UI Turut Kembangkan Organic Urban Farming

DEPOKPOS –  Lahan yang minim di wilayah perkotaan dan kebutuhan akan hidup sehat, membuat tren kegiatan berkebun di tengah perkotaan saat ini semakin marak. Berangkat dari hal tersebut Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) melaksanakan kegiatan program pengabdian masyarakat bertajuk “Pengembangan Organic Urban Farming Komunitas Ibu Hebat Depok” di Kelurahan Sawangan Baru, Depok, Jawa Barat.

Program pengabdian masyarakat ini didanai melalui Hibah Pengabdian Masyarakat skema Gerakan Sosial 2023 yang diselenggarakan oleh FEB UI. Tim pengabdian masyarakat ini diketuai oleh Sri Rahayu Hijrah Hati, Ph.D. dari Klaster Industri Halal bersama dua dosen FEB lainnya. Tim ini juga berkolaborasi dengan Dr. Sari Viciawati Machdum dari Departemen Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP) UI dan didukung Himpunan Mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial dalam pengembangan Komunitas Depot Kompos Dahlia, Sawangan Baru, kota Depok.

Pemilihan Kelurahan Sawangan Baru, Depok, Jawa Barat, dikarenakan pada wilayah yang terdiri atas 49 rukun tetangga (RT) dan 10 rukun warga (RW) tersebut telah terbentuk sebuah komunitas pengembangan lingkungan dan bisnis masyarakat yang bernama Komunitas Ibu Hebat. Komunitas Ibu Hebat dikenal aktif di berbagai kegiatan, seperti pembuatan aneka keripik (dalam pembinaan Jurusan Kesejahteraan Sosial FISIP UI), siomay, kue kering, pupuk kompos, hingga organic urban farming. Akan tetapi, dalam kegiatan organic urban farming, komunitas ini menemui kendala meningkatkan produktivitas. Hal ini terjadi akibat minimnya pengetahuan mengenai pertanian dan kurangnya pendanaan untuk memperoleh benih sayur mayur berkualitas.

BACA JUGA:  50 Tahun Indonesia-Korea Selatan, UI Dukung Penguatan Kemitraan Sosial Budaya dan Diplomasi

Penyerahan benih tanaman dihadiri oleh Sekretaris Kelurahan Sawangan Baru Reza Tanzila, Ketua RW 008 Sawangan Baru, dan Ketua RT 003 Sawangan Baru, serta para anggota Komunitas Ibu Hebat pada Sabtu (17/5). “Kegiatan ini tentunya mendukung salah satu pencapaian target SDGs Sustainable Cities and Communities dan Good Health and Well-Being meski dalam lingkup yang sangat kecil. Selain itu, pertanian organik di perkotaan juga selaras dengan program net zero emission di Indonesia,” ujar Sri Rahayu.

BACA JUGA:  Peran Hutan Kota UI dalam Bawa Keberlanjutan Lingkungan ke Tingkat Dunia

Organic urban farming memiliki manfaat ekologis untuk menciptakan ruang hijau di wilayah padat penduduk serta menjamin ketahanan bahan pangan yang aman bagi kesehatan dan tidak merusak lingkungan. Dari segi sosial dan ekonomi, kegiatan ini mendukung Komunitas Ibu Hebat untuk senantiasa mengembangkan dan memberdayakan perempuan agar mampu berdikari secara mandiri, membantu kondisi keuangan keluarga melalui peningkatan jumlah panen dan pendapatannya.

Berbagai program pengabdian masyarakat yang telah dilakukan FEB UI, baik dalam skala nasional maupun internasional, melalui beberapa skema, yakni (1) Edukasi Masyarakat Secara Daring, (2) Gerakan Sosial, (3) Penugasan Departemen dan (4) Kemitraan Internasional. Seluruh Program Pengabdian Masyarakat dikoordinasikan di bawah unit Riset Pengabdian Masyarakat (RPM) yang dipimpin oleh Dr. Dwi Nastiti Danarsari. Kegiatan dilakukan ini guna merealisasikan visi dan misi serta mengaktualisasikan cita-cita FEB UI sebagai institusi pendidikan yang inclusive, relevant, dan reputable.

BACA JUGA:  Syahril Aditya Ginanjar, Lulus UI dengan IPK 4

Setelah program organic urban farming ini dilaksanakan, pemantauan berkala akan dilakukan oleh tim pengabdian masyarakat FEB UI guna menjaga keberlanjutan dan mengevaluasi hasil panen. Perluasan program organic urban farming di wilayah Kelurahan Sawangan Baru maupun wilayah lainnya juga akan diperhitungkan melalui hasil evaluasi ini nantinya.

Pelatihan bagi Komunitas Ibu Hebat juga akan dilaksanakan untuk membantu memasarkan produk buatan mereka secara efektif dan tepat sasaran. Hal ini merupakan implementasi dari misi FEB UI untuk memberikan kontribusi pada pengembangan pengetahuan di bidang ekonomi dan bisnis. “Semoga kerja sama ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi akan ekspansif, berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi kita semua,” tutur Sri Rahayu.

Pos terkait