MJ. Jakarta Pusat – Tradisi halal bihalal yang identik dengan budaya saling memaafkan saat Syawalan kembali digelar di berbagai penjuru tanah air usai Idul Fitri. Halal bihalal telah menjadi warisan tradisi penting di negara dengan penduduk mayoritas Muslim seperti Indonesia, mencerminkan ajaran Islam tentang persaudaraan, persatuan, serta kasih sayang antarsesama.
Secara khusus, halal bihalal menjadi momen untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat kembali hubungan yang sempat renggang. Ini menjadi bagian dari pesta kemenangan umat Islam yang berhasil menjalani ibadah puasa selama Ramadan dan mengalahkan berbagai nafsu duniawi.

Pada Sabtu (26/4/2025), Lembaga Bantuan Hukum Jaringan Rakyat (LBH Jarak) turut mengadakan acara halal bihalal bersama jajaran pengurus, pengacara, paralegal, aktivis, tokoh masyarakat, tokoh agama, pimpinan LSM, ormas, media, dan relawan. Bertempat di kawasan Hayam Wuruk, Komplek Purimas No. 32 K, Jakarta Pusat, acara ini menjadi agenda tahunan untuk mempererat hubungan internal dan eksternal lembaga.
CEO LBH Jarak, Ical Syamsudin, dalam sambutannya menekankan pentingnya halal bihalal sebagai sarana memperkokoh keimanan, kesetiaan, dan membangun kembali tali ukhuwah yang mungkin sempat terputus.
“Tradisi halal bihalal ini menjadi momentum untuk menyatukan kembali hubungan persaudaraan yang berserakan, menyambung tali silaturahmi, dan menumbuhkan rasa kasih kepada sesama manusia, karena kita semua tak pernah luput dari kesalahan,” ujar Ical.
Ia juga mengingatkan bahwa momen halal bihalal sejalan dengan nilai spiritual setelah Ramadan, yaitu kembali kepada fitrah kesucian dan memperkuat tekad dalam menjalani kehidupan bermasyarakat.
“Semoga kita yang telah melaksanakan ibadah Ramadan dan memohon ampun kepada Allah SWT, benar-benar menjadi bagian dari golongan Aidin wal Faidzin, yang kembali suci dan meraih kemenangan, lahir dan batin,” ungkp Ical Syamsudin, dengan suara bergetar penuh harap di hadapan para hadirin.
Dalam suasana yang sarat makna itu, petinggi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) DKI Jakarta, Ferry Iswan SH, MH, mengajak semua pihak untuk memulai kembali kehidupan dengan hati yang bersih.
“Idul Fitri bermakna kembali ke fitrah, ke kesucian. Mari kita bangun kebersamaan dengan pikiran jernih, tanpa prasangka, untuk menunjang kinerja dan mempererat hubungan sosial di masa mendatang,” ajaknya.

Mantan Ketua Dewan Kota Jakarta Pusat turut mengingatkan pentingnya menjaga eksistensi LBH Jarak, yang selama ini menjadi tumpuan harapan bagi banyak pencari keadilan.
“Keberadaan LBH Jarak adalah amanah. Kita semua bertanggung jawab mendukungnya agar terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Dari sisi keamanan, Sat Binmas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Wardi, menekankan arti halal bihalal sebagai perekat bangsa.
“Silaturahmi harus selalu dijaga, bukan hanya sesama umat Islam, tapi juga dengan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat. Ini wujud nyata semangat Pancasila yang kita junjung,” tuturnya.
Acara yang berlangsung dalam suasana penuh kehangatan itu juga dimeriahkan dengan pembagian doorprize berupa voucher rekreasi ke Dunia Fantasi, Gelanggang Samudera, dan Atlantis di Taman Impian Jaya Ancol. Puluhan amplop lebaran berisi uang dibagikan secara acak, mengundang senyum dan gelak tawa para hadirin.
Kebersamaan semakin terasa saat acara ditutup dengan pembagian bingkisan sembako, ramah tamah, dan lantunan sholawat yang menggema penuh khidmat, seolah menegaskan bahwa halal bihalal bukan hanya tentang kata maaf, tetapi tentang menghidupkan kembali simpul-simpul kasih di antara sesama.








