Tips Membuat Mental Anak Aman Pasca Perceraian Orang Tua

Tips Membuat Mental Anak Aman Pasca Perceraian Orang Tua

DEPOK POS – Hancurnya rumah tangga antara pasangan suami istri terjadi karena ketidakcocokan sehingga solusi dalam rumah tangga tersebut dengan bercerai pada perceraian ini membuat anak menjadi korban.

Kemungkinan yang terjadi ialah terdapat dari sebagian anak mengalami perubahan mental pasca perceraian orang tua dan terdapat anak berasumsi bahwa perceraian orang tua disebabkan oleh mereka.

Dengan perceraian ini terpaksa anak akan mendapati kehilangan interaksi sehari-hari dengan orang tua. Terlepas dari dilihat usia, jenis kelamin.akan mengalami peningkatan pada psikologisnya.

Anak yang terbiasa hidup dengan orang tuanya, pasti akan merasa sangat kehilangan atau bahkan kesepian setelah adanya perceraian yang terjadi terhadap orang tuanya, karena itu tidak menutup kemungkinan akan timbul pengaruh positif dan negatif pada kondisi psikologis anak, hal ini tergantung dari antisipasi yang akan diambil oleh orang tua, dimana orang tua harus memberikan perhatian dan pengertian secara perlahan pada anak.

Dan inilah dampak yang akan terjadi terhadap anak pasca perceraian orang tua:

Menutup diri
Anak pasca perceraian orang tua cenderung menutup diri karena merasa tidak ada tempat untuk menceritakan keluh kesahnya, ketika anak mengetahui orang tua yang seharusnya mengambil peran untuk selalu berada disampingnya dan mendengarkan semua keluh kesahnya sudah tidak utuh, anak cenderung menutup dirinya dari orang tua atau bahkan dari lingkungan sosialnya.

BACA JUGA:  Investasi Akhirat: Zakat Pondasi Kekuatan Ekonomi Umat

Selalu merasa cemas
Selalu merasa cemas adalah salah satu dampak anak yang sering melihat atau mendengar orang tuanya bertengkar, sehingga dia akan merasa cemas dimanapun dan kapanpun ketika mendengar suara ribut atau keras.

Merasa tidak pantas untuk dicintai
Biasanya anak pasca perceraian orang tua cenderung merasa tidak pantas untuk dicintai karena selalu menyalahkan dirinya sendiri dan merasa dirinya menjadi penyebab orang tuanya bercerai.

Kesepian
Selalu merasa kesepian karena anak pasca perceraian orang tua biasanya telah kehilangan peran orang tua yang sangat penting untuk hidupnya dan merasa sudah tidak ada yang membutuhkannya lagi.

Sulit untuk percaya kepada orang lain
Karena perceraian yang terjadi terhadap orang tuanya dan bahkan anak sudah sering melihat atau mendengar pertengkaran, maka anak akan sulit untuk percaya kepada orang lain dan bahkan menganggap orang lain akan melakukan hal yang sama terhadap dirinya.

BACA JUGA:  Pendiri Muhammadiyah Ternyata Seorang Habib Keturunan ke-15 Rasulullah

Maka dari itu orang tua merupakan peran utama untuk kesehatan mental anak di bawah ini terdapat Tips membuat mental anak aman pasca perceraian orang tua

Menjalankan Komunikasi dengan baik
Menjalin komunikasi dengan sang anak seperti menanyakan kabar, apa yang terjadi hari ini, apakah ada yang membuat kamu senang atau sedih dengan hal itu sang anak bisa melalui berbicara secara langsung atau melalui telepon genggem maka dari hal itu sang anak akan merasa diperhatikan oleh orang tua nya.

Memahami sang anak
Orang tua harus tahu perasaan sang anak tanpa dia bicarakan dan terus meyakinkan kepada anak untuk berbicara dan bercerita apa yang sedang dirasakan dan mendengarkan cerita sang anak serta tidak menghakimi anak ketika melakukan kesalahan berikan solusi yang terbaik agar anak merasa tidak tertekan.

Meluangkan waktu
Meluangkan waktu juga termasuk paling penting bagi anak dimana pasti ada keadaan sang anak ingin berkumpul dengan orang tuanya maka dari itu berikan waktu luang untuk anak. Maka dari itu kedua orang tua harus menahan ego masing-masing demi anak dan berlaku bagi orang tua jika memiliki hak asuh jangan mempersulit pertemuan antara anak dan salah satu pihak orang tua karena anak memiliki kesempatan untuk itu bertemu dengan keduanya.

BACA JUGA:  Kepemimpinan Cerdas yang Berintegritas

Tidak membohongi anak
Orang tua tidak boleh membohongi anak setelah memutuskan untuk bercerai, berilah pengertian kepada anak secara perlahan bahwa orang tuanya sudah tidak bisa bersama dan harus berpisah, hal ini akan meningkatkan kepercayaan anak terhadap orang tuanya maupun orang lain.

Tips ini dapat berjalan jika anak dan orang tua saling mengerti satu sama lain dan yang terpenting adalah adanya komunikasi terhadap keduanya, karena jika komunikasi tersebut putus atau hilang maka tips tersebut tidak dapat membuahkan hasil, jika anda merasa tips ini tidak membantu bahkan kondisi anda semakin tertekan segeralah konseling pada psikolog dan jangan mendiagnosa diri sendiri.

Anita, Risya, Zahra
Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka

Pos terkait