Tren Artis Masuk Politik

Semakin dekat dengan Pemilu 2024 para caleg sibuk mencari simpati kepada masyarakat. Mulai dari blusukan dari kampung ke kampung sampai mencari perhatian melalui sosial media (sosmed). Namun, ada yang tak biasa dari pemilu kali ini.

Tahun ini para selebriti ramai terjun ke dunia politik dan akan menjadi caleg 2024. Sebut saja Verrel Bramasta, ia menjadi salah satu kader dari Partai Amanat Nasional (PAN) dan dikabarkan akan maju caleg di Dapil Jawa Barat.

Kalina Oktarani, mantan istri YouTuber Deddy Corbuzier juga akan ikut nyaleg dari Partai Persatuan Indonesia (Perindo) dan akan memperebutkan kursi DPRD Kalimantan Timur. Dari partai NasDem, nama Choky Sitohang yang sering muncul sebagai pembawa acara di salah satu stasiun televisi dikabarkan mencalonkan diri sebagai caleg di Dapil Jawa Barat VI.

BACA JUGA:  Hubungan Bilateral Jepang dan China: Bagaimanakah Security Dilemma Kedua Negara

Fenomena banyaknya artis yang ikut politik membuat tren baru yang menghiasi Pemilu 2024. Masyarakat melalui sosial media banyak mengundang perdebatan, mulai dari yang positif hingga negatif. Banyak yang menanggapi bahwa artis yang ikut ke dunia politik memilki kelebihan dalam segi popularitas, sehingga ia tidak perlu lagi mencari simpatisan ke pelosok daerah. Karena mereka sudah memiliki banyak penggemar di sosial media.

Sebaliknya, tidak sedikit juga yang mengkhawatirkan jika banyak artis yang tiba-tiba terjun ke dunia politik semata-mata hanya mengikuti tren. Netizen menyinggung jika artis akan tidak serius dalam mengemban amanah masyarakat.

Sisi Partai

Partai Politik memiliki keuntungan dengan masuknya artis ke dalam partainya. Para artis memiliki popularitas sehingga tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga untuk memperkenalkan partainya kepada orang banyak. Dia bisa memanfaatkan platform sosial media untuk media berkampanye.

BACA JUGA:  Fokus Berkarir, Childfree jadi Solusi?

Dalam pemilu, dukungan massa dapat berarti perbedaan antara menang dan kalah. Artis atau selebriti yang terlibat dalam politik dapat menggunakan pengaruh mereka untuk menggerakkan basis penggemarnya untuk mendukung partai politik yang mereka dukung.

Masuknya artis ke dalam partai politik mencerminkan keberagaman latar belakang dan kepentingan masyarakat. Dengan melibatkan artis, partai politik menunjukkan bahwa mereka komitmen untuk mewakili masyarakat dan memperluas basis dukungan.

Sisi Artis

Artis sering kali memiliki kesadaran sosial yang tinggi dan ingin menggunakan platform mereka untuk memperjuangkan isu-isu yang mereka anggap penting. Mereka juga ingin memberikan kontribusi yang lebih besar kepada rakyat dengan cara menjadi caleg dan akan mewakili aspirasi rakyat.

BACA JUGA:  Kemacetan Mudik Lebih Horor dari Film Horor

Sukses dalam karir seni tidak membuat mereka puas, oleh karena itu masuk dalam dunia politik menjadi salah satu jalan mencari kesuksesan selanjutnya. Dengan modal popularitas bisa saja mendongkrak suara dari masyarakat.

Masyarakat harus lebih bijak dalam menggunakan hak suaranya pada Pemilu 2024 nanti. Jangan karena popularitasnya yang naik membuat aspek yang lain seperti gagasan atau ide untuk kepentingan masyarakat diabaikan. Pilih calon wakil rakyat yang benar-benar berpihak kepada rakyat dan bisa mengerti apa yang dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia.

ZAINUL MUZZAKI

Pos terkait