Opini  

Tantangan Indonesia di Dewan Perdamaian Gaza

Muhammad Yuntri S.H. M.H Pengamat politik

Tantangan Indonesia di Dewan Perdamaian Gaza

MJ, JAKARTA – Jelang sidang perdana tanggal 19 Pebruari 2026, *Board of Peace (B.O.P)* yang dipimpin oleh Donald Trump (secara pribadi, bukan atas nama jabatannya sebagai presiden USA).

Jika sudah jadi mantan Presiden jabatan ketua B.O.P tersebut tetap dijabatnya secara pribadi. Seperti apakah masa depan B.O.P tersebut nantinya ? masing masing kita akan bisa memprediksinya.

Konsep Israel hanya ”One state” solution yaitu hanya ada Israel, dan tidak ada eksistensi negara Palestina di Gaza. Makanya selama ini Israel tetap melakukan genocide terhadap bangsa Palestina yang nota bene si pemilik lahan sejak dulu kala, maka akan dihabisi oleh penjajah Israel.

Dan Gaza akan dijadikan Trump & Netanyahu seperti kota Dubai, tempat wisata dengan berbagai property bagus untuk para turis, pelancong dan kegiatan bisnis lainnya.

Jadi dimanakah eksistensi rakyat Palestina ? Kemungkinan Tidak akan diberi tempat oleh Trump dan Netanhyahu. lantas di manakah peran Indonesia ? mampukah Presiden Prabowo melawan dan menetralisir konspirasi para zionis tersebut (Trump & Netanyahu) untuk sadar akan keinginan Indonesia untuk memanusiakan bangsa Palestina di B.o.P yang akan memulai rapat perdananya besok 19 Pebruari 2026 di Washington DC, Amerika.

Sebagian besar rakyat di negara negara Eropa mendesak negaranya untuk mengakui kemerdekaan Palestina di forum PBB, dan berhasil ! .

Tapi Sebaliknya, bagaimana dengan Indonesia, jika Presiden Prabowo gagal memperjuangkan kemerdekaan dan eksistensi rakyat Palestina di Gaza dengan konsep ”two state” solution yaitu :

Palestina dan Israel, maka dapat diperkirakan akan terjadi gejolak hebat dalam negeri dari rakyat Indonesia yang akan meminta pertanggungjawaban Presiden Prabowo atas kegagalan tersebut, karena kepercayaan rakyat Palestina akan sirna kepada bangsa Indonesia yang selama ini cukup mendambakan dukungan penuh kepada rakyat Palestina.

Mari kita tunggu realisasi kepiawaian Presiden Prabowo dalam memainkan diplomasi non blok dengan politik bebas aktif nya untuk mewujudkan kemerdekaan negara Palestina tersebut. Berhasil atau tidak berhasil kah ?.

Dan ingat, jika tidak berhasil maka fufufafa akan siap menggantikannya sebagai harapan geng Mulyono yang selama ini mendambakan berhasilnya salah satu jebakan yang mereka pasang selama ini untuk bisa mewujudkan *ljanji suci saat pilpres dulu.

Makanya saat ini rakyat Indonesia berharap harap cemas dan merasa jadi penonton dan berada dipersimpangan jalan atas konsep B.o.P ini. Wait and see. Lian Tambun