MJ. Babakan Madang, Bogor | Sejumlah supplier material konstruksi menyampaikan keprihatinan atas keterlambatan pembayaran dalam proyek pembangunan kawasan properti di wilayah Kadungmangu, Babakan Madang, Kabupaten Bogor.
Para supplier menyebut keterlambatan pembayaran terjadi akibat belum terealisasinya pembayaran dari pihak developer kepada kontraktor pelaksana proyek, sehingga pembayaran kepada supplier ikut tertunda.
Veroniq Devisi Keuangan dari PT Cahaya Rumah Motif mengatakan pihak supplier telah melaksanakan seluruh kewajiban pengiriman material sesuai permintaan proyek dan dokumen pemesanan yang disepakati.
“Kami sudah melakukan pengiriman material sesuai purchase order dan kebutuhan proyek. Namun hingga saat ini pembayaran kepada supplier masih tertunda sejak 18 Agustus 2025 lalu karena pihak kontraktor menyampaikan belum menerima pembayaran dari developer,” ujar Veroniq, Divisi Keuangan PT Cahaya Rumah Motif, dalam keterangannya, Senin (18/5/2026).
Ia menambahkan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap arus kas perusahaan dan operasional harian supplier.
“Dampaknya cukup signifikan, karena kami tetap harus memenuhi kewajiban kepada vendor, tenaga kerja, dan operasional, sementara pembayaran dari proyek belum terselesaikan. Dan itu tidak sedikit nilainya, bahkan pembiayaan itu menelan angka ratusan juta tersedot dari uang kami, “jelasnya.
Pernyataan ini muncul di tengah sorotan publik terhadap langkah ekspansi bisnis Triniti Land yang baru-baru ini mengumumkan rencana akuisisi PT Prima Pembangunan Propertindo (Prime Land) sebagai bagian dari strategi penguatan bisnis dan peningkatan recurring income perusahaan.
Direktur Utama Ishak Chandra sebelumnya menyampaikan bahwa aksi korporasi tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat fundamental bisnis dan memperluas portofolio perusahaan di sektor properti dan hospitality.
Di sisi lain, para supplier berharap adanya penyelesaian kewajiban pembayaran secara transparan dan profesional agar tidak menimbulkan dampak lanjutan terhadap rantai pasok konstruksi.
“Kami berharap ada komunikasi yang terbuka dan penyelesaian yang cepat agar tidak mengganggu keberlangsungan usaha dan proyek secara keseluruhan,” pungkas Veroniq.
Melalui pernyataan ini, para supplier meminta seluruh pihak terkait untuk mengedepankan tanggung jawab dan komitmen sesuai kesepakatan kerja sama yang telah disepakati bersama.[]












