“Pesantren Darul Iman: Menyebar Cahaya Ilmu dan Akhlak di Pedesaan Pandeglang Sejak 1991”

“Pesantren Darul Iman: Menyebar Cahaya Ilmu dan Akhlak di Pedesaan Pandeglang Sejak 1991”

MJ. Pandeglang – Pondok Pesantren Terpadu Darul Iman (PPTDI) resmi didirikan oleh tiga tokoh ulama besar, yakni KHA Aminudin Ibrahim, LML, KH Ahmad Matinudin Ibrahim, dan KH Rahmat Hidayat. Terletak di alam pedesaan yang asri, berudara segar, dan jauh dari polusi, Darul Iman berada di Kampung Kadupandak, Desa Kadulimus, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang.

Pesantren ini berjarak sekitar 10 kilometer dari Kota Pandeglang atau sekitar 120 kilometer dari Jakarta, tepatnya beralamat di Kadupandak – Banjar – Pandeglang 42252.

Latar Belakang dan Sejarah Berdirinya Pada awal pendiriannya, wilayah Kampung Kadupandak masih sangat terpencil, tanpa adanya listrik, jalan raya yang memadai, atau jaringan telepon. Warga setempat kesulitan mengakses pendidikan karena minimnya infrastruktur dan sarana transportasi yang mendukung.

KHA Aminudin Ibrahim bersama dua sahabatnya melihat kebutuhan mendesak bagi masyarakat setempat untuk mendapatkan akses pendidikan yang lebih mudah dan terjangkau, tanpa harus pergi jauh ke pusat kota Pandeglang.

Dengan semangat untuk mencerdaskan dan meningkatkan taraf pendidikan warga, mereka mendirikan Pondok Pesantren Terpadu Darul Iman. Peresmian pesantren yang berlangsung pada tanggal 29 Agustus 1991 dihadiri oleh Menteri Perhubungan saat itu, Ir. Azwar Anas.

Kunjungan Menteri tersebut membawa berkah, karena setelah peresmian, jalan di sekitar pesantren segera dibangun, jaringan telepon disambungkan, dan listrik pun dipasang.

Visi dan Misi Pesantren Darul Iman memiliki visi untuk menjadi lembaga pendidikan yang unggul dalam bidang ilmu pengetahuan dan bahasa asing, dengan tetap menjunjung tinggi akhlakul karimah. Dari visi tersebut, tiga kata kunci yang menjadi dasar pengembangan pendidikan di Darul Iman adalah ilmu pengetahuan, penguasaan bahasa asing, serta pembentukan karakter mulia (akhlakul karimah).

Kurikulum dan Program Pendidikan Darul Iman mengadopsi kurikulum terpadu yang memadukan kurikulum nasional dari Kementerian Agama dengan kurikulum pondok pesantren modern.

Selain itu, pesantren ini juga mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal dengan mengajarkan kitab kuning dan seni budaya Islam. Program pendidikan yang ditawarkan di Darul Iman mencakup Tarbiyatul Mu’allimin wal Mu’allimat al Islamiyyah (TMI) dengan durasi enam tahun, setingkat Tsanawiyah dan Aliyah.

Dalam pengajaran agama, Darul Iman mengusung pemahaman Ahlu Sunnah wal Jamaah yang moderat, dengan berpegang pada prinsip Al-Muhafadzah alal Qodim as Shalih wal Akhdzu bil Jadid al Ashlah (memelihara tradisi lama yang baik dan menerima inovasi baru yang lebih baik).

Hal ini menjadikan Darul Iman sebagai pesantren yang tidak hanya fokus pada aspek keilmuan, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam yang luhur.

Pimpinan Saat Ini Pada tahun 2024, Pondok Pesantren Terpadu Darul Iman dipimpin oleh Dr. H. Dede Permana, MA, yang telah memiliki pengalaman panjang dalam dunia pendidikan dan dakwah. Di bawah kepemimpinannya, Darul Iman terus berkembang menjadi pusat pendidikan yang berkomitmen mencetak generasi cendekiawan muslim yang berintegritas, berpengetahuan luas, dan berakhlak mulia.

Dengan lokasinya yang strategis dan lingkungannya yang mendukung proses pembelajaran yang kondusif, Pondok Pesantren Terpadu Darul Iman menjadi tempat ideal bagi generasi muda untuk menuntut ilmu dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan zaman dalam bingkai nilai-nilai Islam yang moderat dan inklusif.

Penulis: YusEditor: Red