MJ. Musi Rawas – Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi LSM-Wartawan Bersatu menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolres Musi Rawas, Sumatera Selatan, Kamis (15/5). Mereka menuntut kepolisian mengusut tuntas dugaan praktik suap menyuap antara oknum LSM dan Kepala Desa Ngadirejo berinisial Y.
Aksi sempat berlangsung tegang dan nyaris ricuh. Massa menyayangkan sikap Kapolres Musi Rawas yang tak menemui pengunjuk rasa, sehingga peserta aksi memblokade jalan di depan Mapolres. Arus lalu lintas sempat dialihkan menjadi satu jalur oleh petugas Satlantas demi menjaga ketertiban.
Pengamanan dipimpin langsung oleh Wakapolres Musi Rawas Kompol Hendrik, didampingi Kabag Ops, Kasat Reskrim, dan Kasat Intelkam beserta jajaran. Setelah melalui negosiasi, massa akhirnya bersedia melakukan mediasi di dalam Mapolres.
Dalam forum mediasi, Koordinator Aksi, Sancik, mendesak Polres Musi Rawas untuk mengkaji ulang penerapan pasal pemerasan terhadap oknum yang sebelumnya diamankan. Ia juga meminta agar penyidik menelusuri dugaan suap yang melibatkan Kepala Desa Ngadirejo (Y) dan memproses pihak-pihak yang diduga terlibat.
“Kami minta Polres mengusut tuntas kasus ini, termasuk dugaan suap antara oknum LSM dan Kades Y. Ini penting demi keadilan dan transparansi penegakan hukum,” ujar Sancik di hadapan Wakapolres.
Menanggapi tuntutan tersebut, Kompol Hendrik menegaskan bahwa pihaknya terbuka menerima aspirasi masyarakat dan telah membentuk tim khusus untuk menangani laporan yang disampaikan.
“Kami siap menindaklanjuti dan mendalami laporan ini. Kami minta rekan-rekan pendemo bersabar dan mari kita selesaikan permasalahan ini dengan kepala dingin,” kata Hendrik.
Aksi berjalan damai hingga selesai usai mediasi dilakukan. Massa membubarkan diri dengan tertib setelah mendapat jaminan proses hukum akan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.


