Masih di Puncak Klasemen, Tapi Arsenal Dianggap Sudah Tersingkir dari Perebutan Juara

DEPOKPOS – Perebutan gelar Liga Premier mengalami perubahan drastis pada akhir pekan ini setelah keunggulan Arsenal di puncak klasemen menyusut menjadi hanya enam poin.

Tim asuhan Mikel Arteta mengalami kekalahan mengejutkan 2-1 di kandang sendiri dari Bournemouth, sementara Manchester City menunjukkan dominasi mereka dengan kemenangan telak 3-0 atas Chelsea di Stamford Bridge.

Dengan tim asuhan Pep Guardiola masih memiliki satu pertandingan lebih sedikit dibandingkan rival-rivalnya, tekanan semakin meningkat menjelang pertandingan head-to-head yang menentukan di Etihad Stadium pada Minggu ini.

Bagi Scholes, perubahan hasil pertandingan belakangan ini menunjukkan bahwa keunggulan psikologis kini sepenuhnya berada di pihak tim biru Manchester saat musim memasuki fase akhir.

Dalam podcast The Good, The Bad and The Football, Scholes memberikan penilaian yang blak-blakan mengenai kemampuan Arsenal. Pemenang Liga Premier sebanyak 11 kali ini berpendapat bahwa The Gunners kurang memiliki ketajaman yang dibutuhkan untuk menghadapi tekanan tinggi di fase penentuan perebutan gelar, khususnya dengan menyoroti rekor mereka dalam pertandingan-pertandingan besar.

“Saya hanya berpikir Arsenal sudah tersingkir dan semua momentum ada di pihak Manchester City,” kata Scholes. “Pada titik tertentu, Anda harus mengalahkan rival Anda untuk memenangkan liga. Saya belum melihat mereka melakukannya, mereka tidak menang dalam pertandingan besar. Saya tidak bisa membayangkan hasil lain selain kemenangan City pada hari Minggu, saya benar-benar tidak bisa.”

Meskipun City sempat kesulitan mempertahankan konsistensi seperti biasanya di awal musim, mereka berhasil menemukan performa terbaiknya pada waktu yang tepat. Sejak tersingkir dari Liga Champions oleh Real Madrid, City telah menjuarai Carabao Cup dan melaju ke semifinal Piala FA, menunjukkan ketajaman di kompetisi domestik yang menjadi ciri khas era Guardiola.

Scholes mencatat bahwa manajer asal Catalan itu harus mengambil pendekatan yang lebih langsung musim ini untuk mengintegrasikan talenta-talenta baru ke dalam sistemnya.

“Pep harus melatih tim ini dalam enam bulan terakhir lebih dari yang pernah ia lakukan selama bertahun-tahun,” tambah Scholes. “Tim-tim yang ia miliki (di masa lalu), ia hanya perlu duduk dan menonton.”