Mengenal Self Harm, Penyebab dan Cara Mengatasinya

DEPOKPOS – Beberapa orang yang merasa gagal, tersakiti, dan bahkan benci dengan dirinya sendiri pasti berusaha mengontrol rasa sakitnya mental mereka dengan cara mengubah bentuknya. Dari yang awalnya rasa sakit itu terasa secara psikis, jadi sakit secara fisik. Hal ini kerap kali disebut dengan kegiatan menyakiti diri sendiri atau Self-harm.

Self-harm adalah kondisi mendesak yang perlu intervensi segera karena merupakan kopling maladaptif untuk menghadapi situasi penuh tekanan dan melawan emosi buruk yang dapat mengarah pada ide bunuh diri. Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih lanjut mengenai Self-harm termasuk hal-hal yang memicu terjadinya Self-harm serta tips menghadapi Self-harm.

Apa itu Self-harm?

Self-harm atau melukai diri sendiri adalah perilaku menyakiti diri sendiri dengan sengaja yang dapat menimbulkan luka fisik dan psikologis. Self-harm dilakukan sebagai cara untuk meredakan perasaan negatif seperti marah, stres, cemas, kesepian dan putus asa.

Ada banyak faktor yang bisa menjadi penyebab seseorang melakukan hal ini, seperti masalah dalam komunikasi, kesulitan dalam bersosialisasi, merasa tidak percaya diri, dan menyalahkan diri sendiri atas masalah yang terjadi.

Self-harm dapat dilakukan oleh siapa saja, namun, lebih umum terjadi pada remaja dan dewasa muda. Menurut studi di Indonesia pada tahun 2021, Self-harm paling banyak dilakukan oleh remaja yang berusia 12-19 tahun.

BACA JUGA:  Kapan Waktu Terbaik Olahraga untuk Bakar Lemak?

Self-harm dapat berupa tindakan melukai tubuh dengan benda tajam atau benda tumpul, seperti menyayat atau membakar kulit, memukul tembok, membenturkan kepala, menggigit diri sendiri, dan mencabut rambut. Akan tetapi, Self-harm tidak selalu menimbulkan luka yang terlihat.

Bentuk Self-harm lain bisa menimbulkan luka internal. Misalnya, mengkonsumsi alkohol dan obat-obatan berbahaya. Hal itu bisa dikategorikan sebagai self-harm apabila motifnya adalah peluapan emosi negatif.

Mengapa Seseorang Melakukan Self-harm?

Berikut adalah beberapa alasan yang mungkin mendorong seseorang untuk melakukan self-harm, seperti yang dijelaskan dalam beberapa sumber:

⦁ Kesulitan mengungkapkan emosi

Seseorang mungkin kesulitan mengungkapkan emosi mereka dengan cara yang sehat dan memilih untuk melakukan self-harm sebagai cara untuk mengatasi perasaan negatif mereka.

⦁ Trauma atau pengalaman buruk

Seseorang yang mengalami trauma atau pengalaman buruk mungkin merasa kesulitan untuk mengatasi perasaan negatif dan memilih untuk melakukan self-harm sebagai cara untuk meredakan perasaan tersebut.

⦁ Masalah Sosial

Menghadapi masalah sosial tertentu juga bisa menjadi penyebab seseorang melakukan self-harm. Perilaku ini disebut lebih rentan menyerang korban bullying atau orang-orang yang sedang berada dalam kondisi tertentu.

BACA JUGA:  Penelitian Ahli: Wanita Perokok Tampak Lebih Tua dari Aslinya

⦁ Gangguan Mental

Seseorang yang menderita gangguan mental, seperti depresi, kecemasan, atau PTSD mungkin lebih rentan untuk melakukan self-harm.

⦁ Tuntutan Sosial

Tuntutan sosial seperti tekanan dari teman atau keluarga, dapat memicu seseorang untuk melakukan Self-harm.

Bagaimana Cara Agar Terhindar Dari Self-harm?

Berikut adalah tips agar kita terhindar dari Self-harm

⦁ Speak-up

Langkah pertama yang sangat penting dilakukan adalah berani untuk membicarakan hal ini. Untuk membicarakan perilaku ini tentulah membutuhkan kekuatan dan keberanian. Jangan pernah ragu untuk meminta bantuan pada siapapun mengenai masalah ini.

Membicarakan permasalahan yang ada bukanlah pertanda kelemahan, namun, dapat menunjukkan bahwa kita mampu merawat diri dan melakukan hal yang diperlukan untuk menjaga kesehatan mental.

Kenali Kondisi dan Situasi yang Memicu Self-harm

Ketika kita mengenali hal-hal yang dapat memicu self-harm, di saat dorongan itu muncul, kita bisa langsung menghindari hal itu.

Misalnya, situasi kondisi dimana Self-harm biasa dilakukan adalah ketika mengingat mantan pacar dan hal yang menjadi pemicunya adalah lagu yang pernah kalian putar di sebuah platform musik. Jika lagu tersebut tanpa sadar terputar, maka, cepat matikan lagu tersebut lalu segeralah mencari tempat yang ramai.

BACA JUGA:  The Girl Fest 2023 Hadirkan Perempuan Inspiratif

⦁ Ekspresikan

Ekspresikan emosi negatif yang kalian rasakan. Silakan menangis, teriak, atau apapun itu, lakukanlah selagi cara meluapkannnya tidak melukai diri sendiri dan juga orang lain. ingatlah, jangan pernah memendam emosi negatif karena jika semakin dipendam akan semakin parah, semakin buruk juga efeknya.

Maka dari itu, ekspresikanlah. Lebih bagus lagi jika kalian dapat mengidentifikasikan emosi yang kalian rasa agar kalian dapat mendeskripsikan apa yang kalian rasakan lewat tulisan.

Penting bagi kita untuk memahami bahwa self-harm adalah perilaku yang berbahaya bagi kesehatan fisik dan mental seseorang. Menurut saya pribadi, self-harm bukanlah jalan keluar yang sehat dan efektif untuk mengatasi masalah emosional karena self-harm dapat memperburuk kondisi emosional seseorang dan memicu kecanduan perilaku tersebut.

Oleh karena itu, kita perlu mencari cara-cara yang lebih sehat dan efektif untuk mengatasi masalah emosional dan membantu orang lain yang melakukan self-harm dengan cara yang tepat. Kita dapat membantu seseorang yang melakukan self-harm dengan cara mendengarkan ceritanya, tidak menghakimi, menawarkan bantuan, dan memberikan dukungan sosial.

Zsarla Rizky Azzira,
Mahasiswa Sarjana Akuntansi

Pos terkait