Yuk! Membangun Keluarga Bahagia dalam Ilmu Psikologi

Yuk! Membangun Keluarga Bahagia dalam Ilmu Psikologi

DEPOK POS – Membangun Keluarga bahagia adalah salah satu impian setiap pasangan suami istri. Kalian pasti sangat menginginkan terwujudnya keluarga bahagia dalam pernikahan kalian kan?. Karena itu, saya akan membahas lebih rinci dalam ilmu psikologi tentang bagaimana mewujudkan keluarga bahagia.

Menurut Sri Lestari (2012), Dalam Psikologi Keluarga menjelaskan bahwa keluarga merupakan tempat yang penting bagi perkembangan fisik, emosi, spiritual, dan sosial. Keluarga juga sebagai sumber kasih sayang, perlindungan, dan identitas bagi anggotanya.

Menurut Ajeng Raviando Psikolog lulusan UI, gambaran keluarga bahagia bisa dilihat dari setiap anggotanya yang memperlihatkan aura kebahagiaan saat sedang bersama-sama dan terlihat bahagianya bukan karena paksaan atau di buat-buat.

Keluarga juga memiliki fungsi yang sangat penting bagi keberlangsungan masyarakat dari generasi ke generasi, inti fungsi utama keluarga ada dua yaitu ; internal, yang dimana memberikan perlindungan psikososial dalam anggotanya dan eksternal, yang dimana mentransmisikan nilai-nilai budaya pada generasi selanjutnya (Sri Lestari, 2012).

BACA JUGA:  Implementasi Manajemen Risiko Dalam Menghadapi Bonus Demografi

Pencapaian untuk mewujudkan keluarga sakinah mempunyai upaya-upaya yang harus dilakukan oleh setiap anggota keluarga. Salah satu upaya yang perlu dilakukan untuk mencapai keluarga sakinah dengan mewujudkan pernikahan harmonis antara suami istri. Upaya mewujudkan harmonisasi antara suami istri dapat dicapai melalui cara-cara sebagai berikut :

⦁ Adanya saling pengertian antara suami istri

Dimana suami istri saling memahami dan saling mengerti tentang keadaan masing-masing baik secara fisik maupun mentalnya. Karena suami istri juga manusia yang memiliki kekurangan dan kelebihan.

BACA JUGA:  Tinjauan Hukum pada Akad Ju’alah

⦁ Memupuk rasa cinta

Dengan adanya rasa cinta di antara pasangan suami istri akan mendatangkan ketentraman, keamanan, dan kedamaian. untuk kebahagiaan tersebut hendaknya suami istri senantiasa saling menyayangi, mengasihi, menghormati, menghargai, dan penuh dengan keterbukaan.

⦁ Melaksanakan asas musyawarah

Dengan bermusyawarah setiap anggota keluarga keberadaannya akan menjadi penting, yang dimanah akan mengajarkan setiap anggota keluarga berhak berpendapat dan menumbuhkan sikap saling menghargai di antara anggota keluarganya. bermusyawarah dalam keluarga dapat menimbulkan rasa memiliki dan rasa tanggung jawab di antara para anggota keluarga untuk menyelesaikan masalah yang timbul dalam keluarga.

⦁ Saling memaafkan

Suami istri harus ada sikap ketersediaan untuk saling memaafkan atas kesalahan masing-masing. Karena banyak terjadi persoalan kecil dan sepele menjadi penyebab terganggunya keharmonisan keluarga dan tidak jarang menjadi perselisihan yang berkepanjangan.

BACA JUGA:  FOMO Mulu, Hati-Hati Stress!

⦁ Komunikasi

Keterampilan dalam komunikasi dapat mewujudkan kecermatan memilih kata yang digunakan dalam menyampaikan gagasan pada pasangan, karena jika pemilihan kata tidak tepat dapat menimbulkan kesalahan persepsi pada pasangan.

⦁ Persoalan ekonomi

Yang dimana pengelolaan dalam keuangan berupa perbedaan pasangan dalam hal perbelanjaan, penghematan uang, perbedaan makna tentang uang, dan kurangnya perencanaan untuk menabung.

Mengingat hal tersebut, pasangan menikah perlu di dorong untuk mengembangkan upaya-upaya yang dapat meningkatkan kepuasan perkawinan agar dapat mewujudkan keluarga yang bahagia dan generasi yang berkualitas.

Disa, Syabilla, Tiara.
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Pos terkait