Gudang di Kosambi Diduga Produksi Oli Oplosan, Konsumen Jadi Korban

Gudang di Kosambi Diduga Produksi Oli Oplosan, Konsumen Jadi Korban

MJ. Tangerang – Sebuah gudang di kawasan Pergudangan Dadap, Kosambi, Kabupaten Tangerang, diduga menjadi pusat produksi oli oplosan yang kini beredar luas di pasaran. Investigasi yang dilakukan oleh awak media mengungkap indikasi kuat bahwa oli yang dijual di berbagai toko berasal dari campuran zat kimia tertentu, bukan produk asli dari pabrikan resmi.

Kecurigaan terhadap praktik ilegal ini bermula dari laporan sejumlah konsumen yang mengeluhkan performa kendaraan mereka setelah menggunakan oli yang diduga palsu. Awak media kemudian melakukan penelusuran rantai distribusi dan menemukan adanya aktivitas mencurigakan di gudang tersebut.

Seorang pekerja berinisial IF mengonfirmasi bahwa tempat itu memang digunakan untuk memproduksi oli campuran.

“Iya bang, di sini tempat produksi oli. Oli beli kalengan, terus dicampur zat kimia. Wanginya dibuat berbeda-beda, lalu dikemas dan dikirim ke toko-toko,” ujar IF saat ditemui di lokasi.

Dugaan ini semakin menguat ketika sejumlah merek ternama seperti Yamalube, Federal, SPX 1, dan SPX 2 disebut-sebut telah dipalsukan dengan metode serupa. Praktik ini bukan hanya merugikan konsumen, tetapi juga membahayakan kendaraan mereka. Oli oplosan berpotensi membuat mesin cepat panas, mempercepat keausan komponen, dan menurunkan performa kendaraan secara drastis.

Jika terbukti, praktik ini dapat dijerat dengan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta serta Pasal 62 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Pemalsuan produk dan pelanggaran hak ekonomi dapat dikenai hukuman hingga 10 tahun penjara serta denda maksimal Rp 4 miliar.

Namun, hingga berita ini diterbitkan, aparat penegak hukum belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan ini. Informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa pihak berwenang sedang berada di luar kota dan belum dapat dimintai tanggapan.

Situasi ini menimbulkan pertanyaan: Seberapa luas jaringan peredaran oli oplosan ini? Siapa aktor utama di baliknya?

Masyarakat diimbau untuk lebih waspada saat membeli oli kendaraan. Ciri-ciri oli asli dapat diperiksa melalui segel resmi, nomor seri, dan kemasan yang utuh. Sementara itu, investigasi akan terus berlanjut guna mengungkap lebih dalam skandal oli oplosan ini.

Penulis: Tim/DanielEditor: Red