Oase  

Tiga Pilar Ketakwaan

DEPOK – Di hadapan puluhan siswi, Pemerhati Remaja, apt. Annisa Hana Mufidah menegaskan setidaknya ada tiga pilar ketakwaan.

Hal itu diungkapnya dalam Kajian Remaja “Merajut Taqwa Post Ramadhan”, Jumat (24/04/2026), di salah satu SMK di Depok.

Adapun ketiga pilar tersebut yakni: Pertama, takwa individu. “Takwa individu kita sudah hatam ya, seperti ibadah kemudian menjauhkan maksiat,” ucapnya.

Kedua, takwa masyarakat. “Takwa masyarakat, yaitu masyarakat yang menciptakan lingkungan yang baik, sehingga kita pun ikut baik,” terangnya.

Ketiga, takwa negara. “Lalu yang terakhir adalah negara, artinya sistem yang memang mendukung kita untuk taat. Jadi kalau misalnya hari ini kita merasa berat banget, ya memang karena kita cuma individu, masyarakat sama negaranya enggak ada, kita berjuangnya sendirian,” jelasnya.

Mengondisikan Ketakwaan

Lebih dalam lagi, Kak Hana mengungkapkan kaum Muslim membutuhkan sistem Islam Khilafah sebagai pengondisian ketaatan untuk mencapai ketakwaan yang hakiki.

“Makannya, secara akidah kita yakin bahwa Islam adalah agama yang sempurna yang mengatur seluruh aspek kehidupan, bukan cuma ibadah saja, tapi juga sistem ekonomi, sistem hukum, sistem politik. Kemudian secara dalil Al-Qur’an, juga mengatur semua itu. Kemudian secara fakta di lapangan kita melihat ketika sistemnya bukan sistem Islam apa yang terjadi?” tanyanya.

“Ya seperti sekarang ini, kacau. Dan secara historis kita melihat, Rasulullah sebelumnya yang berjuang dalam membangun sistem Islam. Ini menunjukkan kaum Muslim membutuhkan sistem Islam Khilafah sebagai pengkondisian ketaatan untuk mencapai ketakwaan yang hakiki,” jawabnya.

Kak Hana pun berpesan kepada para siswi yang hadir, untuk merajut takwa setelah Ramadhan adalah pertahankan ibadah secara individu, istiqamah dalam mengkaji Islam, dan bersabar dalam dakwah mencerdaskan umat. Rasulullah pun seperti itu, tidak cukup dengan beliau saja yang bergerak.

“Maka teman-teman, takwa itu bukan jalan yang mudah, bukan juga jalan yang instan, ada prosesnya. Tapi, takwa itu jalan yang pasti karena Allah sudah menjanjikan dalam Al-Qur’an surah ath-Thalaq, yaitu barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar,” pungkasnya. [Mustikawati]