Saya Belum Melihat Kemandirian Dari Energi Tarkait Dengan Minyak Bahan Bakar

Dr. John Palinggi

Saya Belum Melihat Kemandirian Dari Energi Tarkait Dengan Minyak Bahan Bakar

MJ, JAKARTA – Perang antara AS dan Iran memicu gangguan besar terhadap pasokan minyak global serta lonjakan harga energi. Hal tersebut berpotensi mengguncang ekonomi dunia. Serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran membuat dunia berada di bayang-bayang resesi.

Dijelaskan Dr. John Palinggi Pengamat dan Praktisi Ekonomi dalam menghadapai resesi tidak usah saling menyalahkan dan menyalahkan pemerintah, tidak usah seperti orang yang hebat sampai sampai mendikte pemerintah .

“Hormatilah pemerintah dan percayakan. Sebab bagaimana pun resiko yang terjadi mengatasi Solusi yang tepat dan resiko itu ada adalah resiko terhadap pemerintah di bawah pimpinan Presiden Prabowo.

Serahkan sepenuhnya kepada Presiden Prabowo dukung beliau dan jangan dihina hina. Doakan dengan tumpukan utang yang menggunung yang dia harus atasi. Tetap percaya kalau pun Presiden Prabowo tidak bisa mengatasi masih ada Allah yang maha besar yang akan membantu Presiden Prabowo dengan segala timnya yang ada .

Demikian para Menteri dan pembantu Presiden dimohon sebagai warga negara dapat memberikan informasi yang rill, valit, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya dalam keterangannya Jumat (27/3/2026).

Menurut pandangan Dr. John Palinggi, masa saat ini dan kedepan, adalah dimana masa masa manusia dan pemerintahan negara negara di dunia wajib dan harus mempertimbangkan berbagai hal yang mungkin terjadi terhadap negaranya, tegasnya.

Menyikapi peperangan Di Timur Tengah perang antara Iran, Israel dan Amerika dan melebar kepada negara negara teluk arab Saudi, Qatar, Bharain dan lainnya, menurut Dr. John Palinggi, peperangan ini adalah peperangan tidak sekedar peperangan antar dua negara tapi peperangan sudah meluas dari sejumlah negara, ujarnya.

Imbas akibat ini kata Dr. John Palinggi, terhambatnya 20% kebutuhan Minyak Dunia khususnya selat Hormuz yang dilewati oleh sejumlah kapal tangker. Tidak hanya minyak, pasokan logistik pun terputus .

“Kalau kita mendengar dan menonton berita berita terutama berita medsos, televisi, kita bisa sampai putus asa, prustasi tapi saya tegaskan bahwa sesungguhnya harus kita selalu berpatokan terhadap berita dari pemerintah,

Karena pemerintah memiliki akses yang kuat terhadap sumber berita yang sesungguhnya dan pasti pemerintah tidak akan membuat rakyatnya untuk gelisah, stress bahkan ketakutan,” tandasnya.

Berkaitan dengan tantangan Indonesia terkait dengan utang kata Dr. John Palinggi, Utang utang itu harus diperiksa. Seluruh BUMN penyertaan modal negara berapa ratus Triliun dan ditanyakan kemana uang itu.

Jadi jangan ada BUMN tapi menggelapkan penyertaan modal negara. Kedua, ditanyakan swasta di daftar berapa swasta ini berhutang. Karena ujungnya nanti akan tanggungan negara pemerintah. Tiga, kepada seluruh Menteri maupun Lembaga, Gubernur, yang suka minta pinjaman dalam bentuk dolar itu di daftar lagi. Berapa pinjaman dari Kementerian Lembaga ini supaya tau.

“Ini ada rincian APBN tapi itu tidak dijalankan. Yang justru minta pinjaman dalam negeri dan luar negeri,” ketusnya.

Yang parahnya lagi lanjut Dr. John Palinggi, Bank Bank BUMN dalam negeri kok punya triliunan padahal ada indikasi ada yang korupsi masukan uangnya ke Bank untuk di cuci sehingga menjadi Kredit lagi pinjaman.

Jadi itu pun di daftarnya siapa yang meminjam karena ini adalah sesungguhnya penyeludupan dan pada uang negara dipinjamin tapi tidak jelas diapain. Inilah yang menghancurkan negara, ujarnya.

Yang kelima kata Dr. John Palinggi kembali, ditanyakan pembelian barang Presiden SBY waktu itu pernah menyatakan itu pengadaan barang di korupsi 600 triliun per tahun. Bapak Rahajro ketua BPK mengatakan di korupsi 260 triliun pertahun, inilah yang ditertibkan, pintanya.

“Saya sebagai Ketua Asosiasi pengadaan Barang dan jasa pemerintah saya deteksi mereka berpoya poya dengan uang negara bahkan memiliki trilunan uang bahkan memiliki prejet 3 buah itu semua dari hasil korupsi. Inilah yang harus ditertibkan,” ungkapnya.

Di jelaskan Dr. John Palinggi, seperti bikin jalan hanya tahan 6 bulan, nanti bikin lagi. Diluar negeri bikin jalan tahan 10 tahun.

“Kita di Indonesia sengaja dibikin busuk. Lihat saja jalan tol dan jalan Jakarta di bongkar terus mereka tidak tau kalau ada perjanjian dengan China. Bahwa seluruh proyek infrastruktur nasional itu adalah ditanggung oleh Negara China”

Bagi Dr. John Palinggi, sukurlah China bisa memberikan pinjaman kepada Bangsa ini. Tapi jangan dibuat disini sebagai berkorupsi. Hal hal yang tidak dibutuhkan rakyat, tegasnya.

Untuk itu Dr. John Palinggi meminta Presiden Prabowo harus berani membuka ini. Berapa uang negara hilang. Demikian juga bank bank harus ditertibkan jangan ada yang memberikan kredit yang semaunya nanti sudah macet diputihkan lagi. Itulah tantangannya.

“Tantangan yang lebih dalam lagi, kita akan mendapatkan resesi sama dengan negara negara lain. Presiden Prabowo pasti akan menaikan harga minyak karena sumber kita nggak ada,” ungkapnya.

“Saya sudah bersentuhan 9 Periode Presiden. Saya belum melihat kemandirian dari Energi tarkait dengan minyak bahan bakar. Yang ada adalah kita impor habis habisan dari luar. Dan muncullah mafia Migas untuk menaikan harga. Hal lain yang membuat krisis bahwa hasil tangkapan ikan dilaut itu ternyata ada di ekspor langsung di laut. Jadi setidak tidaknya itu harus ditertibkan oleh Bea dan Cukai,” pintanya.

Jadi kata Dr. John Palinggi, resesi tidak harus dipandang tamparan hidup yang parah, tapi pandanglah resesi itu sebagai suatu peluang untuk merubah menjadi lebih baik.

“Jadi krisis ini juga ingin membentuk manusia pedagang jadi lebih baik. Kedua, kalau rugi pemerintah di tuding tuding kebijakannya tidak karuan. Jadi nggak usah jadi pedagang kalau resikonya tuding pemerintah,” ujarnya. (lian)