Komunitas SAJ dan Saung Asik Tanam Tabebuya di Situ Pamulang Peringati Hari Bumi 2025

Komunitas SAJ dan Saung Asik Tanam Tabebuya di Situ Pamulang Peringati Hari Bumi 2025

MJ. Tangerang Selatan – Memperingati Hari Bumi ke-55, komunitas Saung Abah Jhon (SAJ) bersama Komunitas Saung Asik menggelar aksi nyata dengan menanam pohon tabebuya di Situ Pamulang atau yang akrab disebut Situ Sasak, Tangerang Selatan, Minggu (27/4).

Aksi ini dipimpin oleh Rendi, penasihat Komunitas SAJ, bersama dua anggota komunitas, Bang Jepry dan Bang Inang. Mereka menanam 10 bibit pohon tabebuya sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

“Setiap tanggal 22 April, dunia bersama-sama memperingati Hari Bumi sebagai momentum penting untuk mengingatkan kita akan tanggung jawab menjaga kelestarian planet ini. Tahun 2025 menjadi peringatan ke-55, sebuah perjalanan panjang yang dimulai sejak 1970,” ujar Rendi di sela-sela kegiatan penanaman.

Menurut Rendi, kegiatan ini merupakan langkah awal dari program berkelanjutan yang akan terus dijalankan oleh Komunitas SAJ dan Saung Asik. “Kami bertiga mewakili komunitas melakukan penanaman ini sebagai bagian dari komitmen kami menjaga lingkungan,” tambahnya.

Jepry, anggota Komunitas Saung Asik, menegaskan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan dan pengelolaan sampah. “Masalah besar pelestarian lingkungan adalah kurangnya kepedulian terhadap hidup bersih, khususnya dalam mengelola sampah dari rumah tangga,” tegas Jepry.

Senada, Bang Inang menambahkan bahwa kepedulian terhadap alam akan membawa manfaat bagi manusia. “Kalau kita peduli dengan alam, maka alam pun akan peduli dengan kita,” katanya.

Ketiganya berharap program pelestarian alam ini bisa mendukung program lain di komunitas, seperti pengembangan ekonomi kreatif, pemberdayaan masyarakat, dan pariwisata berbasis alam di Kota Tangerang Selatan.

Selain kegiatan tanam pohon di pagi hari, peringatan Hari Bumi tahun ini juga dirangkaikan dengan acara sosialisasi dan perayaan milad Ketua Umum Komunitas SAJ, Regina, yang digelar pada sore hingga malam hari.

Dalam kesempatan itu, Regina menyampaikan rasa syukurnya atas sinergi dan kolaborasi antar komunitas. “Alhamdulillah, peringatan Hari Bumi tahun ini menjadi momen istimewa bagi saya karena bisa dirayakan bersama sahabat-sahabat komunitas,” ujar Regina.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota komunitas, khususnya kepada Rendi, Jepry, dan Bang Inang atas aksi nyata mereka dalam memperingati Hari Bumi.

“Kami yakin, semangat ini akan terus membesar dan menjadi bagian dari program utama komunitas untuk mewujudkan lingkungan yang lestari dan berdaya,” tutup Regina.

Penulis: AdeEditor: Red