Uniknya Srikandi Bencana Ketika Mengoperasikan HT

DEPOKPOS – Sekitar 80 perempuan ikut dalam Bimbingan Teknik (Bimtek) Srikandi Siaga Bencana Chapter 3. Kegiatan ini diadakan di Pondok Pesantren Sumber Pendidikan Mental Agama Allah (SPMAA) Dusun Tamanan, Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Minggu (23/7).

Ada tiga materi yang diberikan dalam acara yang dibuka oleh Koordinator Srikandi Siaga Bencana Aslichatul Insiyah. Materi pertama tentang layanan dukungan psikososial oleh Ashabun Naim. Materi kedua Emergency Communication Management (Emcomm) sesuai Perka BNPB Nomor 06 Tahun 2013 oleh Koordinator Sekber Relawan Penanggulangan Bencana (SRPB) Jawa Timur Dian Harmuningsih. Materi ketiga tentang kesehatan keselamatan kerja (K3) di lokasi bencana oleh M.Asruri Syam dari Accessina.

BACA JUGA:  Jufi Salurkan Paket 145 Pangan Ramadhan di Kemiling Bandar Lampung

Pimpinan SPMAA Pasuruan Rohman Arsys Tawa atau biasa dipanggil Gus Arsys membuka kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan ini merupakan ikhtiar untuk menambah ilmu bagi para perempuan yang terlibat aktif dalam penanggulangan bencana.

Ada yang unik dalam bimtek kali. Ternyata, dalam praktik penggunaan handy talky (HT), beberapa peserta tangannya gemetaran menekan tombol push to talk (PTT) HT. Ada pula yang berbicara belepotan saat membuat laporan via HT.

BACA JUGA:  AKSI SOSIAL SCREENING GIGI GRATIS KEPADA ANAK DIFABEL BERSAMA DR. CLOBO DAN MISS SUPRANASIONAL SERTA PUTERI INDONESIA DIGELAR SUKSES!

“Inilah pentingnya teori dan praktik untuk komunikasi radio. Namun secara umum peserta sangat antusias berkomunikasi dengan perangkat HT,” ungkap Dian Harmuningih yang memberikan materi ini. Ia juga anggota ORARI dan memiliki call sign YC3JAV.

Saat materi K3 di lokasi bencana, para relawan perempuan ini lebih semangat lagi. Pasalnya, banyak hal baru yang mereka terima. Termasuk terkait penggunaan alat pelindung diri (APD) dan aturan standar penggunaannya.

M.Asruri Syam dari Accessina juga menekankan penggunaan sandal di daerah bencana. Pasalnya, penggunaan alas kaki seperti ini rawan terpeleset. “Sumber bahaya dalam bekerja yang pertama adalah diri sendiri. Hal ini karena tubuh lelah, tidak fokus, dan kurang istirahat,” kata M.Asruri Syam.

BACA JUGA:  Distribusi Al-Qur’an dan Iqro’ Bahagiakan Anak-anak Bengkulu Mengaji

Salah seorang peserta dari Jember menyatakan, pihaknya akan membuat acara seperti ini untuk peningkatan kapasitas SDM. “Mudah-mudahan SRPB Jatim bisa menjadi narasumber di acara kami,” ucapnya.

Para peserta dalam kegiatan ini di antaranya berasal dari berbagai kota. Seperti Trenggalek, Jember, Probolinggo, Bondowoso, Lumajang, Mojokerto, Jombang, Malang, Blitar, Kediri, Tulungagung, Nganjuk, Ponorogo, Lamongan, Pasuruan, Sidoarjo, Gresik, Sampang, Bangkalan, dan Surabaya.(*)

Pos terkait