Istri Sah Gerebek Anggota KPU Nias Barat Saat Bersama Wanita Lain di Kamar Kos

Istri Sah Gerebek Anggota KPU Nias Barat Saat Bersama Wanita Lain di Kamar Kos

MJ. Gunungsitoli – Seorang Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nias Barat berinisial FID digerebek istri sahnya saat tengah berduaan dengan wanita lain di sebuah kamar kos di Kota Gunungsitoli, Rabu (23/4/2025).

Penggerebekan terjadi sehari sebelumnya, Selasa (22/4/2025) sekitar pukul 10.00 WIB di sebuah kos-kosan yang berada di Jalan Sudirman, Kota Gunungsitoli. Aksi tersebut sontak menghebohkan warga sekitar.

Kepolisian Resor Nias melalui Plt Kasi Humas, Aipda Motivasi Gea, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan bahwa penggerebekan dilakukan setelah istri sah FID, berinisial NG, melapor melalui layanan call center 110 Polres Nias.

“Setelah menerima laporan, petugas langsung menuju lokasi dan menemukan pasangan yang bukan suami istri tersebut di dalam kamar kos yang tertutup,” ujar Aipda Gea.

Keduanya diketahui berinisial FID (38) dan KR (34), yang saat itu tengah berada di dalam kamar. Istri sah FID, NG, turut hadir di lokasi dan mengaku sudah lama mencurigai adanya hubungan spesial antara suaminya dengan KR.

“NG telah melaporkan kasus dugaan tindak pidana perzinahan ini secara resmi ke Polres Nias untuk diproses sesuai hukum yang berlaku,” tambah Aipda Gea.

Hingga kini, kedua terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan oleh pihak kepolisian. Penyidik disebut tengah mendalami laporan untuk memastikan unsur tindak pidana dalam kasus tersebut.

Terpisah, Ketua KPU Nias Barat, Safarman Jaya Gulo, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa FID yang digerebek tersebut adalah benar merupakan anggota aktif KPU Nias Barat.

“Iya benar, yang digerebek itu Firman Iman Daeli. Saat kejadian, yang bersangkutan sedang melakukan aktivitas pribadi, bukan dalam rangka tugas kedinasan. Terkait detailnya, silakan langsung konfirmasi ke pihak Polres Nias,” ungkap Safarman.

Kasus ini menambah daftar panjang persoalan moral yang melibatkan pejabat publik. Masyarakat pun berharap agar proses hukum dilakukan secara adil dan transparan.

Penulis: Antoni/TimEditor: Red