MJ. Pekanbaru – Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) mendesak Direksi Pertamina (Persero) sebagai wakil pemegang saham PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) untuk segera mencopot Direktur Utama PHR, Ruby Mulyawan, buntut insiden meninggalnya dua bocah di kolam lumpur atau mud pit perusahaan tersebut di Rokan Hilir, Riau.
“Kami sudah memantau dan menyimak beberapa hari belakangan ini. Sama sekali tidak terlihat adanya empati dari Dirut PT PHR Ruby Mulyawan atas meninggalnya dua bocah dalam kolam lumpur PT PHR di Dusun Mekar Sari,” ujar Sekretaris CERI, Hengki Seprihadi, dalam keterangan tertulis, Senin (28/4).
Hengki menilai sikap acuh Ruby mencerminkan ketidakpedulian terhadap hilangnya nyawa dua anak kecil tersebut. Ia menegaskan bahwa hal ini semestinya menjadi perhatian serius bagi manajemen Pertamina (Persero) maupun Subholding Pertamina Hulu Energi.
Pernyataan Hengki juga merujuk pada instruksi Presiden RI Prabowo Subianto yang meminta evaluasi terhadap direksi BUMN. Dalam pidatonya di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Senin (28/4), Prabowo menekankan pentingnya menilai kinerja, watak, akhlak, dan prestasi para pejabat di perusahaan pelat merah.
“Saya serahkan kepada manajemen untuk mengevaluasi semua direksi, dievaluasi kinerjanya dan wataknya, akhlaknya, dan prestasinya,” kata Prabowo.
Lebih jauh, CERI juga mendesak aparat penegak hukum untuk segera memeriksa Ruby Mulyawan atas dugaan kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa orang lain.
“Sebagaimana diatur dalam Pasal 359 KUHP, barangsiapa karena kelalaiannya menyebabkan orang lain mati, dipidana dengan pidana penjara paling lama lima tahun,” ujar Hengki.
Sebelumnya, dua anak balita dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam di kolam bekas pengeboran milik PT PHR di Dusun Mekar Sari, Kecamatan Rantau Kopar, Kabupaten Rokan Hilir, pada Selasa (22/4) sekitar pukul 14.00 WIB.
Kedua korban diketahui bernama Ferdiansyah Harahap (4) dan Fahri Prada Winata (2), yang merupakan warga setempat. Kapolres Rokan Hilir AKBP Isa Imam Syahroni mengatakan, peristiwa tragis itu terjadi saat kedua bocah bermain di sekitar kolam mud pit yang sudah ditinggalkan.
“Korban bermain di sekitar lokasi kolam bekas pengeboran saat kejadian. Diduga mereka terpeleset dan tenggelam tanpa diketahui,” ujar Isa dalam keterangannya, Kamis (24/4).






