MJ. Jakarta – Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional, World Peace Organization (WPO) melalui Regional Director untuk wilayah Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat, HE. Mia Srikandi, menggagas pembentukan sejumlah kelompok tani dan peternak di berbagai daerah di NTT dan NTB. (7/5)
Kelompok-kelompok ini mencakup sektor pertanian dan peternakan, mulai dari budidaya sayur dan buah, padi, jagung, kacang tanah, kedelai, bawang, cabai, hingga sektor perikanan seperti udang dan lobster. Tak hanya itu, WPO juga mendorong pengembangan kelompok ternak unggas, sapi, kerbau, kambing, ikan, serta peternakan lebah madu.

Inisiatif ini dirancang untuk mendorong peningkatan produksi dan kualitas hasil pertanian serta peternakan guna memperbaiki tingkat gizi masyarakat di wilayah tersebut. Upaya Mia Srikandi ini mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah daerah, DPRD, serta masyarakat lokal dari berbagai lapisan.
Langkah ini sejalan dengan program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. WPO, yang beranggotakan 202 negara, melalui regional NTB-NTT kini menjalin kolaborasi erat dengan Komunitas Petani Indonesia (KPN) untuk memperkuat basis produksi pangan lokal.
Kemitraan strategis antara WPO dan KPN ini bertujuan memberikan edukasi kepada petani mengenai manajemen pertanian yang berkelanjutan, memperluas akses terhadap teknologi pertanian, serta meningkatkan kesejahteraan petani secara menyeluruh.
Dengan sinergi lintas sektor dan perencanaan jangka panjang, WPO dan KPN optimistis mampu mendorong tercapainya kemandirian pangan sekaligus memperkuat semangat kebangsaan dalam mendukung pembangunan nasional.
WPO dan KPN berharap program ini tak hanya berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan pangan dalam negeri, tetapi juga menjadi gerakan sosial yang menggerakkan partisipasi publik dalam menjaga ketahanan pangan Indonesia.






