Oleh Nur Rahma Difa Al-Rizki, mahasiswa Universitas Mulawarman
DEPOKPOS – Dalam kehidupan perkuliahan, mahasiswa dituntut untuk mampu mengelola waktu dan menyelesaikan berbagai tanggung jawab akademik, seperti mengerjakan tugas, menyiapkan presentasi, membuat laporan, serta mempersiapkan diri menghadapi ujian. Menurut saya, berbagai tuntutan tersebut bertujuan untuk melatih mahasiswa agar menjadi lebih disiplin, mandiri, serta bertanggung jawab dalam menjalani proses perkuliahan. Namun, dalam kenyataannya masih banyak mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam mengatur waktu sehingga sering menunda pengerjaan tugas yang seharusnya dapat diselesaikan lebih awal.
Menurut saya, kebiasaan menunda pekerjaan atau yang dikenal dengan istilah prokrastinasi akademik merupakan salah satu masalah yang cukup sering terjadi dalam kehidupan perkuliahan. Banyak mahasiswa yang lebih memilih melakukan aktivitas lain yang dianggap lebih menyenangkan, seperti bermain media sosial, menonton hiburan, atau melakukan kegiatan lain, daripada menyelesaikan tugas akademik yang menjadi tanggung jawabnya.
Prokrastinasi akademik dapat dilihat dari beberapa perilaku yang sering muncul pada mahasiswa, seperti menunda untuk memulai tugas, tidak mampu menyelesaikan tugas sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, serta adanya perbedaan antara rencana yang telah dibuat dengan pelaksanaannya. Kebiasaan tersebut sering kali membuat mahasiswa mengerjakan tugas secara terburu-buru ketika batas waktu pengumpulan sudah semakin dekat sehingga hasil yang diperoleh menjadi kurang maksimal.
Kondisi ini cukup sering terjadi di lingkungan perkuliahan. Banyak mahasiswa yang menunda pengerjaan tugas, mengumpulkan tugas melewati batas waktu yang telah ditentukan, atau bahkan baru mulai belajar ketika ujian sudah semakin dekat. Menurut saya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa prokrastinasi akademik bukanlah masalah yang sepele, karena kebiasaan ini cukup sering terjadi di kalangan mahasiswa. Jika kebiasaan ini terus terjadi secara berulang, maka hal tersebut dapat berdampak pada menurunnya kualitas kinerja akademik mahasiswa.
Kebiasaan menunda tugas akademik pada mahasiswa sebenarnya tidak terjadi tanpa alasan. Menurut pendapat saya, terdapat berbagai faktor yang dapat menyebabkan munculnya perilaku prokrastinasi dalam kehidupan perkuliahan. Salah satu faktor yang cukup berpengaruh berasal dari dalam diri mahasiswa, seperti kurangnya motivasi untuk belajar, kesulitan dalam mengatur waktu, serta rendahnya kepercayaan diri terhadap kemampuan yang dimiliki.
Selain itu, rasa malas, kurang fokus, serta perasaan takut gagal juga sering membuat mahasiswa menunda untuk memulai pekerjaan akademik. Di sisi lain, faktor dari lingkungan juga turut memengaruhi munculnya prokrastinasi. Banyaknya gangguan, seperti penggunaan media sosial, menonton hiburan, bermain game, atau aktivitas sosial lainnya, sering kali membuat mahasiswa lebih memilih melakukan hal tersebut dibandingkan menyelesaikan tugas yang menjadi tanggung jawabnya. Menurut saya, perkembangan teknologi yang semakin pesat juga menjadi salah satu penyebab mahasiswa mudah terganggu sehingga kebiasaan menunda pekerjaan semakin sering terjadi.
Kondisi ini menunjukkan bahwa prokrastinasi tidak hanya dipengaruhi oleh faktor pribadi, tetapi juga oleh lingkungan yang dapat mengalihkan perhatian mahasiswa dari kewajiban akademik. Jika kondisi ini terus terjadi, mahasiswa akan semakin terbiasa menunda pengerjaan dan kesulitan untuk mengatur waktu dengan baik dalam menjalani aktivitas perkuliahan.
Tidak hanya itu, kebiasaan menunda pengerjaan tugas akademik dapat menimbulkan berbagai dampak yang merugikan bagi mahasiswa. Salah satu dampak yang paling terlihat adalah keterlambatan dalam menyelesaikan dan mengumpulkan tugas yang telah diberikan oleh dosen. Ketika tugas dikerjakan mendekati batas waktu pengumpulan, mahasiswa biasanya akan mengerjakannya secara terburu-buru sehingga hasil pekerjaan yang diperoleh menjadi kurang maksimal. Misalnya, tidak sedikit mahasiswa yang baru mulai mengerjakan tugas pada malam sebelum batas waktu pengumpulan sehingga tugas tersebut dikerjakan secara terburu-buru dan hasilnya tidak maksimal.
Selain itu, kebiasaan menunda tugas juga dapat menimbulkan rasa cemas, tertekan, dan stres karena mahasiswa merasa terbebani oleh banyaknya tugas yang belum diselesaikan. Dalam jangka panjang, perilaku ini dapat memengaruhi prestasi akademik mahasiswa karena proses belajar tidak berjalan secara optimal. Tidak hanya itu, prokrastinasi juga dapat membuat mahasiswa menjadi kurang disiplin dalam mengatur waktu serta kesulitan menentukan prioritas antara tugas akademik dan kegiatan lainnya. Jika kebiasaan ini terus dilakukan, mahasiswa berpotensi kehilangan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan akademiknya secara maksimal.
Menurut saya, jika kebiasaan tersebut tidak segera diperbaiki, mahasiswa akan semakin sulit membangun kebiasaan belajar yang disiplin. Akibatnya, proses perkuliahan yang seharusnya menjadi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan justru tidak dimanfaatkan secara maksimal.
Prokrastinasi akademik merupakan kebiasaan menunda pengerjaan tugas yang cukup sering terjadi di kalangan mahasiswa. Perilaku ini muncul karena berbagai faktor, baik yang berasal dari dalam diri mahasiswa, seperti kurangnya motivasi, kesulitan dalam mengatur waktu, dan rasa malas, maupun faktor dari lingkungan yang penuh dengan gangguan. Jika kebiasaan menunda tugas ini terus dilakukan, maka dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti keterlambatan dalam mengumpulkan tugas, meningkatnya stres, serta menurunnya kualitas hasil belajar dan prestasi akademik mahasiswa.
Oleh karena itu, menurut saya mahasiswa perlu menyadari pentingnya mengelola waktu dengan baik, menentukan prioritas dalam menyelesaikan tugas, serta mengurangi aktivitas yang dapat mengganggu fokus belajar. Selain itu, sikap disiplin dan tanggung jawab dalam menjalankan kewajiban akademik juga perlu ditingkatkan agar mahasiswa dapat menjalani proses perkuliahan secara lebih efektif. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu menghindari kebiasaan prokrastinasi dan memanfaatkan waktu yang dimiliki untuk mencapai hasil belajar yang lebih optimal.


