MJ. Pematangsiantar – Keluhan terhadap buruknya manajemen pelayanan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Djasamen Saragih, Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, kembali mencuat. Seorang pasien BPJS berinisial BS (54), warga Kelurahan Bahkapul, Kecamatan Siantar Sitalasari, mengaku mengalami pelayanan yang jauh dari kata layak saat mengantar istrinya berobat ke rumah sakit tersebut, Kamis (17/4).
Kepada awak media, BS mengungkapkan kekecewaannya terhadap sistem pelayanan di RSUD Dr. Djasamen Saragih yang dinilainya sangat lamban dan tidak manusiawi. Ia menyebut pasien dibiarkan menunggu berjam-jam tanpa penanganan medis yang jelas.
“Setelah mendaftar, kami harus berjalan cukup jauh menuju ruang poli tanpa ada bantuan kursi roda, padahal istri saya dalam kondisi lemah. Sesampainya di poli, kami kembali harus menunggu lama hingga dokter datang sekitar pukul 12 siang,” ujar BS.
BS menilai lambatnya pelayanan menjadi gambaran buruknya manajemen rumah sakit. Ia pun berharap ada perbaikan serius, khususnya dalam hal kedisiplinan tenaga medis dan kecepatan layanan terhadap pasien.
Menanggapi keluhan tersebut, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Pematangsiantar, Chairuddin Lubis, angkat bicara. Ia menegaskan pihaknya akan menindaklanjuti laporan tersebut dan meminta manajemen RSUD Djasamen Saragih segera melakukan evaluasi.
“Jangan ada lagi pasien yang harus menunggu berjam-jam hanya karena dokter datang terlambat. Jika pelayanan medis ditingkatkan, tentu masyarakat akan merasa nyaman dan RSUD ini bisa menjadi pilihan utama warga untuk berobat. Selain itu, pelayanan yang baik juga bisa berdampak positif terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” jelas Chairuddin, Selasa (22/4).
Keluhan ini menambah panjang daftar persoalan di RSUD Dr. Djasamen Saragih yang sebelumnya juga kerap disorot publik terkait lemahnya sistem pelayanan kesehatan.












