Wajib Tahu! Ini Biaya Notaris Over Kredit Rumah

Wajib Tahu! Ini Biaya Notaris Over Kredit Rumah

DEPOK POS – Over kredit rumah adalah cara pembelian rumah dengan memindahkan kredit yang sedang berjalan dari debitur lama ke debitur baru.

Proses ambil alih cicilan KPR kurang lebih hampir sama dengan transaksi jual beli rumah pada umumnya. Tidak bisa dilakukan sembarangan, over kredit harus diketahui bank dan melibatkan pihak berwenang seperti notaris.

Lalu berapa besar biaya notaris over kredit rumah dan sps dsjs syarat pengajuannya?

BACA JUGA:  Federasi Pekerja Buruh Pelabuhan Tanjung Priok Memimpin Peringatan May Day di Jakarta Utara

Over kredit rumah diatur dalam UU No.12011 mengenai Perumahan dan Kawasan Permukiman dimana proses perpindahan kepemilikan sebaiknya tidak dilakukan di bawah tangan.

Pihak debitur sebelumnya harus melaporkan pada pihak bank dan calon debitur perlu mengajukan permohonan kredit.

Jika memenuhi syarat dan disetujui bank, barulah proses over kredit rumah bisa dilanjutkan.

BACA JUGA:  Dugaan Serangan Fajar di RW 07 Pegadungan Terkuak: Caleg DPR RI & DPRD Diduga Distribusikan Uang ke Warga dengan Kode Tertentu

PENTING: Bagi pemilik rumah sebelumnya, jangan lupa minta untuk dilakukan roya atau pencoretan hak tanggungan. Hal ini sangat penting agar terbebas dari tanggungan cicilan dan bisa dilanjutkan calon pembeli. Setelah itu, barulah Anda mengurus dokumen jual beli ke Notaris dan PPAT.

Tentunya ada sejumlah biaya yang harus dibayarkan. Untuk biaya notaris over kredit rumah, berikut perkiraan simulasi perhitungannya:

  • Pemeriksaan sertifikat Rp250,000
  • Validasi Pajak Rp200,000
  • Balik nama Rp1,500,000
  • Akta Jual Beli Rp1,500,000
  • APHT (Akta Pemberian Hak Tanggungan) Rp1,500,000
  • Perjanjian Kredit Rp 500,000
  • SKMHT (Surat Kuasa Hak Membebankan Hak Tanggungan) Rp2,500,000
  • Total Rp7,950,000
BACA JUGA:  Scooter Bikers Kemayoran (scoobike) Rayakan Anniversary Ke-20

Biaya notaris over kredit rumah tersebut belum termasuk dengan roya sertifikat dan pembayarannya bisa dinegosiasikan bersama penjual apakah akan dibagi atau dibebankan 100% pada pembeli. []

Pos terkait