propaganda untuk membangun stereotip terhadap seluruh umat Islam.</p>
<p>Namun, ia menilai menjadikan hal tersebut sebagai alasan diskriminasi terhadap jutaan Muslim merupakan bentuk generalisasi yang tidak adil.</p>
<p>Ia mencontohkan kondisi di Gaza yang menurutnya justru memperlihatkan ketahanan dan kesabaran masyarakat dalam menghadapi krisis kemanusiaan berat.</p>
<p>“Islamofobia sering muncul bukan hanya karena kesalahpahaman terhadap Islam, tetapi juga karena ketidakmauan sebagian pihak melihat penderitaan umat Muslim sebagai persoalan kemanusiaan universal,” ujarnya.</p>
<p>UBN melanjutkan, upaya paling efektif untuk mengubah citra Islam di mata dunia adalah dengan menampilkan nilai Islam yang sejati dalam kehidupan nyata.</p>
<p>Menurutnya, dunia sering menilai Islam dari perilaku umatnya. Karena itu, citra Islam akan berubah ketika umat Muslim menunjukkan komitmen terhadap keadilan, kemanusiaan, dan perdamaian sebagaimana diajarkan dalam Al-Qur’an.</p>
<p>Ia mengutip sejumlah ayat yang menekankan keadilan dan perlindungan terhadap kehidupan manusia, termasuk perintah berlaku adil dalam QS Al-Maidah ayat 8 dan larangan membunuh jiwa manusia dalam QS Al-Maidah ayat 32.</p>
<p>“Perubahan citra Islam tidak lahir dari slogan atau kampanye, tetapi dari komitmen nyata umat Islam menghadirkan nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sosial dan kemanusiaan global,” katanya.</p>
<p>UBN juga menanggapi stigma yang menyebut Islam tidak kompatibel dengan demokrasi.</p>
<p>Menurutnya, stigma tersebut lahir dari kesalahpahaman terhadap ajaran Islam dan realitas sejarahnya.</p>
<p>Ia menilai Al-Qur’an justru menekankan prinsip-prinsip yang menjadi dasar kehidupan demokratis, seperti keadilan, musyawarah, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap martabat manusia.</p>
<p>Prinsip musyawarah, kata dia, ditegaskan dalam QS Asy-Syura ayat 38 yang menyatakan bahwa urusan bersama diputuskan melalui musyawarah.</p>
<p>“Jika dilihat dari ajaran Qur’an dan praktik sejarahnya, Islam bukan agama yang kaku. Justru Islam menghadirkan nilai moral yang kuat untuk membangun masyarakat yang adil dan bermartabat,” kata Pimpinan Perkumpulan AQL itu.</p>
<p>UBN juga menilai fenomena sebagian Muslim merasa terasing di negeri sendiri tidak bisa dijelaskan hanya dengan satu faktor.</p>
<p>Menurutnya, kondisi tersebut merupakan kombinasi antara meningkatnya Islamofobia di ruang publik dan tantangan internal umat Islam dalam mengomunikasikan nilai-nilai Islam secara inklusif.</p>
<p>Di sejumlah negara, stigma terhadap Islam muncul dalam bentuk stereotip media hingga kebijakan yang membatasi ekspresi keagamaan.</p>
<p>Namun di sisi lain, komunitas Muslim juga perlu terus menyampaikan nilai Islam secara terbuka, bijak, dan dialogis kepada masyarakat luas.</p>
<p>“Fenomena keterasingan ini adalah tantangan bersama: melawan Islamofobia sekaligus memperkuat komunikasi nilai Islam yang damai, adil, dan inklusif kepada dunia,” kata UBN.*</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahjakarta.id/ubn-hari-anti-islamofobia-penting-tapi-belum-punya-taring-hukum/">UBN: Hari Anti-Islamofobia Penting, Tapi Belum Punya Taring Hukum</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahjakarta.id">MAJALAH JAKARTA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahjakarta.id/ubn-hari-anti-islamofobia-penting-tapi-belum-punya-taring-hukum/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://i2.wp.com/suaraislam.id/wp-content/uploads/2026/03/UBN-Hari-Islamofobia.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Ramadhan Peduli, UBN Ajak Bangkitkan Aceh</title>
		<link>https://majalahjakarta.id/ramadhan-peduli-ubn-ajak-bangkitkan-aceh/</link>
					<comments>https://majalahjakarta.id/ramadhan-peduli-ubn-ajak-bangkitkan-aceh/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Feb 2026 00:03:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Humanitas]]></category>
		<category><![CDATA[AQL]]></category>
		<category><![CDATA[AQL Peduli]]></category>
		<category><![CDATA[UBN]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://majalahjakarta.id/?p=91853</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pemulihan ekonomi dan sosial masyarakat pascabanjir di Aceh Timur menjadi fokus utama dalam rangkaian kegiatan kemanusiaan yang digelar Laznas AQL Peduli menjelang Ramadhan</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahjakarta.id/ramadhan-peduli-ubn-ajak-bangkitkan-aceh/">Ramadhan Peduli, UBN Ajak Bangkitkan Aceh</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahjakarta.id">MAJALAH JAKARTA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>ACEH TIMUR</strong> &#8211; Pemulihan ekonomi dan sosial masyarakat pascabanjir di Aceh Timur menjadi fokus utama dalam rangkaian kegiatan kemanusiaan yang digelar Laznas AQL Peduli menjelang Ramadhan 1447 H.</p>
<p>Hal itu terlihat saat Ketua Pembina Laznas AQL Peduli, Ustaz Bachtiar Nasir (<a href="https://www.depokpos.com/2026/02/ubn-ajak-bangkitkan-aceh-di-ramadhan/">UBN</a>), meresmikan meunasah dan menyerahkan bantuan perahu di Dusun Rantau Panjang, Desa Sijudo, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur, Senin (16/2/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, UBN menegaskan bahwa fase tanggap darurat telah berlalu, namun pekerjaan besar membangkitkan kembali sendi-sendi kehidupan masyarakat masih berlangsung.</p>
<p>Melalui gerakan “Membangun dari Meunasah”, AQL Peduli mengarahkan program pada penguatan pusat ibadah sebagai titik konsolidasi sosial sekaligus mendorong kebangkitan ekonomi warga.</p>
<p>Di Aceh Timur, delapan unit meunasah yang rusak akibat banjir saat ini masih dalam proses pembangunan. Meunasah tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat aktivitas sosial dan musyawarah masyarakat.</p>
<p>“Ramadhan adalah momentum terbaik untuk bangkit. Bangkit dalam iman dan bangkit dalam kepedulian sosial,” ujar UBN.</p>
<p>Selain pembangunan meunasah, AQL Peduli menyerahkan tujuh unit perahu bermesin untuk menunjang mobilitas warga. Perahu tersebut akan dimanfaatkan sebagai ambulans air, transportasi pelajar, serta sarana distribusi logistik ke wilayah yang sulit dijangkau.</p>
<p>Upaya pemulihan juga menyasar sektor sosial budaya. Sebanyak 21 ekor sapi disalurkan guna mendukung pelaksanaan tradisi meugang di Aceh Timur, Aceh Tamiang, dan Kota Langsa.</p>
<p>Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky menegaskan bahwa dampak banjir masih dirasakan masyarakat, khususnya di sektor pertanian dan perikanan. Banyak sawah tertimbun lumpur dan tambak rusak, sehingga memerlukan dukungan berkelanjutan.</p>
<p>Ia menyebutkan tiga sektor prioritas pemulihan, yakni keagamaan, pendidikan, dan penguatan ekonomi warga. Pendataan kerusakan rumah juga terus dilakukan untuk diajukan ke pemerintah pusat.</p>
<p>Rangkaian kegiatan kemanusiaan tersebut turut melibatkan tim medis yang dipimpin Prof. Dr. Ridha Darmajaya. Tiga dokter diterjunkan untuk memberikan layanan pengobatan gratis bagi warga terdampak, terutama di daerah pedalaman.</p>
<p>Kehadiran tim medis dinilai penting untuk mencegah munculnya penyakit pascabencana dan memastikan kondisi kesehatan warga tetap terjaga di tengah proses pemulihan yang masih berlangsung.*</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahjakarta.id/ramadhan-peduli-ubn-ajak-bangkitkan-aceh/">Ramadhan Peduli, UBN Ajak Bangkitkan Aceh</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahjakarta.id">MAJALAH JAKARTA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahjakarta.id/ramadhan-peduli-ubn-ajak-bangkitkan-aceh/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://i1.wp.com/waspadaaceh.com/wp-content/uploads/2026/02/Screenshot_2026-02-16_214704.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>UBN Pimpin Ribuan Massa di Bogor, Serukan Dukungan untuk Palestina Lewat Indonesia Peace Convoy</title>
		<link>https://majalahjakarta.id/ubn-pimpin-ribuan-massa-di-bogor-serukan-dukungan-untuk-palestina-lewat-indonesia-peace-convoy/</link>
					<comments>https://majalahjakarta.id/ubn-pimpin-ribuan-massa-di-bogor-serukan-dukungan-untuk-palestina-lewat-indonesia-peace-convoy/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Aug 2025 23:20:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Bachtiar Natsir]]></category>
		<category><![CDATA[Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Gaza]]></category>
		<category><![CDATA[Palestina]]></category>
		<category><![CDATA[UBN]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://majalahjakarta.id/?p=88174</guid>

					<description><![CDATA[<p>BOGOR – Ribuan masyarakat Bogor dan sekitarnya mengikuti aksi solidaritas Palestina bertajuk Indonesia Peace Convoy (IPC) pada Sabtu (16/8/2025). Kegiatan...</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahjakarta.id/ubn-pimpin-ribuan-massa-di-bogor-serukan-dukungan-untuk-palestina-lewat-indonesia-peace-convoy/">UBN Pimpin Ribuan Massa di Bogor, Serukan Dukungan untuk Palestina Lewat Indonesia Peace Convoy</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahjakarta.id">MAJALAH JAKARTA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b><a href="https://majalahjakarta.id/">BOGOR</a> </b>– Ribuan masyarakat Bogor dan sekitarnya mengikuti aksi solidaritas Palestina bertajuk Indonesia Peace Convoy (IPC) pada Sabtu (16/8/2025). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ustaz Bachtiar Nasir (UBN) sebagai bentuk pernyataan sikap masyarakat Indonesia yang menolak kekejaman Israel terhadap warga Gaza.</p>
<p>Aksi konvoi ini digelar dalam momen peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI. Para peserta memulai perjalanan dari Masjid Al-Muttaqin, berkeliling kota dengan menggunakan kendaraan—mayoritas sepeda motor— dan kembali ke titik awal untuk mengikuti orasi kebangsaan.</p>
<p>“Ini bukan sekadar konvoi. Ini adalah suara hati rakyat Indonesia untuk menegaskan bahwa kemerdekaan bukan hanya hak bangsa kita, tetapi juga hak rakyat Palestina,” kata Ustaz Bachtiar Nasir dalam orasinya yang menjadi puncak acara.</p>
<p>Meski terik matahari menyengat, semangat massa tak surut. Mereka membawa bendera Indonesia dan Palestina, mengumandangkan takbir, serta meneriakkan yel-yel dukungan seperti “Stop starving Gaza!” dan “Palestina merdeka!”. Suasana jalanan Bogor berubah menjadi lautan solidaritas, dengan warga sekitar ikut memberi dukungan.</p>
<p>Dalam orasinya, UBN menegaskan bahwa krisis kemanusiaan di Gaza bukan sekadar akibat perang, melainkan strategi sistematis untuk melemahkan perlawanan rakyat Palestina. “Persoalan kita bukan sekadar melihat Gaza yang kelaparan. Gaza tidak kelaparan. Gaza dilaparkan!” seru UBN disambut pekikan takbir para massa yang hadir.</p>
<p>Ia juga mengkritik sikap dunia internasional yang dinilai lamban. Menurutnya, rakyat Palestina tidak membutuhkan evakuasi massal ke luar negeri, tetapi dukungan konkret agar mereka tetap bertahan di tanah mereka. “Yang mereka butuhkan bukan dievakuasi ke negara lain. Mereka ingin bertahan di tanah airnya. Kita yang harus membantu dengan segala cara,” ujarnya.</p>
<p>UBN mengungkapkan bahwa saat ini tengah digalang gerakan Global Civil Society untuk mematahkan blokade Gaza melalui pengiriman kapal bantuan dari berbagai negara.</p>
<p>Ia juga menyampaikan tekad membangun kembali Gaza menjadi kota metropolitan tanpa bergantung pada bantuan Amerika atau Israel. “14 ribu ton makanan, obat-obatan, air bersih, hingga kendaraan siap kita kirim. Kita akan bangun kembali Gaza, kita tidak butuh bantuan Amerika,” katanya.</p>
<p>Aksi diakhiri dengan pembacaan doa bersama. UBN mengajak seluruh peserta mengangkat tangan, mengucap syahadat, takbir, dan memohon agar Allah menguatkan rakyat Palestina. “Ya Allah, bersama syahadat kami, kirimkan malaikat-Mu mengguncang jiwa-jiwa tentara Israel,” ucapnya dengan suara lantang yang menggema di pelataran Masjid Al-Muttaqin.</p>
<p>Aksi ini menjadi pengingat bahwa perjuangan kemerdekaan bukan hanya tentang sejarah masa lalu Indonesia, tetapi juga tentang solidaritas terhadap bangsa lain yang masih dijajah. “Kalau kita dulu berjuang untuk merdeka, mengapa kita diam melihat Palestina masih dijajah?” pungkas UBN.</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahjakarta.id/ubn-pimpin-ribuan-massa-di-bogor-serukan-dukungan-untuk-palestina-lewat-indonesia-peace-convoy/">UBN Pimpin Ribuan Massa di Bogor, Serukan Dukungan untuk Palestina Lewat Indonesia Peace Convoy</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahjakarta.id">MAJALAH JAKARTA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahjakarta.id/ubn-pimpin-ribuan-massa-di-bogor-serukan-dukungan-untuk-palestina-lewat-indonesia-peace-convoy/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://i3.wp.com/www.askara.co/assets/images/news/2025/08/20250817022916_normal.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Dilepas Tamsil Linrung, Nelayan Togeo Konvoi Perahu Bela Palestina Bersama UBN</title>
		<link>https://majalahjakarta.id/dilepas-tamsil-linrung-nelayan-togeo-konvoi-perahu-bela-palestina-bersama-ubn/</link>
					<comments>https://majalahjakarta.id/dilepas-tamsil-linrung-nelayan-togeo-konvoi-perahu-bela-palestina-bersama-ubn/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Aug 2025 01:40:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Bone]]></category>
		<category><![CDATA[Palestina]]></category>
		<category><![CDATA[UBN]]></category>
		<category><![CDATA[Ustadz Bachtiar Nasir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://majalahjakarta.id/?p=88157</guid>

					<description><![CDATA[<p>Aksi konvoi nelayan ini merupakan bagian dari rangkaian Indonesia Peace Convoy (IPC) di sejumlah kota di Sulawesi Selatan BONE –...</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahjakarta.id/dilepas-tamsil-linrung-nelayan-togeo-konvoi-perahu-bela-palestina-bersama-ubn/">Dilepas Tamsil Linrung, Nelayan Togeo Konvoi Perahu Bela Palestina Bersama UBN</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahjakarta.id">MAJALAH JAKARTA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Aksi konvoi nelayan ini merupakan bagian dari rangkaian Indonesia Peace Convoy (IPC) di sejumlah kota di Sulawesi Selatan</em></h3>
</blockquote>
<p><strong>BONE</strong> – Komunitas nelayan di pesisir Togeo, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, menggelar aksi solidaritas untuk Palestina bertajuk Indonesia Peace Convoy (IPC), Ahad siang (10/8/2025). Dengan menggunakan ratusan perahu, para nelayan dan warga berlayar mengelilingi perairan setempat sebagai bentuk dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina.</p>
<p>Aksi ini dihadiri ulama nasional sekaligus inisiator IPC, Ustaz Bachtiar Nasir (UBN). Pelepasan konvoi dilakukan oleh Wakil Ketua DPD RI, Tamsil Linrung.</p>
<p>“Undang-undang kita mengamanahkan kepada seluruh warga bangsa Indonesia untuk berjuang dalam mewujudkan Palestina merdeka. Karena konstitusi kita mengamanahkan bahwa penjajahan di atas bumi ini harus dihapuskan,” ujar Tamsil dalam sambutannya.</p>
<p>Ia memberikan apresiasi kepada masyarakat pesisir Togeo yang turut berpartisipasi. “Saya memberikan support dan terima kasih atas apa yang kalian pertontonkan pada hari ini. Suatu konvoi perahu untuk Palestina. Kami dari Dewan Perwakilan Daerah mengucapkan selamat dan terima kasih atas komitmen saudara-saudara sekalian,” ucap anggota DPD RI mewakili Sulawesi Selatan ini.</p>
<p>Suasana penuh semangat mewarnai iring-iringan perahu yang mengibarkan bendera Palestina dan Indonesia. Warga dan nelayan meneriakkan yel-yel dukungan sambil memutari garis pantai. Di akhir aksi, peserta merobek bendera Israel dan menggantinya dengan bendera Palestina yang dipasang di atas keramba bambu.</p>
<p>Aksi konvoi nelayan ini merupakan bagian dari rangkaian Indonesia Peace Convoy (IPC) di sejumlah kota di Sulawesi Selatan yang dipimpin langsung oleh Ustaz Bachtiar Nasir. Pada Jumat (8/8/2025), IPC menempuh rute Sinjai–Bulukumba.</p>
<p>Keesokan harinya, Sabtu pagi (9/8/2025), kegiatan berlanjut di Bone, dilanjutkan sore hari dengan jalan santai santri. Puncak acara digelar Sabtu malam dengan tabligh akbar di Lapangan Merdeka Bone yang dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Bone.</p>
<p>Dalam rangkaian tersebut, UBN juga bersilaturahmi dan berdiskusi dengan tokoh-tokoh Bone, Bulukumba, dan Sinjai.*</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahjakarta.id/dilepas-tamsil-linrung-nelayan-togeo-konvoi-perahu-bela-palestina-bersama-ubn/">Dilepas Tamsil Linrung, Nelayan Togeo Konvoi Perahu Bela Palestina Bersama UBN</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahjakarta.id">MAJALAH JAKARTA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahjakarta.id/dilepas-tamsil-linrung-nelayan-togeo-konvoi-perahu-bela-palestina-bersama-ubn/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://i0.wp.com/res.cloudinary.com/dvd4tnrxr/images/v1754875982/Gambar-WhatsApp-2025-08-11-pukul-08.27.36_3d8d4e4b-FILEminimizer/Gambar-WhatsApp-2025-08-11-pukul-08.27.36_3d8d4e4b-FILEminimizer.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Ustadz Bachtiar Nasir Tempuh &#8220;Jalan Lain&#8221; Demi Palestina Merdeka</title>
		<link>https://majalahjakarta.id/ustadz-bachtiar-nasir-tempuh-jalan-lain-demi-palestina-merdeka/</link>
					<comments>https://majalahjakarta.id/ustadz-bachtiar-nasir-tempuh-jalan-lain-demi-palestina-merdeka/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Aug 2025 23:54:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Gaza]]></category>
		<category><![CDATA[Palestina]]></category>
		<category><![CDATA[UBN]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://majalahjakarta.id/?p=88142</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAJALAH JAKARTA &#8211; Sore itu, 8 Agustus 2025. Udara di dermaga Bontobahari, Bulukumba, Sulawesi Selatan terasa berat. Angin kencang mengguncang...</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahjakarta.id/ustadz-bachtiar-nasir-tempuh-jalan-lain-demi-palestina-merdeka/">Ustadz Bachtiar Nasir Tempuh &#8220;Jalan Lain&#8221; Demi Palestina Merdeka</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahjakarta.id">MAJALAH JAKARTA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://majalahjakarta.id/"><b>MAJALAH JAKARTA </b></a>&#8211; Sore itu, 8 Agustus 2025. Udara di dermaga Bontobahari, Bulukumba, Sulawesi Selatan terasa berat. Angin kencang mengguncang bendera-bendera Palestina, tetapi tak cukup untuk mengusir sesak di dada. Ratusan orang berdiri rapat, menatap panggung sederhana tempat seorang ulama berdiri diam.</p>
<p>Ustaz Bachtiar Nasir atau karib disapa UBN menggenggam mikrofon. Tak langsung bicara. Ada jeda—pendek, tapi cukup membuat waktu seakan berhenti. Tatapannya menembus ufuk, seolah menyebrangi samudra dan gurun, hingga sampai ke Gaza.</p>
<p>Suara UBN bergetar ketika mulai bercerita. Tentang anak-anak yang meregang nyawa bukan karena peluru, tapi karena perut kosong berhari-hari. Tentang bayi yang tangisnya padam di pelukan ibu. Tentang blokade yang mencekik, menghalangi makanan, dan membuat Gaza sengaja dilaparkan.</p>
<p>Di barisan depan, mata-mata mulai basah. Seorang ibu memeluk anaknya erat, seakan bersumpah dalam hati: tak seorang pun boleh merenggutmu.</p>
<p>Bagi UBN, kisah Gaza bukan sekadar berita duka dari negeri jauh. Itu panggilan hati, kewajiban iman. Ulama kelahiran Jakarta, 26 Juni 1967 ini memilih jalan lain, jalan yang jarang dilalui, jalan yang menuntut peluh, langkah, dan deru kendaraan melalui Indonesia Peace Convoy (IPC).</p>
<p>“Kalau suara bela Palestina hanya terdengar di kota-kota besar, ia akan hilang ditiup angin. Karena itu, kita turun ke jalan. Menyapa umat satu per satu. Membawa kabar Palestina ke setiap sudut negeri,” ujar UBN dalam satu kesempatan.</p>
<p>IPC bukan sekadar konvoi motor dan mobil. Ia adalah kafilah nurani, deretan kendaraan yang melaju bukan untuk pamer gagah. Tapi untuk membawa pesan dari tanah yang terluka. Setiap bendera yang berkibar adalah janji: Indonesia pernah berutang kepada Palestina, dan utang itu harus dibayar dengan konsistensi hingga kemerdekaan tiba.</p>
<p>Di setiap kota, UBN mengendarai motor sendiri. Menembus terik yang membakar kulit atau hujan yang menggigilkan tulang, ia terus melaju. Roda itu berputar membawa pesan yang tak boleh berhenti di tengah jalan.</p>
<p>Dakwah yang Bergerak</p>
<p>Ia tak hanya memimpin konvoi. Ia berhenti di masjid, pesantren, atau halaman rumah warga. Duduk lesehan, menatap mata mereka, mendengar cerita, lalu menyampaikan luka Palestina.</p>
<p>Bagi UBN, IPC adalah dakwah yang bergerak. Deru mesin menjadi bedug yang memanggil orang keluar rumah. Mengingatkan bahwa di Gaza, ada keluarga yang berjuang hanya untuk makan, ada anak-anak yang bermimpi tentang langit tanpa pesawat tempur. Tanpa drone mematikan.</p>
<p>UBN kerap mengaitkan perjalanan ini dengan sejarah bangsa. “Dulu, Ki Hajar Dewantara mengayuh sepeda keliling Yogyakarta untuk menyebarkan kabar kemerdekaan Indonesia. Hari ini, kita keliling negeri ini untuk mengabarkan bahwa Palestina belum merdeka dan dunia tidak boleh melupakannya,” ucap ulama lulusan Universitas Islam Madinah, Arab Saudi ini.</p>
<p>Hari demi hari, sejak digulirkan tahun 2024 lalu, IPC menjadi sungai panjang yang mengalirkan kesadaran. Dari desa di kaki gunung, pesisir yang diterjang ombak, hingga pusat kota yang hiruk pikuk, pesan Palestina terus hidup.</p>
<p>UBN telah melangkah jauh, menempuh ribuan kilometer demi mengabarkan luka Palestina. Ia sudah sejak lama menyuarakan kemerdekaan itu dan tak akan berhenti hingga Palestina benar-benar merdeka. UBN bertekad, suatu hari nanti umat Islam sedunia dapat melakukan konvoi bersama-sama ke Palestina dan dapat shalat berjemaah di Masjid Al Aqsha, sebagai kiblat pertama.*</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahjakarta.id/ustadz-bachtiar-nasir-tempuh-jalan-lain-demi-palestina-merdeka/">Ustadz Bachtiar Nasir Tempuh &#8220;Jalan Lain&#8221; Demi Palestina Merdeka</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahjakarta.id">MAJALAH JAKARTA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahjakarta.id/ustadz-bachtiar-nasir-tempuh-jalan-lain-demi-palestina-merdeka/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://i0.wp.com/chanelmuslim.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-09-at-8.21.05-PM-600x375.jpeg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>UBN: Gaza Bukan Kelaparan, Tapi Sengaja Dilaparkan</title>
		<link>https://majalahjakarta.id/ubn-gaza-bukan-kelaparan-tapi-sengaja-dilaparkan/</link>
					<comments>https://majalahjakarta.id/ubn-gaza-bukan-kelaparan-tapi-sengaja-dilaparkan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Aug 2025 00:53:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Gaza]]></category>
		<category><![CDATA[Palestina]]></category>
		<category><![CDATA[UBN]]></category>
		<category><![CDATA[Ustadz Bachtiar Nasir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://majalahjakarta.id/?p=88098</guid>

					<description><![CDATA[<p>“Gaza itu tidak kelaparan. Gaza dilaparkan. Makanan numpuk di Mesir. Tapi Gaza diblokade,” ujar UBN</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahjakarta.id/ubn-gaza-bukan-kelaparan-tapi-sengaja-dilaparkan/">UBN: Gaza Bukan Kelaparan, Tapi Sengaja Dilaparkan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahjakarta.id">MAJALAH JAKARTA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b><a href="https://majalahjakarta.id/">MAJALAH JAKARTA</a> </b>&#8211; Ulama dan aktivis pejuang kemerdekaan Palestina, Ustaz Bachtiar Nasir (UBN), menegaskan bahwa penderitaan rakyat Gaza bukan semata karena kelaparan, tetapi karena mereka sengaja dilaparkan. Menurutnya, situasi di Gaza merupakan hasil dari blokade sistematis yang melibatkan banyak pihak, termasuk Israel, Mesir. Bahkan sebagian dunia Islam sendiri.</p>
<p>“Gaza itu tidak kelaparan. Gaza dilaparkan. Makanan numpuk di Mesir. Tapi Gaza diblokade,” ujar UBN kepada para tokoh pada forum Silaturahim dan Tudang Sipulung di Sinjai, Sulawesi Selatan, Kamis malam (7/8/2025).</p>
<p>UBN menjelaskan bahwa sejak tahun 2024, Israel sepenuhnya menguasai akses dalam Gaza. Sementara Mesir mengontrol pintu luar di perbatasan Rafah. Hal ini menyebabkan Gaza terkunci rapat dari dua sisi.</p>
<p>“Siapa yang blokade? Secara fisik tentu Israel. Sejak 2024, Israel menguasai Gaza dari dalam. Sementara Mesir menguasai pintu luar. Sebetulnya, ini seperti membunuh dari dalam. Itu yang terjadi di Gaza saat ini,” ungkap Ketua Umum DPP Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI) ini.</p>
<p>Ia juga menyoroti lonjakan harga bahan pangan yang terjadi akibat blokade, termasuk harga tepung yang disebutnya “menggila”. UBN menyebut ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi perang demi keuntungan pribadi.</p>
<p>“Ini yang disebut mafia perang. Bahkan bantuan dari kita, kalau mau masuk Gaza mereka minta 50 persen. Itu mafia,” kata UBN, tanpa menyebutkan pihak tertentu secara spesifik.</p>
<p>Menurutnya, salah satu alasan Mesir menutup akses Rafah adalah karena terikat kesepakatan Camp David dengan Israel dan Amerika Serikat. Akibatnya, Mesir menjadi penerima bantuan militer terbesar kedua dari AS setelah Israel.</p>
<p>“Camp David jadi alasan Mesir menutup pintu Rafah. Mesir dapat bantuan dari Amerika, bahkan terbesar kedua setelah Israel,” tegasnya.</p>
<p>Sebagai informasi, Perjanjian Camp David merupakan hasil perundingan damai antara Mesir dan Israel yang dimediasi oleh Presiden AS Jimmy Carter pada 1978. Perjanjian ini menjadi landasan perdamaian antara kedua negara dan menjadikan Mesir sebagai negara Arab pertama yang mengakui Israel. Sebagai imbalannya, Mesir menerima miliaran dolar bantuan militer dan ekonomi dari Amerika Serikat, yang hingga kini terus berlanjut.</p>
<p>Tak hanya itu, UBN juga mengkritik dunia Islam yang dinilainya pasif dalam isu Gaza. Ia menyebut dunia Islam ikut bertanggung jawab atas penderitaan Palestina karena diam dan bahkan mendukung narasi yang menyalahkan Palestina atas peristiwa 7 Oktober.</p>
<p>“Blokade terbesar itu justru dunia Islam sendiri. Di PBB, negara-negara Islam yang dipimpin Prancis dan Arab Saudi malah menyalahkan serangan 7 Oktober,&#8221; ujar UBN.</p>
<p>Terkait dengan solusi two-state solution atau dua negara, UBN menolak gagasan tersebut karena menurutnya tidak realistis.</p>
<p>“Two-state solution itu hanya memuaskan akal. Menarik di meja perundingan, tapi tidak akan pernah terjadi. Tidak mungkin dua entitas yang saling bertolak belakang bisa hidup berdampingan,” tandasnya.</p>
<p>UBN juga menyoroti pentingnya peran Indonesia dalam menyuarakan keadilan untuk Palestina. Ia menilai Indonesia memiliki posisi unik karena tidak memiliki kepentingan politik dalam konflik tersebut.</p>
<p>“Kenapa Palestina sangat mengharapkan Indonesia? Karena hanya Indonesia yang tulus, tidak punya kepentingan politik. Negara-negara lain punya kepentingan kekuasaan,” ungkap ulama yang fokus mengupas tadabbur Alquran ini.</p>
<p>UBN juga menyinggung Iran yang menurutnya telah menghentikan serangan ke Israel karena ada kepentingan politik dan negosiasi di baliknya.</p>
<p>“Kenapa Iran berhenti menyerang Israel? Tentu ada negosiasi. Iran bisa saja berkata: saya berhenti perang, tapi saya dapat apa di Timur Tengah? Ini semua saling terkait,&#8221; kata UBN.</p>
<p>Ustaz Bachtiar Nasir dikenal sebagai salah satu tokoh penggerak solidaritas Palestina di Indonesia, sekaligus inisiator gerakan Indonesia Peace Convoy (IPC), yang menggalang dukungan masyarakat luas untuk perjuangan Palestina. Pada pekan ini, UBN memimpin aksi IPC di sejumlah kota di Sulawesi Selatan seperti Bone, Bulukumba dan Sinjai. Aksi ini direncanakan bakal dihadiri ribuan masyarakat di tiga kabupaten tersebut.*</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahjakarta.id/ubn-gaza-bukan-kelaparan-tapi-sengaja-dilaparkan/">UBN: Gaza Bukan Kelaparan, Tapi Sengaja Dilaparkan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahjakarta.id">MAJALAH JAKARTA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahjakarta.id/ubn-gaza-bukan-kelaparan-tapi-sengaja-dilaparkan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://i2.wp.com/www.askara.co/assets/images/news/2025/08/20250808054753_normal.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Indonesia Peace Convoy Sulsel Digelar, UBN: Gerakan Solidaritas Palestina Harus Menyala hingga Pelosok</title>
		<link>https://majalahjakarta.id/indonesia-peace-convoy-sulsel-digelar-ubn-gerakan-solidaritas-palestina-harus-menyala-hingga-pelosok/</link>
					<comments>https://majalahjakarta.id/indonesia-peace-convoy-sulsel-digelar-ubn-gerakan-solidaritas-palestina-harus-menyala-hingga-pelosok/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Aug 2025 11:44:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Gaza]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia Peace Convoy]]></category>
		<category><![CDATA[Palestina]]></category>
		<category><![CDATA[UBN]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://majalahjakarta.id/?p=88074</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penyelenggaraan IPC di Sulawesi Selatan merupakan bagian dari upaya menasionalkan gerakan solidaritas untuk Palestina hingga ke pelosok daerah MAJALAH JAKARTA,...</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahjakarta.id/indonesia-peace-convoy-sulsel-digelar-ubn-gerakan-solidaritas-palestina-harus-menyala-hingga-pelosok/">Indonesia Peace Convoy Sulsel Digelar, UBN: Gerakan Solidaritas Palestina Harus Menyala hingga Pelosok</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahjakarta.id">MAJALAH JAKARTA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Penyelenggaraan IPC di Sulawesi Selatan merupakan bagian dari upaya menasionalkan gerakan solidaritas untuk Palestina hingga ke pelosok daerah</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://majalahjakarta.id/"><b>MAJALAH JAKARTA</b></a>, <strong>MAKASSAR</strong> &#8211; Ustadz Bachtiar Nasir memimpin langsung aksi solidaritas Palestina bertajuk Indonesia Peace Convoy (IPC) yang akan digelar di sejumlah kota di Sulawesi Selatan, yakni Bone, Bulukumba, dan Sinjai. Aksi ini berlangsung selama tiga hari, dari 8 hingga 10 Agustus 2025.</p>
<p>Ustaz Bachtiar Nasir—yang akrab disapa UBN dan dikenal sebagai inisiator utama gerakan Indonesia Peace Convoy—menyebutkan bahwa penyelenggaraan IPC di Sulawesi Selatan merupakan bagian dari upaya menasionalkan gerakan solidaritas untuk Palestina hingga ke pelosok daerah.</p>
<p>“Selama ini, aksi solidaritas Palestina lebih banyak terkonsentrasi di kota-kota besar dan identik dengan orasi. IPC hadir membawa warna berbeda. Ini adalah gerakan damai yang melibatkan masyarakat luas lewat parade kendaraan dan atribut Palestina,” ujar UBN dalam keterangannya di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (6/8).</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-post-88074 wp-image-90433" src="https://www.depokpos.com/go/wp-content/uploads/2025/08/Gambar-WhatsApp-2025-08-06-pukul-18.11.36_7a579c81-FILEminimizer.jpg" alt="" width="740" height="375" /></p>
<p>IPC mengusung konsep unik: konvoi berbagai jenis kendaraan—mulai dari motor, mobil hingga kendaraan hias—yang membawa bendera dan atribut Palestina. Parade tersebut diiringi dengan edukasi publik terkait perjuangan rakyat Palestina serta pentingnya peran masyarakat Indonesia dalam mendukung kemanusiaan global. Menariknya, di Pantai Togeo Bone konvoi Palestina bakal menggunakan perahu-perahu.</p>
<p>Selain memimpin Indonesia Peace Convoy, UBN juga mengisi sejumlah agenda dakwah bertema Al-Qur’an selama berada di Sulawesi Selatan. Kegiatan dakwah ini diadakan di beberapa masjid besar dan pusat kajian Islam, dengan fokus pada penguatan spiritual dan semangat perjuangan umat melalui nilai-nilai Al-Qur’an.</p>
<p>Kegiatan Indonesia Peace Convoy bukan kali pertama digelar. IPC telah digelar 15 putaran dan telah menyambangi berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari Sumatera, Jawa hingga Kalimantan. UBN menegaskan, Sulawesi menjadi titik strategis berikutnya untuk membangun kesadaran nasional terhadap isu Palestina.</p>
<p>“Ini bukan sekadar konvoi. Ini adalah gerakan hati dan nurani bangsa Indonesia untuk terus bersama Palestina dalam doa dan aksi nyata,” pungkas Ketua Umum DPP Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI) ini.</p>
<p>Aksi IPC yang telah berlangsung di berbagai tempat mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Sementara di Sulawesi Selatan, direncanakan ribuan warga akan ikut ambil bagian dalam konvoi, membawa pesan damai dan solidaritas dari Timur Indonesia untuk rakyat Palestina.*</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahjakarta.id/indonesia-peace-convoy-sulsel-digelar-ubn-gerakan-solidaritas-palestina-harus-menyala-hingga-pelosok/">Indonesia Peace Convoy Sulsel Digelar, UBN: Gerakan Solidaritas Palestina Harus Menyala hingga Pelosok</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahjakarta.id">MAJALAH JAKARTA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahjakarta.id/indonesia-peace-convoy-sulsel-digelar-ubn-gerakan-solidaritas-palestina-harus-menyala-hingga-pelosok/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://i3.wp.com/www.depokpos.com/go/wp-content/uploads/2025/08/Gambar-WhatsApp-2025-08-06-pukul-18.11.37_0138701a-FILEminimizer.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
	</channel>
</rss>
