Aplikasi Paylater Makin Agresif, Literasi Keuangan Makin Tertinggal

Oleh : Aisyah Renata Ulfha, mahasiswa Universitas Pamulang program studi Manajemen S1.

Sadar gak sih akhir akhir ini semakin marak akan yang Namanya PayLater? Namun, apa itu PayLater?

PayLater adalah metode pembayaran tunda (buy now, pay later) yang memungkinkan seseorang membeli barang atau jasa sekarang dan melunasinya di kemudian hari, baik secara sekaligus ataupun secara menyicil, sering ditemukan di e-commerse dan aplikasi super app seperti Tiktok, Shopee, Akulaku, Kredivo, dll dengan tempo 30 hari sampai 12 bulan.

Fitur PayLater dengan sangat cepat popular dan semakin banyak di coba oleh masyarakat karna keinginan dan kebutuhan untuk berbelanja dengan cepat tanpa harus memikirkan ataupun menunggu hingga dana tercukupi, karna ada fitur cicilan kartu kredit digital yaitu PayLater.

Munculnya PayLater memang akan memudahkan, tetapi efeknya akan sangat membuat kecanduan bagi seseorang yang tidak bisa mengontrolnya, karna masih banyak masyarakat beranggapan bahwa PayLater sangatlah mudah dan membantu dalam transaksi pembayaran, karna sangat cepat dan hanya perlu menyicil sedikit demi sedikit hingga lunas. Namun yang mereka tidak ketahui bahwa banyak sekali resiko yang akan mereka ambil jika terlalu bergantung pada PayLater ini, dimulai dari banyaknya cicilan yang harus mereka tanggung, belum lagi jika sudah jatuh tempo tetapi belum memiliki uang untuk membayarnya, alhasil akan terkena bunga pembayaran dan malah semakin mahal cicilan yang harus dibayar.

Menurut (Ramadhani, 2020) ada resiko yang harus diperhatikan sebelum ingin menggunakan PayLater ini, diantaranya adalah:

Ada biaya tambahan dan Bunga

PayLater bukanlah sarana untuk membantu membeli barang dengan mudah dan cepat, melainkan harus membuat seseorang harus membayar biaya tambahan dan bunga yang bisa dibilang cukup tinggi.

Membebani keuangan bulanan dan kondisi keuangan yang berantakan.

Jika kondisi keuangan yang tidak stabil setiap bulan namun tetap harus ada cicilan yang dibayar, itu hanya akan memperparah kondisi keuangan karna harus membayar cicilan yang telah di setujui.

Menggunakan lebih dari satu PayLater.

Beberapa orang masih banyak yang tergoda untuk menggunakan PayLater lain tanpa memikirkan konsekuensi akan hal tersebut. Namun masih banyak juga orang yang menggunakan PayLater lain untuk menutupi hutang di PayLater sebelumnya, sehingga membuat semakin banyak cicilan, biaya, serta bunga yang harus ditanggung.

Berpotensi mengalami pemborosan berlebih.

PayLater sering membuat banyak orang menjadi lebih boros, karna mereka beranggapan bahwa dengan tidak adanya uang dibulan ini dan membeli sesuatu dengan menggunakan PayLater, maka akan dibayar bulan depan. Dan begitulah siklusnya terus menerus jika terlalu dianggap gampang.

Tunggakan transaksi bisa menodai kredit.

Transaksi yang terlalu menumpuk bisa beresiko cukup fatal, karna terlalu banyak tunggakan yang tidak dibayar, otomatis akun PayLater nya akan terkena blokir dan tidak bisa digunakan lagi.

Dibandingkan dengan keuntungan menggunakan PayLater, lebih banyak kerugian yang akan didapat. Bahkan tidak jarang seseorang akan mengalami stress berlebih karna tagihan yang menumpuk dan bingung bagaimana cara membayarnya, literasi dalam mengatur keuangan pun jadi semakin menurun karna hal tersebut. Yuk mulai sekarang hindari dalam menggunakan PayLater ya!