Mal Praktek Disiplin Ilmiah Saiful Mujani

Praktisi Hukum, Dr JS Simatupang, SH, MA, CGRP

Mal Praktek Disiplin Ilmiah Saiful Mujani

MJ, JAKARTA – Sebagai Praktisi Hukum juga inisiator Dr JS Simatupang, SH, MA, CGRP ( Ketua Umum Rumah Aspirasi Prabowo Subianto (RAPS) 08 mengritisi akan pernyataan kontroversial dari Akademis dan pendiri Lembaga Survei SMRC Saiful Mujani andanya isu “menggulingkan” Presiden Prabowo Subianto dengan tegas mengatakan,

Pernyataan ini sangat miris sebagai orang Ilmiah. Kata Dr. JS. Simatupang tegas bahwa pernyataannya itu sudah menyangkut dengan sedikit Bahasa tentang disiplin ilmu.

“Mall praktek disiplin ilmu yang beliau miliki yang disampaikan kepada generasi muda. Apa lagi beliau adalah sebagai guru besar,” ungkap Dr. JS. Simatupang dalam keterangannya Senin (6/4/2026).

Dijelaskan Dr. JS. Simatupang, kenapa dikatakan Mal Praktek, kita sudah mempunyai kebebasan yang begitu tinggi. Berpendapat juga. Tapi harus ada syaratnya. Kita sudah punya UU IT.

“Jadi kalau saya ditanya tentang bagaimana pendapat atau saran bahkan ajakan dari Saiful Mujani saya katakan sudah masuk kategori makar. Misalnya presiden atau pemerintah keberatan ini bisa dilaporkan,” ucapnya.

Diterangkan Dr. JS. Simatupang dalam Pasal 193 KUHAP baru jelas menyatakan, Pasal 193 KUHP baru mengatur tentang Makar terhadap Pemerintah. Isinya sebagai berikut:

– Pasal 193 (1): Setiap Orang yang melakukan Makar dengan maksud menggulingkan pemerintah, dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 tahun.

– Pasal 193 (2): Pemimpin atau pengatur Makar yang mengakibatkan Luka Berat pada saksi dan/atau korban, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 2 tahun dan paling lama 7 tahun, serta denda paling sedikit kategori III dan paling banyak kategori V.

– Pasal 193 (3): Jika Tindak Pidana Makar mengakibatkan matinya saksi dan/atau korban, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 12 tahun.

Dalam pasal ini ditegaskan kata Dr. JS. Simatupang, ada bahasa ajakan, Dia sudah tendesus mengatakan, “tidak mungkin lagi diajak kompromi lagi kalau tidak di lengserkan”.

“Ini Bahasa tidak mendidik. Dia seorang guru besar. Inilah yang saya sangat sayangkan,” ujarnya.

Seorang guru besar kata Dr. JS. Simatupang menggambarkan, misalnya baru tamat S1 bisa saja bagaimana Dia menerangkan ini dengan santun kepada mahasiswanya generasi muda, generasi muda yang menikmati kebebasan, menikmati kemerdekaan, dan harus merawat kemerdekaan ini, tandasnya.

“Saya sebagai Masyarakat Indonesia dan juga sebagai Relawan saya juga di belakang Prabowo demikian juga waktu jaman Jokowi. Harapan saya kepada semua masyarakat,

Dan bahkan semua Relawan jangan hanya mengingikan jabatan baru puas kepada pemerintah. Jadi kalau kita dekat dengan pemerintah yang benar harus kita katakan benar, yang berhasil harus kita katakan benar yang tidak mari kita kritisi dengan santun,” pintanya.

Untuk itu kata Dr. JS. Simatupang seorang Ilmiah bagaimana generasi muda diarahkan dengan keilmuannya yang diasut, mengajak untuk berbuat yang tidak bijak, katakan tidak bijak selama belum dihukum, katanya.

Untuk itu Dr. JS. Simatupang mengajak Kepada teman teman, masyarakat mari kaji apa yang diutarakan seseorang yang berbeda beda pendapat boleh boleh saja, mengkritisi pekerjaan maupun lainnya itu sangat baik. Tetapi jangan menghujat.

“Apalagi para praktisi hukum, pejabat, sudah lah sekarang kedepan tatap kedepan mendoakan generasi muda, pemerintah untuk berbuat baik tim pengawasannya diperketat,” katanya berharap.

Kalau bicara kerugian, kata Dr. JS. Simatupang, sudah terjadi. Kalau Bahasa “ mengajak” itu sudah perbuatan. Harus diperhatikan betul betul UU IT. Bukan karena kebebasan berpendapat. Kata mengajak itu sudah “Makar”. Nah bagaimana dengan jaman dulu.

“Kita harus jujur mengatakan dipemerintahan sekarang di Era Presiden Prabowo semua yang dikerjakan ada di programnya. Ini pemerintahan baru berjalan 2 tahun.

“Jadi marilah berikan moralitas yang bernuansa relegius kepada generasi muda. Kepada Tim Tim relawan saya sampaikan mari sahabat berpikir jangan kejadian terulang untuk kedua kalinya. Kita hentikan ajakan hal semacam ini harus dihentikan dengan bijak dan sopan santun,” imbuhnya.

Untuk itu lanjut Dr. JS. Simatupang, dengan Tim relawan yang murni tetap mengkritisi yang tidak benar sedang mengkaji ucapan Mujani apakah layak secara hukum dan kita siap.

“Semua relawan berpikir positif. Perjuangan kita sudah selesai memilih Presiden terbaik dari 3 kandidat. Sekarang tugas kita, kita jaga dan dirawat. Siapa yang menjadi pembantu yang tidak bijak mari kita ajak untuk bicara,” ujarnya.

Adanya statman Presiden Prabowo untuk menertibkan pan para pengamat pengamat yang sudah keluar dari jalur untuk mengkristis pemerintah Prabowo, Dijawab Dr. JS. Simatupang tegas,

Itu tidak serta merta Prabowo mengatakan demikian jangan dipersempit kata yang tidak patriot. Saat ini kata Dr. JS. Simatupang, segala macam bahasa yang tidak setuju dengan sosok Prabowo selalu mengatakan itu semua salah.

Kata Dia, kalau kepolisian, kejaksaan salah, dimana salahnya jelaskan. Demikian juga masalah Makan Gizi Gratis (MBG) ada yang keracunan jangan semua ditumpahkan kepada Presiden Prabowo yang disalahkan.

Untuk itu Dr. JS. Simatupang mengajak mari para guru besar, ilmiah yang tidak suka dengan pemerintah merasa ilmunya lebih tinggi dari pada yang ada sekarang ini. Mari masuk ke pokok persoalan. Mari sama sama membangun Bangsa ini untuk kemakmuran masyarakat bersama, pungkasnya. (lian)