MJ, JAKARTA – Dalam menyambut Hari Paskah di bulan April ini Umat Kristen dan Katolik bersama sama merayakannya. Menurut Ketua Harian Badan Interaksi sosial Masyarakat (BISMA) Dr. John .N. Palinggi MM, MBA mengawali pandangan mengatakan, bahwa di perayaan paskah juga ada urutannya.
Dimana urutan rangkaiannya pekan suci. Pertama, pekan suci adalah minggu terakhir masa Pra Paskah memperingati peristiwa peristiwa terakhir hidup Yesus. Jadi memperingati kesengsaraan Dia.
Diterangan Dr. John Palinggi, Minggu Palam itu memperingati masuknya Yesus ke Yerusalem. Penuh kemenangan dimana orang orang menyambutnya dengan lambaian daun Palma.
Kemudian rangkaian pekan suci itu juga dilanjutkan dengan kamis Putih. Kamis putih itu mengenang perjamuan Yesus bersama Murid Muridnya. Disini Yesus memasuki membasuh kaki para Murid dan menetapkan sakramen ekaristik yang dilaksanakan oleh Umat Katolik.
“Jadi bayangkan kaki muridnya dibasuh oleh Yesus . Banyak orang yang sudah dapat Jabatan tinggi sekali gayanya dan tidak mau bertemu dengan orang. Tapi Yesus malah membasuh kaki murid muridnya. Itulah menandakan suatu kerendahan bahwa kerendahan yang dilandasi kasih terhadap sesama tanpa memperdulikan dia siapa,” ujar Dr. John Palinggi dalam keterangannya Jumat (27/3/2026).
Menurut Dr. John Palinggi, merayakan dan meyakini agama masing masing itu adalah hal yang mendasar sekali. Karena itulah yang membentuk manusia kokoh, kuat, tegar dan penuh pengharapan.
Jadi diperhadapkan dengan situasi global Perang Timur Tengah maupun krisis energi juga hal hal lain itu tidak bisa dibandingkan karena itu adalah berbeda.
Menurut Dia, perbedaannya adalah suatu keyakinan yang suci yang sakral dan diyakini itulah jalan kehidupan yang sesungguhnya. Baik itu agama Budha, Hindu, Islam, Kristen, Katolik itu diyakini.
“Masalah kesulitan hidup atau ada peperangan itu lain lagi masalanya. Kalau menurut saya, munculnya satu peperangan dan sampai mengakibatkan seluruh dunia mengalami resesi .
Menurut saya, harus dipandang secara positif. Karena resesi ataupun tekanan hidup bagi manusia jangan dilihat sebagai hal yang sangat negatif . Suka tidak suka hidup manusia selalu diiringi dengan kepahitan, kesengasaraan, dan kebahagiaan,” ungkapnya.
Dikatakan Dr. John Palinggi, hidup manusia dari lahir sampai mati akan diiringi dengan hal yang disenangi dan tidak disenangi. Yang tidak disenangi peperangan yang sehingga mengakibatkan resesi . Resesi itu menurut Dia, baik kok.
“Kalau kita pandang sebagai suatu ancaman berarti kita sebagai manusia yang tidak percaya kepada Tuhan.
Jadi kita harus melihat resesi ini bersukur kepada Tuhan ada resesi maka dengan resesi itu akan muncul orang orang yang mampu bertahan dalam resesi karena modalnya adalah selalu memelihara hati, tidak menghina orang lain, tidak mencuri, tidak melakukan pelanggaran hukum . Orang orang seperti ini akan lolos karena filter kehidupannya aman aman saja,” tungkasnya.
Jadi tegas Dr. John Palinggi, resesi itu akan menciptakan manusia akan lebih baik. Kesadaran akan muncul saat ada masalah bagi manusia. Tidak pernah manusia mencari Tuhan kalau dia tidak dikasih kesulitan, kepahitan, bahkan resesi, ungkapnya.
Paskah hidup yang diperbaharui
Menurut Dr. John Palinggi Kembali, relevansinya paskah itu memperintahkan supaya manusia yang beriman yang meyakini paskah merubah manusia lama menjadi manusia baru jangan lakukan hoks, juga berita berita memfitnah sana sini.
Untuk itu Dr. John Palinggi meminta, sebaiknya warga gereja berubah lebih baik dari dirinya untuk merubah keluarganya dan keluarganya untuk berubah lingkungan dan lingkungan merubah negaranya dan negaranya merubah dunia lebih baik.
“Ini semua dimulai dari diri kita masing masing. Tidak mungkin kita merubah dunia tanpa memulai dari diri kita menjadi lebih baik”
“Jadi saya samapaikan kepada seluruh umat Kristen, Umat Katolik Selamat Merayakan Hari Kemenangan Kebangkitan Yesus Kristus melalui Kematian dan menjadi pondasi utama dari Iman Kristiani.
Selamat Merayakan semoga dengan merayakan Paskah memberikan kesadaran bagi kita umat Kristen dan Umat Katolik agar kedepan sudah memberikan Cahaya bagi umat sesama manusia, umat beragama lain dan yang paling pokok bisa memberi Cahaya terang dan garam kepada pemerintahan dan kepada siapa pun. Jadilah terang dan garam peliharalah hati mu sebab dari situ berpancar kehidupan,”. (lian)






