Tradisi Dandangan: Memperingati Kedatangan Bulan Ramadan di Kabupaten Kudus

MJ, Kudus, Jawa Tengah – Tradisi unik yang masih lestari di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, adalah Dandangan, sebuah upacara menyambut kedatangan Bulan Ramadan yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya dan perekonomian masyarakat setempat.

Asal Usul Dandangan

Tradisi Dandangan memiliki akar yang dalam dalam sejarah Kabupaten Kudus. Berasal dari kata ‘Ndang’, yang merujuk pada bunyi suara beduk di kompleks Masjid Menara, tradisi ini menjadi ajakan kepada masyarakat Kudus untuk berkumpul di Masjid Sunan Kudus guna mendengarkan pengumuman awal Bulan Ramadan oleh Sunan Kudus pada zamannya.

Menurut sejarah, Sunan Kudus, salah satu Wali Songo yang berperan dalam penyebaran agama Islam di Jawa, adalah sosok yang sangat paham dalam ilmu Fiqih dan Falak (astronomi). Keahliannya dalam ilmu Falak lah yang kemudian melahirkan tradisi Dandangan. Tradisi ini pertama kali digelar pada tahun 1549 Masehi.

BACA JUGA:  Menghabiskan Anggaran Ratusan Miliar, Bendung Karet di Sungai Juwana Pati Ditarget Rampung Tahun 2024

Rangkaian Tradisi Dandangan di Kudus

Sepekan atau dua pekan sebelum Ramadan, rangkaian tradisi Dandangan dimulai di Kabupaten Kudus. Pada Jumat, 1 Maret 2024, Pemerintah Kabupaten Kudus membuka rangkaian Tradisi Dandangan di Alun-alun Kudus Kulon. Tradisi ini direncanakan berlangsung dari 1 hingga 11 Maret 2024.

Pj Bupati Kudus, Muhamad Hasan Chabibie, menjelaskan bahwa prosesi Dandangan merupakan warisan dari Wali Songo, khususnya Sunan Kudus atau Jafar Shadiq. Ia menegaskan bahwa prosesi Dandangan, yang telah berusia ratusan tahun, menjadi bagian penting dalam menyambut Bulan Ramadan dan menjadi legitimasi dari Sunan Kudus sendiri.

BACA JUGA:  "Kapolres Tebing Tinggi Terima Penghargaan dari Kapolda Sumatera Utara atas Prestasi dalam Bidang Kehumasan"

Momen Tradisi Dandangan tidak hanya mengangkat potensi kebudayaan, tetapi juga meningkatkan perekonomian warga. Terdapat 400 pedagang yang berjualan di sepanjang Jalan Sunan Kudus. Selain itu, ada pula rangkaian budaya dan religi yang ditampilkan dalam momen Dandangan tahun 2024.

“Tentu ini momen yang luar biasa, karena ada ruang publik yang tercipta di mana ada integrasi religius, kebudayaan, dan sosial serta perputaran ekonomi ini menjadi satu sebuah tradisi yang namanya Dandangan,” ujar Hasan.

Menghadapi Peringatan Hari Jadi Kota Kudus Ke-492 Tahun

BACA JUGA:  Gelar Jum'at Curhat, AKBP James Sebarkan Nomor Hotline dan Ajak Warga Menjadi Polisi Bagi Diri Sendiri

Menghadapi peringatan Hari Jadi Kota Kudus yang ke-492 tahun, tradisi Dandangan tetap menjadi bagian penting dalam identitas budaya Kabupaten Kudus serta momentum penting dalam menyambut Bulan Ramadan dan peningkatan pariwisata daerah.

Mari sukseskan Tradisi Dandangan tahun ini dengan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19 untuk menjaga keselamatan bersama. Selamat menyambut Bulan Suci Ramadan, semoga kita selalu diberikan kesehatan dan keselamatan.

Pos terkait