BEKASI – Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, menghadiri pelantikan Pengurus Daerah Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KBPII) Bekasi Raya periode 2026–2030 di Aula Lantai III DPRD Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (14/2/2026).
Dalam sambutannya, Harris menekankan peran vital organisasi dalam membentengi moral pelajar di tengah gempuran teknologi. Ia menyoroti tantangan mendidik anak di era digital yang jauh berbeda dengan zaman dahulu.
Jika dulu orang tua bisa mengontrol tontonan anak dengan menyuruh mereka masuk kamar, saat ini ancaman justru berada dalam genggaman anak-anak itu sendiri.
“Sekarang tidak mungkin kita usir anak kita. Kita usir ke kamar malah senang, dia buka HP. Kita tidak bisa kontrol anak kita buka HP, apa yang ditekan Tapi dengan adanya teman-teman dari keluarga besar PII, insyaallah kita bentengi mereka dengan akhlakul karimah, dengan Al-Qur’an dan hadis,” ujar Harris Bobihoe.
Ia juga mengingatkan bahwa untuk menghancurkan suatu bangsa tidak diperlukan bom nuklir, melainkan cukup dengan merusak generasi mudanya melalui dua hal, yakni narkoba dan pornografi.
“Maka saya sangat berbahagia dan berterima kasih kepada pengurus daerah KBPII Kota Bekasi yang saat ini terus membina generasi muda agar terhindar dari dua hal tersebut,” ujar Harris.
Pada kesempatan tersebut hadir pula Ketua Umum PP KBPII, Nashrullah Larada. Dalam orasinya, ia mengajak para kader untuk segera beradaptasi dengan kecepatan perkembangan teknologi. Ia mencontohkan runtuhnya raksasa teknologi Nokia sebagai pengingat agar organisasi tidak stagnan.
“Saatnya adik-adik PII mengubah mindset kita, dari fixed mindset menjadi growth mindset. Kalau kita tidak menggunakan growth mindset, maka kita akan tertinggal zaman,” tegas Nashrullah.
Ia juga menyoroti Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Bekasi yang dinilainya sudah mengalami peningkatan. Namun, ia mengingatkan pentingnya memantau Angka Partisipasi Murni (APM).
“Tugas kita di keluarga besar PII adalah bagaimana berpartisipasi untuk meningkatkan kualitas SDM. Bekasi menjadi penunjang utama berbagai kegiatan yang ada di ibu kota,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Umum PD KBPII Bekasi Raya periode 2026–2030, Dede Suryaman, menegaskan bahwa kepengurusannya akan fokus pada kesinambungan perjuangan umat Islam.
“Kita ingin mewujudkan tatanan di mana iman dan ilmu menjadi keniscayaan di tengah masyarakat. Karena bagaimanapun juga, kedua pilar inilah yang akan menentukan tatanan masyarakat dalam sebuah peradaban,” kata Dede dalam pidato pelantikannya.
Prosesi pelantikan KBPII Bekasi Raya dipimpin oleh Ketua Umum PW KBPII Jakarta, Amir Hamzah. Untuk diketahui, PD KBPII Bekasi Raya berada di bawah teritorial PW KBPII Jakarta.
Acara pelantikan ini juga diisi dengan seminar pendidikan yang menghadirkan pembicara kunci Anggota DPRD Kota Bekasi Evi Mafriningsianti, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Pemkot Bekasi, Arwani, serta pengamat pendidikan, Tuty Mariyani. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran alumni, aktivis PII, serta tamu undangan.*













