Tragedi Kanjuruhan, Ini Alasan Kepolisian Gunakan Gas Air Mata

DEPOK POS – Kapolda Jawa Timur, Irjen. Pol. Nico Afinta buka suara terkait tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan. Ia menyebut anak buahnya melepaskan gas air mata karena Aremania sudah bertindak anarkis.

Namun keputusan Polisi ini mendapatkan kritikan keras dari berbagai elemen masyarakat. Pasalnya tembakan gas air mata ini disebut menjadi penyebab ratusan nyawa meninggal dunia di stadion Kanjuruhan, di mana FIFA sendiri sudah melarang penggunaan gas air mata dalam menangani kerusuhan di pertandingan sepak bola.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Korban Tragedi Kanjuruhan, Kapolda Jatim Sebut Karena Gas Air Mata

Mengenai penggunaan gas air mata, Nico menyebut bahwa pihaknya sudah mencoba menggunakan cara persuasi. Namun massa disebut kian anarkis sehingga petugas mereka terpaksa menembakkan gas air mata di situasi tersebut.

“Oleh karena itu tim pengamanan melakukan upaya-upaya pencegahan dan melakukan pengalihan supaya mereka tidak masuk ke dalam lapangan untuk mengejar para pemain,” beber Nico.

BACA JUGA:  Presiden Joko Widodo Kunjungi Warga Demak Korban Banjir: Komitmen dan Solusi Tanggap Bencana

“Dalam prosesnya itu untuk melakukan upaya-upaya pencegahan, pihak keamanan melepaskan gas air mata karena sudah anarkis, karena massa sudah menyerang petugas, sudah merusak mobil,” terang orang nomor satu di Kepolisian Jawa Timur tersebut.

Nico tidak menampik bahwa penembakan gas air mata itu menjadi salah satu penyebab meninggalnya banyak Aremania. Ia menyebut bahwa terjadi penumpukan di pintu keluar akibat tembakan gas air mata itu sehingga banyak yang kekurangan oksigen dan meninggal dunia.

BACA JUGA:  Tragedi Kanjuruhan, Kementerian PPPA Sebut 33 Anak Meninggal. Ada yang Usia 4 Tahun

“Karena gas air mata mereka [Aremania] pergi keluar ke satu titik di pintu keluar, kalau tidak salah pintu 10 atau pintu 12, Kemudian terjadi penumpukan,” beber Nico.

“Dalam proses penumpukan itulah terjadi sesak nafas dan kekurangan oksigen, di mana tim medis dan tim gabungan memberikan mencoba memberikan upaya pertolongan kemnudian juga dilakukan evakuasi ke beberapa rumah sakit,” imbuhnya. []

Pos terkait