MJ. Tulang Bawang – Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Tulang Bawang, Polda Lampung, kembali menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Kali ini, Sat Binmas menggelar kegiatan pembinaan dan penyuluhan (binluh) mengenai bullying atau perundungan kepada para pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) Bina Bhakti.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (10/04/2025) pukul 08.30 WIB hingga pukul 10.30 WIB ini bertempat di ruang Aula SMP Bina Bhakti, Kampung Agung Jaya, Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulang Bawang.
Kasat Binmas Polres Tulang Bawang, AKP Mahbub Junaidi, SE, mewakili Kapolres Tulang Bawang, AKBP Yuliansyah, SIK, MH, mengatakan bahwa kegiatan binluh tersebut dipimpin langsung oleh PS. Kanit Bintibsos Sat Binmas, Aipda Fajar Nuriman, S.Pd.
“Hari ini, personel kami melaksanakan binluh tentang bullying kepada para pelajar SMP Bina Bhakti. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada siswa tentang apa itu bullying dan dampaknya bagi pelaku maupun korban,” jelas AKP Junaidi.
Sebanyak 42 pelajar dari kelas 7, 8, dan 9 mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri dari 22 pelajar perempuan dan 20 pelajar laki-laki. Para siswa tampak antusias mengikuti penyuluhan yang dikemas secara interaktif dan edukatif tersebut.
AKP Junaidi menjelaskan bahwa dengan mengetahui dampak negatif dari bullying, diharapkan para siswa dapat lebih peduli terhadap sesama dan menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi di lingkungan sekolah.
“Dampak bullying tidak hanya menyebabkan luka fisik, tetapi juga sangat berpengaruh terhadap kondisi mental korban. Jika tidak ditangani, bisa berdampak pada prestasi akademik hingga tindakan ekstrem seperti bunuh diri,” terangnya.
Ia menambahkan, penyuluhan semacam ini akan terus dilakukan secara rutin oleh Sat Binmas Polres Tulang Bawang ke berbagai sekolah yang ada di wilayah hukumnya. Tujuannya tak lain adalah untuk mencegah dan meminimalisir terjadinya tindakan perundungan di lingkungan pendidikan.
“Kami berharap para pelajar bisa menjadi agen perubahan dalam menciptakan suasana sekolah yang harmonis, saling menghargai, dan bebas dari segala bentuk perundungan,” pungkas AKP Junaidi.


