Tiga Pelaku Penganiayaan dan Pembakaran Mobil Wartawan di Medan Telah Ditangkap

MJ, Medan – Subdit III/ Jatanras Direktorat Reskrimum Polda Sumatra Utara (Sumut) telah berhasil menangkap tiga pelaku yang terlibat dalam penganiayaan dan pembakaran mobil seorang wartawan di Medan. Ketiga pelaku, yang diidentifikasi dengan inisial NH alias I, FP alias D, dan RA alias R, diduga menerima bayaran untuk melakukan perbuatan tersebut. 17/2/2024

Korban dari kejadian tersebut adalah Tomy Doni Ester Nainggaloan, yang tinggal di Klambir V Gang Aman Kecamatan Hamparan Perak, Deli Serdang. Dalam pemeriksaan, ketiga tersangka mengakui perbuatan mereka sebagai bentuk empati terhadap rekan mereka.

BACA JUGA:  Rumah dan Harta Benda Wartawan di Labuhan Batu Hangus Dilalap Si Jago Merah, Diduga Ulah Oknum Tak Dikenal

“Ulah mereka adalah semata ingin membela temannya,” ungkap Sumaryono, salah satu petugas penyidik, didampingi Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol. Hadi Wahyudi, Jumat (16/2/24).

Menurut Sumaryono, sebelumnya ketiga pelaku tidak mengenal korban secara langsung. Mereka hanya mendatangi rumah korban untuk menerka saja, tanpa mengetahui persis lokasi rumah korban. Namun, ketika bertanya di lokasi, ketiga pelaku langsung menyerang rumah korban.

BACA JUGA:  Jadi Bandar Narkotika, Wanita Paruh Baya Asal Gedung Aji Baru Ditangkap Polisi

Peristiwa ini dilaporkan ke Polda Sumut, dan Subdit Jatanras berhasil mengungkap kasus ini dengan cepat. “Alhamdulillah, dengan waktu singkat tim dari Jatanras Krimum Polda Sumut berhasil mengungkap beberapa saksi dan menemukan barang bukti serta tiga nama pelaku,” ujar Sumaryono.

BACA JUGA:  Kapolres Demak Beri Penghargaan Kepada Anggota dan Satpam Berprestasi

Saat ini, para pelaku telah diamankan bersama barang buktinya, dan semuanya dijerat dengan pasal 170 KUHP, yaitu melakukan penganiayaan secara bersama-sama dan melakukan pengrusakan secara bersama-sama dengan ancaman pidana lima tahun enam bulan.

Motif sementara perbuatan para pelaku adalah ketidak senangan terhadap salah satu rekan mereka. Proses penyelidikan dan penegakan hukum terhadap kasus ini masih berlanjut.

Pos terkait