Tragedi Kanjuruhan, Terbesar Kedua di Dunia dalam Sejarah Kelam Sepakbola

DEPOK POS – Kerusuhan yang terjadi usai Laga Arema FC vs Persebaya Surabaya di Kanjuruhan menjadi tragedi terbesar kedua dalam sejarah sepakbola dunia. Korban tewas akibat tragedi tersebut dilaporkan mencapai 127 orang.

BACA JUGA:  Roni Adi SE, M.M Ketua MPD Pemuda ICMI Jakarta Pusat, Penerus Cita-cita H. Mahbub Djunaidi

Korban tewas akibat kerusuhan tersebut dikabarkan terus bertambah. Komnas HAM bahkan menyebut jumlah korban yang meninggal sebanyak 153 orang.

Tragedi pertama dengan jumlah korban jiwa terbesar, dikutip dari laman footballgroundguide.com, Minggu, terjadi di Stadion Nasional (Estadio Nacional), Lima, Peru, saat laga Peru vs Argentina pada 1964.

BACA JUGA:  Menpora Dito Ingin ISSI DKI Jakarta Terdepan Dalam Pembinaan dan Berprestasi Untuk Balap Sepeda Indonesia

Kejadian yang menewaskan 326 orang tersebut terjadi akibat kerusuhan di dalam stadion dan dihalau polisi yang membuat penonton panik berlari di pintu keluar yang ternyata masih tertutup dan membuat banyak yang terinjak-injak. []

BACA JUGA:  JK: Masjid Berperan sebagai Pusat Pendidikan

Pos terkait