Travelling Pascapandemi untuk Melepas Penat? Ikuti Cara Ini Agar Selamat!

DEPOK POS – World Health Organization (WHO) mengeluarkan sebuah publikasi ilmiah berkenaan layanan kesehatan perjalanan atau travel health pada November 2022, guna mengedukasi masyarakat global saat melakukan perjalanan lintas negara yang sehat dan aman. Meski masa-masa pengetatan aktivitas dan mobilisasi antarnegara sudah semakin menurun, namun WHO masih tetap mengimbau memberlakukan kebijakan travel health.

Travel health bukan untuk mempersulit keberangkatan, melainkan hadir untuk melindungi diri dari penularan penyakit, serta mencegah terjadinya penularan penyakit epidemi atau pandemi di masa depan. Tidak hanya semata menanggapi akan kehadirannya Covid-19, tetapi juga penyakit epidemi lain yang rawan meluas jika masyarakat abai akan protokol kesehatan di dalam travelling. Sebut saja Monkeypox (Mpox), sebuah penyakit menular yang awalnya hanya terjadi di daerah hutan hujan tropis Afrika Tengah dan Barat. Kini, penularan penyakit terjadi di luar wilayah tersebut.

Sejumlah negara maju, seperti Amerika Serikat atau negara-negara di Eropa, telah mengadopsi sistem travel health bagi para wisatawan, khususnya di tengah liburan akhir tahun baru dan Natal ini. Salah satu tujuan dari travel health ialah untuk memastikan perlindungan kesehatan, baik untuk pelaku perjalanan maupun penduduk di wilayah yang menjadi lokasi tujuan. Tidak hanya itu, bagi Anda pelaku perjalanan, mematuhi kebijakan travel health berarti juga memberikan perlindungan bagi keluarga di rumah. Informasi seputar peraturan dan komunikasi kesehatan bertujuan agar masyarakat selalu update terhadap kebijakan prosedur yang telah diatur.

BACA JUGA:  Benarkah Kaum Rebahan Berisiko Terkena Diabetes dan Penyakit Jantung?

Adapun sejumlah kebijakan travel health di antaranya, pembatasan aktivitas transportasi antarnegara, pendataan status vaksinasi dan tes Covid-19 sebagai syarat melakukan kegiatan perjalanan, serta kebijakan penerapan protokol. Bahkan, beberapa waktu lalu sempat ada kebijakan menutup penerbangan dari beberapa negara tertentu yang dilakukan oleh beberapa negara lainnya.

Selain itu, kebijakan travel health ini diharapkan dapat membuka peluang kemajuan teknologi, salah satunya dengan memanfaatkan Telehealth. Telehealth adalah pelayanan medis melalui layanan telekomunikasi, baik konsultasi atau pemberian kebutuhan obat-obatan. Para tenaga kesehatan kini juga semakin sering mendapat pelatihan layanan kesehatan perjalanan untuk mendukung telehealth agar pelayanan kesehatan semakin terdistribusi dan merata.

BACA JUGA:  Penyebab Gagal Ginjal dan Cara Pencegahannya

Agar dapat tetap melakukan perjalanan yang sehat dan aman, berikut ini adalah tips dan trik yang dapat Anda lakukan sesuai imbauan WHO dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI):

1. Periksa kesehatan sebelum melakukan perjalanan

“Sedia payung sebelum hujan” mungkin peribahasa tersebut adalah peribahasa yang tepat bagi Anda untuk melakukan screening mandiri serta vaksinasi untuk meningkatkan daya tahan tubuh sebelum bepergian. Walaupun biasanya pemeriksaan kesehatan dilakukan untuk wanita hamil, bayi dan balita, dan seseorang yang menderita penyakit kronis, tidak ada salahnya untuk melakukan upaya pencegahan. Anda pun bisa melakukan persiapan khusus apabila Anda bepergian ke negara dengan risiko penyakit menular dan fasilitas penanganan medis terbatas.

2. Disiplin protokol kesehatan

Protokol kesehatan seharusnya kini menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari. Protokol kesehatan yang harus terus dilakukan adalah menggunakan masker di tempat yang tertutup dan ramai, mengurangi menyentuh langsung permukaan benda di fasilitas umum, dan senantiasa menjaga jarak dengan orang lain dan menghindari kerumunan yang tidak menggunakan masker.

BACA JUGA:  Terapi Insulin untuk Pengobatan Diabetes

3. Siapkan keperluan

Untuk mendukung penerapan protokol kesehatan, sebaiknya Anda membawa masker cadangan dan rutin mengganti masker setiap 4 jam. Ketika Anda menyentuh permukaan benda, cuci juga tangan Anda dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal kadar 60%.

Travel health terlihat kecil dan sepele, namun dampak yang diberikan begitu besar dan bermanfaat. Meskipun saat ini pandemi Covid-19 sudah terlihat “tidak ada”, bukan berarti dia tidak akan kembali di tengah-tengah kita. Untuk itu, jika ingin travelling melepas penat dengan selamat, jangan lupa tetap menerapkan travel health dan menjalankan tips perjalanan yang sehat dan aman.

Tidak menutup kemungkinan bahwa di masa yang akan datang akan terjadi pandemi atau epidemi berikutnya. Maka diperlukan kerja sama berbagai sektor untuk menanggulangi future pandemic yang bisa muncul dari mana saja dan kapan saja ini.

Alifa Ayuni Prasetyo & Dinda Ramadhina Putri
Mahasiswa FKM UI

Pos terkait