‎Rida Ratna Kogoya: Perayaan 70 Tahun Yobel Injil Masuk di Tiom Menjadi Momen Sukacita dan Syukur bagi Umat Baptis di Tanah Papua

‎Rida Ratna Kogoya: Perayaan 70 Tahun Yobel Injil Masuk di Tiom Menjadi Momen Sukacita dan Syukur bagi Umat Baptis di Tanah Papua

TIOM, PAPUA PEGUNUNGAN – Perayaan 70 tahun Yobel Injil Masuk di Tiom menjadi momen bersejarah dan penuh sukacita bagi umat Gereja Baptis di Tanah Papua. Kegiatan akbar yang berlangsung di Tiom pada Rabu, 28 Oktober 2026, ini menjadi kesempatan bagi umat untuk mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan pelayanan Injil selama tujuh dekade.

Ketua PD PIRA Papua Pegunungan yang juga Ketua PIC Garuda Bagimu Negeri, Rida Ratna Kogoya, S.IP., dalam wawancara menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas terselenggaranya perayaan bersejarah tersebut.

‎Menurut Rida, perjalanan Injil hingga masuk ke Tiom merupakan bagian penting dari sejarah iman masyarakat setempat. Ia menilai, usia 70 tahun bukanlah waktu yang singkat, melainkan bukti perjalanan panjang perjuangan para orang tua dan pendahulu dalam membawa serta menumbuhkan Injil di Tanah Papua.

‎“Sebagai umat Baptis, kami bersyukur karena bisa melaksanakan kegiatan akbar seperti ini di Tiom. Ini merupakan sukacita yang luar biasa karena momen ini sangat bersejarah dan tidak akan terulang dengan cara yang sama,” ungkap Rida.

‎Ia juga menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan atas cuaca yang mendukung serta kehadiran umat Baptis dari berbagai wilayah di Tanah Papua yang datang untuk bersama-sama merayakan Yobel ke-70 tahun tersebut.

‎Dalam kesempatan itu, Rida memberikan apresiasi khusus kepada para orang tua, mama-mama, dan kaum perempuan umat Baptis yang dinilainya memiliki peran besar dalam mendukung kelancaran kegiatan. Menurutnya, semangat kemandirian, kerja keras, dan kebersamaan yang ditunjukkan menjadi bukti nyata kasih dan penyertaan Tuhan.

‎Salah satu hal yang mendapat perhatian adalah kemampuan masyarakat setempat dalam menyiapkan konsumsi bagi ribuan peserta yang hadir. Rida menyebutkan bahwa mama-mama dan umat Baptis mampu menyediakan makanan bagi sekitar 10.000 orang dalam kegiatan tersebut.

‎“Luar biasa kinerja orang tua dan mama-mama umat Baptis. Mereka hidup mandiri dan hari ini bisa memberikan makan sekitar 10.000 jiwa yang hadir di sini. Bagi kami, ini adalah kasih Tuhan yang nyata,” ujarnya.

‎Rida berharap perayaan Yobel ke-70 tahun tidak hanya menjadi peringatan sejarah, tetapi juga memperkuat iman, persaudaraan, persatuan, serta semangat pelayanan bagi seluruh umat Baptis di Tanah Papua, khususnya di Papua Pegunungan.

Menutup wawancaranya, Rida menyampaikan ucapan selamat atas perayaan Yobel ke-70 tahun Injil Masuk di Tiom serta mengajak seluruh umat untuk terus bersyukur atas kebaikan Tuhan.

‎“Sekali lagi, selamat merayakan Yobel ke-70 tahun. Kami hanya bisa menyampaikan ucapan syukur kepada Tuhan atas berkat dan kasih-Nya. Terima kasih banyak, Tuhan memberkati kita semua,” tutupnya.

Perayaan ini menjadi momentum penting untuk mengenang perjalanan sejarah masuknya Injil di Tiom sekaligus menghargai perjuangan para pendahulu yang telah meletakkan dasar kehidupan iman bagi generasi penerus di Tanah Papua.