Roy Suryo Apresiasi SLANK, Sindir Gaya Hidup Jet Pribadi Lewat Lagu “Anak Mami”

Slank Kritik Gaya Hidup Mewah dan Kekuasaan dalam Konser di Sulawesi Tenggara

Roy Suryo Apresiasi SLANK, Sindir Gaya Hidup Jet Pribadi Lewat Lagu “Anak Mami”

MJ. Jakarta – Grup band legendaris Indonesia, Slank, kembali menunjukkan keberaniannya dalam menyuarakan kritik sosial melalui musik. Dalam konser yang digelar di Sulawesi Tenggara, Slank mengejutkan penonton dengan melakukan perubahan lirik pada lagu klasik mereka, “Anak Mami,” yang kini sarat dengan pesan kritik sosial. (29/8/24)

Lirik baru “Anak Mami” yang dinyanyikan oleh Kaka Slank menyinggung isu gaya hidup mewah dan penyalahgunaan kekuasaan. “Anak Mami berdikari/ Pergi pake pesawat pribadi/ Berlindung di balik Papi/ Tiap hari party,” demikian cuplikan lirik yang dinyanyikan di atas panggung.

Perubahan lirik ini langsung menuai perhatian dari berbagai kalangan, termasuk pakar telematika Roy Suryo. Melalui video singkat yang diunggahnya, Roy Suryo memberikan apresiasi kepada Slank atas keberanian mereka menyuarakan kritik sosial melalui perubahan lirik tersebut.

“Saya sampaikan hormat dan apresiasi kepada Slank yang sudah kembali ke jalan yang benar dengan mengubah lagu ‘Anak Mami Berdikari,’ ditambah naik pesawat pribadi, minta disediain kursi, dan jadi raja sehari,” ungkap Roy Suryo.

“Ini adalah bentuk kritik yang sangat relevan terhadap tindakan tidak terpuji yang melibatkan gaya hidup mewah, seperti menaiki jet pribadi,” tambah mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut.

Kritik melalui musik ini semakin memperkuat posisi Slank sebagai band yang vokal terhadap berbagai persoalan sosial dan politik yang terjadi di masyarakat. Dengan mengubah lirik lagu-lagu mereka, Slank tidak hanya tetap relevan, tetapi juga berhasil menjadikan musik sebagai alat untuk menyampaikan aspirasi rakyat dan mengkritik ketidakadilan yang ada.

Konser di Sulawesi Tenggara ini menjadi bukti bahwa Slank terus berkomitmen untuk menggunakan panggung mereka sebagai medium dalam menyuarakan perubahan sosial, tanpa takut menantang kekuasaan.

Penulis: SalehEditor: Red