“Bahagia dengan Berzakat”, BMH Luncurkan Delapan Program Tematik

“Bahagia dengan Berzakat”, BMH Luncurkan Delapan Program Tematik

JAKARTA – Baitul Maal Hidayatullah (BMH) meluncurkan program “Bahagia dengan Berzakat” menjelang Ramadhan 1447. Program ini sekaligus menjadi ajakan untuk menegaskan bahwa kebahagiaan sejati seorang Muslim terletak pada kemampuan berbagi dan memberi manfaat nyata bagi sesama.

Direktur Utama BMH Supendi dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (16/2/2026), menekankan bahwa kebahagiaan tidak hanya dirasakan penerima zakat, tetapi juga pemberi. Ia mengutip hasil survei yang menunjukkan ketika seseorang memberi, otak akan terstimulus menghasilkan hormon dopamin yang membuat gembira dan bahagia.

“Kebahagiaan dalam berbagi akan menciptakan efek berantai. Kalau penduduk Indonesia banyak yang bahagia karena berzakat dan bersedekah, secara otomatis negara ini akan sejahtera, aman, dan tenang,” ujar Supendi.

Sementara Direktur Programdaya BMH Syamsuddin menjelaskan bahwa BMH meluncurkan delapan program tematik untuk Ramadan tahun ini. Program tersebut dirancang sebagai ekosistem dampak yang komprehensif, bukan sekadar kegiatan konsumtif.

“Ketika kita memberikan menu buka puasa, yang mereka terima memang nasi kotak, tapi yang mereka rasakan adalah ketenangan batin. Mereka tidak harus berhutang untuk menyiapkan buka puasa, dan penghasilan bisa digunakan untuk memperbaiki rumah,” jelasnya.

BMH menekankan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban tahunan, melainkan instrumen perubahan sosial yang mampu mengurangi kesenjangan dan menguatkan solidaritas umat.

“Ramadhan adalah momentum spiritual sekaligus sosial. Melalui zakat, kita membersihkan harta dan jiwa, sekaligus menghadirkan solusi nyata bagi saudara-saudara kita yang terdampak krisis,” ujar Imam Nawawi, Humas BMH Pusat, Sabtu (16/2/2026)

Capaian Ramadhan 1446 H

Sebagai pijakan menuju Ramadhan 1447 H, BMH mencatat dampak luas dari program Ramadhan tahun sebelumnya (1446 H) di berbagai sektor, di antaranya:

– Dakwah: Program Sebar Dai Ramadhan menugaskan 1.500 dai ke berbagai wilayah strategis.
– Pendidikan: Program Tebar Sejuta Al-Qur’an mendistribusikan 15.158 mushaf, termasuk 30 paket Al-Qur’an Braille untuk penyandang disabilitas netra.
– Layanan Zakat: Tersalurkan 12.116 paket zakat fitrah, 15.125 paket fidyah, dan kafarat kepada mustahik.
– Buka Puasa Bersama: Terdistribusi 273.539 paket berbuka di dalam negeri, serta 1.040 paket untuk rakyat Palestina dan Suriah.
– Peduli Masjid: Sebanyak 168 masjid dan musala dijangkau dengan distribusi 12.116 set perlengkapan ibadah.

Rangkaian capaian tersebut menegaskan bahwa zakat dan sedekah mampu menjangkau aspek dakwah, pendidikan, kemanusiaan, dan penguatan infrastruktur ibadah secara simultan.

Respons Terhadap Krisis Bencana Awal 2026

Memasuki awal tahun 2026, Indonesia menghadapi situasi kebencanaan yang serius. Berdasarkan data periode 1 Januari hingga 10 Februari 2026:

– Sebanyak 1.546.246 jiwa terdampak bencana alam, dengan 154 korban meninggal dunia.
– Di wilayah Sumatera, ribuan jiwa masih mengungsi, terutama di Aceh Utara, Pidie Jaya, dan Gayo Lues.
– Kerusakan hunian mencapai puluhan ribu unit rumah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
– Sebanyak 4.546 fasilitas pendidikan turut terdampak.

Merespons kondisi tersebut, BMH menghadirkan program “Bahagia Berbagi untuk Penyintas Bencana” sebagai bagian integral dari gerakan Ramadhan 1447 H. Program ini tidak hanya menyasar penyintas bencana di Sumatera, tetapi juga korban konflik kemanusiaan di Palestina dan Sudan.

“Zakat harus hadir di titik-titik krisis. Kami memastikan kebutuhan dasar penyintas terpenuhi selama Ramadhan, sekaligus membangun kembali harapan mereka,” jelas Imam Nawawi.

Dampak Jangka Pendek dan Panjang

Program Ramadhan 1447 H dirancang untuk menghasilkan dampak berlapis:

1. Jangka Pendek: Memastikan kebutuhan dasar penyintas bencana terpenuhi dan meringankan beban ekonomi mustahik selama bulan suci.
2. Jangka Panjang: Menguatkan modal sosial komunitas lokal agar masyarakat lebih tangguh menghadapi krisis, meningkatkan disposable income mustahik untuk kebutuhan produktif, memperbaiki kesehatan mental penyintas, serta meningkatkan kualitas spiritual umat melalui pembangunan fasilitas ibadah.

Zakat sebagai Jalan Kebahagiaan

Melalui tema “Bahagia dengan Berzakat”, Ramadhan 1447 H diharapkan menjadi momentum kebangkitan solidaritas umat. Zakat tidak hanya menjadi ibadah personal, tetapi juga instrumen keadilan sosial yang inklusif.

BMH mengajak masyarakat untuk menjadikan Ramadhan sebagai titik balik kepedulian. Dengan berzakat, umat tidak hanya membantu pemenuhan kebutuhan dasar mustahik, tetapi juga menanamkan dampak perubahan jangka panjang bagi komunitas yang rentan.

“Ramadhan adalah bulan berbagi. Dan melalui zakat, kebahagiaan itu tidak berhenti pada diri sendiri, tetapi menjalar menjadi harapan bagi banyak orang,” tutup Imam Nawawi.