Terbiasa Overthinking? Jangan Anggap Remeh!

Overthinking dapat mempengaruhi kesehatan mental seseorang

DEPOKPOS – Overthinking berasal dari dua kata bahasa inggris, yaitu over (lebih) dan think (berpikir). Secara umum, overthinking adalah perilaku atau kebiasaan memikirkan sesuatu secara berlebihan.

Overthinking membuat seseorang terlalu banyak memikirkan masa lalu, mengkhawatirkan masa depan, dan memikirkan berbagai kemungkinan yang belum tentu akan terjadi.

Tentu saja itu mengarah kepada hal-hal yang negatif.

Orang yang overthinking, atau biasa disebut dengan overthinker, berbeda dengan pemikir. Overthinker, sering memikirkan sesuatu secara berlebihan.

Mereka akan memikirkan setiap masalah kecil dengan segala kemungkinannya, sehingga masalah kecil yang belum terjadi seakan-akan menjadi masalah besar.

Padahal, hal yang mereka pikirkan tersebut blum tentu akan terjadi. Akibatnya, overthinking dapat menguras energi, menghambat pengambilan keputusan, dan mempengaruhi tindakan yang akan dilakukan.

Jika dibiarkan, overthinking dapat mempengaruhi kesehatan mental seseorang.

Beberapa gejala overthinking yaitu memiliki kekhawatiran berlebih terhadap sesuatu, sering menyalahkan atau mengkritik diri sendiri, menghabiskan waktu memikirkan menyesali yang sudah terjadi, sering berandai-andai pada kejadian yang belum pernah terjadi, memikirkan hal yang sama secara berulang-ulang, dan sebagainya.

BACA JUGA:  Gak Perlu Takut Nonton Konser Sendiri, Ini Tipsnya!

Jika seseorang mengalami ciri-ciri diatas, ada baiknya untuk melakukan konsultasi kepada tenaga profesional yang kompeten. Jangan sampai terjadi kondisi yang berlarut hingga mengalami gangguan mental.

Ada beberapa hal yang menyebabkan terjadinya overthinking, diantaranya:

1. Stres. Masalah yang tidak diselesaikan dengan baik akan menibulkan stres. Ketika seseorang stres, maka bukan tidak mungkin akan terjadi overthinking.

2. Ekspektasi. Ketika seseorang berkespektasi akan terjadinya sesuatu, namun ternyata tidak terjadi, maka hal tersebut dapat memicu terjadinya overthinking.

3. Trauma. Kejadian traumatis biasanya sulit untuk dilupakan dan di masa depan dapat menjadi salah satu pemicu munculnya pikiran-pikiran negatif.

Overthinking sangat berdampak pada kehidupan sehari-hari. Ketika kita overthinking, maka aktifitas sehari-hari akan terganggu.

BACA JUGA:  Memahami Masa Toddler si Kecil

Kita akan sulit untuk menyelesaikan masalah. Kita juga akan sulit mengelola emosi, yang mana dapat mempengaruhi kesehatan fisik dan cenderung mengalami masalah mental bila tidak diatasi dengan baik.

Cara mengatasi overthinking yaitu:

1. Alihkan Perhatian

Alih-alih memikirkan permasalahan yang belum jelas, lebih baik mengalihkan perhatian dari pemasalahan tersebut. Seiring berjalannya waktu, mungkin solusi permasalahan tersebut akan muncul sendiri tanpa dipikirkan secara berlebihan.

2. Tolak Pikiran Negatif

Ingatlah bahwa segala yang kamu pikirkan itu belum tentu menjadi kenyataan. Belum tentu pikiran-pikiran tersebut benar, ataupun akan terwujud. Cobalah untuk berpikir positif.

3. Latih Keterampilan Interpersonal

Hal-hal yang dapat dilakukan untuk melatih keterampilan interpersonal, yaitu:

  • Meningkatkan kesadaran diri.
  • Meningkatkan rasa percaya diri.
  • Melatih pengendalian diri

4. Latih Penerimaan Diri

Overthinking biasanya karena terlalu sering menyesali kesalahan di masa lalu yang sudah tidak bisa diubah.

BACA JUGA:  5 Tips Agar Kuat Puasa Untuk Menjalani Aktivitas di Bulan Ramadhan

Daripada membenci diri sendiri atas hal-hal yang sudah berlalu, cobalah untuk menerima kesalahan-kesalahan tersebut secara lapang dada.

Berikut ini strategi yang dapat membantu kamu menjadi lebih menerima diri sendiri:

  • Perbanyak bersyukur dan mencari hal-hal yang kamu hargai dari diri sendiri.
  • Mempererat interaksi degan orang-orang yang dapat memberi dorongan dan kasih sayang.
  • Memaafkan dirimu dari segala sesuatu yang membuatmu menyesal.

5. Sadari Ketika Terlalu Banyak Berpikir

Ketika memikirkan sesuatu secara berulang-ulang, sadarilah bahwa memikirkan hal-hal tersebut secara berualng merupakan kegiatan yang sis-sia.

6. Fokus pada Problem Solving

Pikirkanlah hal-hal yang dapat dilakukan. Dengan memikirkan hal tersebut, maka problem solving akan mudah diwujudkan. Memiirkan permasalahan yang belum tentu terjadi tidak akan menyelesaikan masalah.

Overthinking dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, berusahalah untuk tidak memikirkan hal-hal yang tida perlu. Semoga bermanfaat! ^_^

Wafa Inayati Estiazzahra

Pos terkait