Kapolres Simalungun Terima Perwakilan Massa Aksi Unjuk Rasa Terkait Dugaan Korupsi di PDAM Tirta Lihou

Kapolres Simalungun Terima Perwakilan Massa Aksi Unjuk Rasa Terkait Dugaan Korupsi di PDAM Tirta Lihou

MJ. Simalungun – Kapolres Simalungun, AKBP Marganda Aritonang, S.H., S.I.K., M.M., menerima perwakilan massa aksi dari Sumut Watch dan pegawai PDAM Tirta Lihou yang menggelar unjuk rasa di tiga titik berbeda pada Rabu (14/5/2025).

Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang PDDO Polres Simalungun, Kapolres menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti dugaan tindak pidana korupsi dan penggelapan yang menyeret nama pejabat PDAM Tirta Lihou.

“Polres Simalungun siap dan mempunyai komitmen jika benar nantinya ditemukan unsur tindak pidana korupsi dan penggelapan. Kami akan menindak sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegas AKBP Marganda Aritonang.

Unjuk rasa tersebut dimulai pukul 10.00 WIB di depan Bank BNI Pem. Raya, Kabupaten Simalungun. Sekitar 50 orang massa aksi kemudian melanjutkan orasi ke Kantor Bupati Simalungun pukul 10.20 WIB dengan membentangkan spanduk berisi tuntutan pencopotan Dirut PDAM Tirta Lihou, Dodi Ridowin Mandalahi, dan Kabag Umum, Nina Sitanggang.

Mereka menyoroti sejumlah dugaan pelanggaran di internal PDAM Tirta Lihou, mulai dari perubahan klasifikasi tarif pelanggan secara sepihak yang berpotensi merugikan negara, penggelapan bonus pegawai sebesar Rp1,47 miliar, hingga dugaan pungutan liar dalam proses pengangkatan pegawai dan penggelapan premi asuransi.

Perwakilan Pemkab Simalungun, Albert R. Saragih, turun langsung menemui massa dan berjanji akan menindaklanjuti laporan tersebut.

“Permasalahan ini akan kami bawa untuk dibahas lebih lanjut bersama instansi dan elemen masyarakat terkait,” ujarnya.

Pukul 12.00 WIB, massa bergerak ke Kantor DPRD Simalungun. Mereka diterima Wakil Ketua II DPRD Simalungun, Bonauli Rajagukguk, S.H., yang menyampaikan bahwa lembaga legislatif akan membentuk Panitia Khusus (Pansus) dan menjadwalkan Rapat Dengar Pendapat (RDP).

“Kami akan segera tindak lanjuti aspirasi yang disampaikan hari ini,” kata Bonauli.

Puncak aksi terjadi saat massa mendatangi Mapolres Simalungun. Di sinilah Kapolres menerima langsung perwakilan demonstran.

Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, menyampaikan bahwa aksi berlangsung tertib dan kondusif.

“Kapolres menerima perwakilan untuk diskusi terbuka, dan akan mempelajari laporan secara profesional, tidak berat sebelah, dan menjunjung netralitas Polri,” ujar AKP Verry saat dikonfirmasi sekitar pukul 18.20 WIB.

Aksi ini dikawal ketat personel Polres Simalungun dan jajaran Polsek berdasarkan Surat Perintah Kapolres Nomor: SPRIN/343/V/PAM.4.5./2025. Lalu lintas pun tetap berjalan lancar dan aman.

Unjuk rasa berakhir pada pukul 14.10 WIB. Massa membubarkan diri dengan tertib usai menyerahkan tuntutan, termasuk permintaan kepada Polres Simalungun agar memerintahkan Sat Reskrim menyelidiki dugaan korupsi di PDAM Tirta Lihou.

“Profesionalisme Polri dalam pengamanan aksi ini menunjukkan komitmen kami dalam menjaga kamtibmas dan mengayomi masyarakat,” tutup AKP Verry Purba.

Aksi damai ini menjadi bentuk kepedulian publik terhadap transparansi pengelolaan pelayanan air bersih di Simalungun.

Penulis: S Hadi PurbaEditor: Red